Hacker Serang Website PN Palembang

Hacker Serang Website PN Palembang
Zwesty dan Rudi, saat melaporkan kasus peretasan website Pengadilan Negeri Klas IA Palembang, Rabu (6/1). Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

JAKABARING – Website www.pn-palembang.go.id diserang hacker. Peretasan website tersebut disinyalir ketidak puasan atau malah kekecewaan terhadap penolakan gugatan Kementrian Lingkungan Hidup (KLHK). Dimana putusan dijatuhkan hakim Parlas Nababan memenangkan PT Bumi Mekar Hijau (BMH), atas gugatan senilai 7,8 triliun terkait kebakaran lingkungan dan hutan.
Putusan hakim Parlas menyatakan “Bakar hutan itu tidak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanami” banyak menuai kritik. Nah pada 30 Desember 2015 di serang hacker, yang pesannya menyatakan rasa kekecewaan terhadap putusan gugatan KLHK, selama tiga hari.
Menyikapi kejadian itu, Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Palembang, Rabu (06/01) melaporkan kejadian itu ke Satuan Reskrim Polresta Palembang. Pengaduan peretasan tersebut diwakili oleh Kasubag Perencanaan ITE, Zwesty Damayaa bersama Kasubag Umum PN, Rudi Indawa.
Kejadiannya diketahui selagi Zwesty hendak membuka website untuk mengisi data pelantikan panitra PN Palembang atas nama Julia Astra. Tiba-tiba tampilan website berubah, pada layar terdapat banyak pesan-pesan panjang. Yang pada intinya menyatakan kekecewaan atas putusan pengadilan.
Maka otomatis adminnya pun terkunci, peretas diduga tidak hanya merusak website. Diduga juga mengambil sejumlah data penting. Tetapi belum bisa dipastikan mengubah sejumlah file, serta mengubahnya. “Padahal selama ini keamanan website pengadilan negeri sudah kita maksimalkan. Kita tidak akan membiarkan, makanya kita laporkan ini,” singkat Zwesty.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto SIK SH melalui Kasatreskrim, Kompol Marulli Pardede SIk menegaskan pihaknya telah menerima pengaduan pihak Pengadilan Negeri Palembang atas perkara peretasan website pengadilan negeri.
“Untuk itu kita akan menerapkan unsur pasal dan alat bukti untuk mengenakan tindakan pidana pada pelaku. Kita lihat dulu, apa-apa saja yang telah terjadi di website milik PN tersebut. Kita akan lihat log filenya, dan melakukan pendalaman dan analisis lebih lanjut. Motif peretasan karena ada kekecewaan atas keputusan pengadilan. Untuk pelaku bisa dijerat dengan UU ITE dengan pasal 35 JO 51 ITE No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman 12 tahun pidana penjara” terangnya.
Pasca kejadian, Selasa (06/01) website layangan publik www.pn-palembang.go.id  belum juga bisa diakses kembali. Sejumlah pesan yang tadinya menyampaikan bentuk kekecewaan terhadap petusan hakim Parlas Nababan, sudah tidak muncul lagi. Tapi untuk mengakses informasi seputar kinerja di lingkup Pengadilan Negeri Palembang Kelas 1, belum bisa ditemukan. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses