Haid Berlebihan, Awas Endometriosis [Sulit Dapatkan Keturunan]

Haid Berlebihan, Awas Endometriosis [Sulit Dapatkan Keturunan]
Posted by:

PALEMBANG – Penyakit endometriosis adalah gangguan yang biasanya terjadi pada wanita yang tidak memiliki anak, atau pada wanita yang mengalami ketidaksuburan. Wanita yang mengalami haid berlebihan, bisa disebabkan menderita penyakit kista Endometriosis.

Dijelaskan dr Aerul Chakra SpoG K Fer, endometriosis adalah bagian di dinding rahim bagian dalam atau endometrium, yang membentuk suatu sarang kecil atau juga kista yang berada di dalam otot rahim. Kemudian berkembang menjadi lebih tebal di dalam indung telur atau ovarium. Bisa juga terjadi pada bagian lainnya, seperti di pangul atau pelvic sebagai kista endometrium  implant.

Pada waktu menstruasi, lanjut dia, jaringan kista endometrium implant yang mirip dengan rahim miniatur menghambat darah keluar. Jika kista makin membesar, maka akan menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat.

“Selain rasa sakit berlebihan, penyakit ini juga memiliki ciri- ciri haid berlebihan dengan jumlah haid banyak dan berkepanjangan serta kram di pinggul,” tuturnya.

Lanjut dia, kista endometrium dikenal juga sebagai penyakit pada wanita karier. Karena, di Amerika Serikat hal ini dialami oleh sekitar 10% wanita karier. Kemudian, sekitar 10-15% dari wanita yang mengalami masalah kesuburan atau yang mengalami menstruasi berusia dari 35-44 tahun. “Biasanya kista endometrium ini juga kemungkinan dialami oleh para remaja. Penyebab yang pasti belum bisa disepakati oleh kalangan ahli yang berpegang pada beberapa teori mereka masing-masingnya,” terangnya.

Namun, sambung dia, dari beberapa penelitian biasanya terungkap bahwa sekitar 25-35% wanita yang tidak subur mengalami masalah kista endometrium atau kista endometriosis, Resikonya biasanya 7 kali lebih besar jika ibu atau saudara perempuannya juga mengalami penyakit ini.

“Penyakit ini juga memang bisa sebabkan sulit memiliki keturunan. Kalaupun sudah memiliki keturunan dan terserang penyakit ini, itu disebabkan oleh pola makan, dan lingkungan,” paparnya.

“Untuk menghilangkan penyakit ini, memang belum bisa dilakukan sama halnya dengan penyebabnya yang hingga saat ini tidak dapat diketahui. Namun, di RS Siloam ini bisa ditangani,” pungkasnya. (nik)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses