Hanya Menjalankan Tugas Sesuai Aturan

Hanya Menjalankan Tugas Sesuai Aturan
Bupati OI, AW Nofiadi yang tersandung kasus narkoba.
Posted by:

SEJUMLAH kepala daerah di Sumsel terjerat kasus hukum membuat miris dan  prihatin semua pihak. Namun di sisi lain membawa ‘berkah’ bagi wakilnya, karena secara perlahan tapi pasti, posisi wakil akan bergeser menjadi bupati atau walikota.
Menanggapi fenomena yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), justru HM Ilyas Panji Alam yang sekarang menjabat Wakil Bupati (wabup) OI merasa tidak enak hati untuk berkomentar.
“Sebetulnya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berkomentar, apalagi menyangkut kasus dugaan narkoba yang menimpa Pak bupati AW Nofiadi Mawardi,” ucap Politisi PDI Perjuangan ini. Ilyas Panji juga merasa keberatan dikatakan ketiban durian runtuh, karena digadang-gadang  sebentar lagi bakal menyandang jabatan Pelaksana tugas (Plt) Bupati OI menggantikan posisi AW Nofiadi yang tersandung kasus narkoba di BNN pusat.
“Makanya sangat tidak etis saya ngomong sekarang, karena pak bupati sedang menghadapi masalah,”ujar mantan anggota DPRD OKI tiga periode ini. Menurut Ilyas, sampai sekarang dirinya masih menjabat Wakil Bupati OI dan tidak ada menerima surat selembar pun dari Mendagri soal surat keputusan (SK) selaku Pelaksana tugas bupati OI.
“Sampai sekarang jabatan Bupati OI masih dipercayakan kepada Pak Nofiadi, ini mohon dipahami dan jangan membuat isu yang tidak benar,” tegas Sekjen DPC PDI Perjuangan Sumsel ini.
      Yang penting baginya sekarang lanjut Ilyas, dirinya menjalankan roda pemerintahan yang baik untuk melayani masyarakat bersama sekda dan para asisten serta pimpinan SKPD.
“Tentunya kita dapat mengikuti aturan yang ada. Kalaupun ditunjuk menjadi plt kita memang harus siap,” kata Ilyas. Menurut Ilyas, saat ini roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada hambatan berarti.
Apalagi keberadaan sekretaris daerah saat ini juga sangat membantu dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. “Ya, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal, pegawai pun tetap bekerja sebagaimana mestinya,”kata Wabup OI.
Ilyas menambahkan, AW Nofiadi merupakan sosok yang sangat baik serta cerdas. Bahkan selama sebulan terakhir memimpin selalu berdiskusi, dan yang bersangkutan merupakan sosok bijak dan banyak ide.
Sedangkan Beni Hernedi, selaku Plt Bupati Muba mengatakan disinggung rejeki wakil dalam kasus yang menimpa bupati juga enggan berkomentar soal istilah rejeki tersebut.
“Kalau dibilang dapat durian runtuh, itu hanya istilah saja. Jabatan sebagai Plt itu merupakan mandat dari Undang-Undang yang merupakan bagian dari konstitusi kita. Karena, apabila Bupati berhalangan, maka Wakil Bupati yang naik,” kata Beni.
Dikatakannya, jabatan yang diembannya saat ini sesuai dengan sistem dan aturan yang berlaku, hanya saja yang membedakan adalah peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan kerja . “Ini sudah ketentuan, yang membedakan adalah peningkatan tanggung jawab,” jelasnya
Disinggung mengenai adanya anggapan masyarakat terkait Wakil Bupati merupakan ‘ban serep’ bupati, Beni mengatakan, anggapan tersebut bukan merupakan persoalan. Hal terpenting baginya, bertugas untuk membantu Bupati.
“Itu hanya anggapan masyarakat saja (ban serep,Red), prinsipnya Wakil Bupati itu membantu Bupati. Bekerja berdasarkan pendelegasian tugas dari bupati. Fungsi membantu bupati, namun tidak boleh melakukan eksekusi,” jelasnya.
Disinggung soal kinerja, Beni mengatakan, dirinya hanya bekerja dan melaksanakan tugas sebaik-baikknya. “Soal kinerja orang yang melakukan penilaian. Saya berusaha menjalankan sebaik-baiknya sesuai fungsi dan wewenang. Saya memimpin mengajak banyak orang, berdialog dan lainnya,” pungkasnya.
Sedangkan Wali Kota Palembang, H Harnojoyo saat dimintai tanggapan soal istilah rejeki wakil saat kepala daerah tersandung hukum, dirinya enggan berkomentar “Saya no comentlah soal itu,” ujarnya sambil berlalu. (din/omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses