Harga Karet Titik Terendah






Harga Karet Titik Terendah


Posted by:

BATURAJA – Harga karet sejumlah daerah sentra produksi seperti Kecamatan Lubukbatang dan Peninjauan, Kabupaten OKU beberapa pekan terakhir terus anjlok hingga titik terendah, yakni Rp 9.000/kg. Padahal, nilai jual komoditi perkebunan itu, sebelumnya masih dikisaran Rp12.000 – Rp 13.000 /kg. Kondisi itu tentu saja membuat petani karet resah. Hasil perkebunan yang dulunya diandalkan menunjang perekonomian keluarga. Kini tak bisa terlalu diharapkan lagi.
Pardi (36), Ketua Tander kelompok tani Desa Kedondong, Kecamatan Peninjauan, menjelaskan, harga getah karet mingguan semula Rp12 ribu-Rp13 ribu/Kg, kini anjlok Rp9 ribu/Kg. Akibatnya, banyak kelompok tani tak menjual getah karet pada saat tender dilaksanakan.
“Kita terkejut turunnya harga karet, petani banyak urung menjual. Selama ini, harga karet cukup bagus. Walaupun tak bagus-bagus amat, ya tentu kita rugi jika harga karet murah,” ujar Pardi.
Dia sempat bertanya kepada pedagang pengepul merosotnya harga karet. Namun, tak ada satu pengepul yang mengetahui penyebab turunnya harga karet. Tetapi, berdasarkan informasi, turunnya harga karet dari tingkat pabrik. “Karena itulah, pedagang pengepul menyesuaikan harga karet dengan harga pabrik. Ditambah adanya hari raya Imlek,” ujarnya.
Aan (28), petani karet lainnya menambahkan, terkejut dengan kondisi itu, membuatnya mengurungkan niat menjual karet. “Kami sedoson tepakso idak njualnyo. Cak mano rugi kami, nak makan apo anak bini. Tepakso tahankan dulu,” tegasnya.
Sementara, Roji (34), petani karet asal Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, menjelaskan, harga karet bulanan semula Rp 15 ribu/Kg, kini hanya Rp 11 ribu/Kg. Jika kondisi ini terus berlangsung, tentu merugikan petani.
“Mengingat, ongkos untuk memelihara kebun karet dan biaya produksi cukup mahal. Jika harga turun, penghasilan tidak akan berimbang dengan pengeluaran,” pungkasnya. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses