Hasil Otopsi, Semua Peluru Bersarang di Otak

Hasil Otopsi, Semua Peluru Bersarang di Otak
Jenazah Frans dan keluarga di rumah duka RS RK Charitas Palembang
Posted by:
PALEMBANG – Hasil pemeriksaan Tim Forensik Bhayangkara Polda Sumsel terungkap semua peluru yang ditembakan Fransiskus Xaverius alias Ong alias Amat (45), bersarang di otak istri dan dua anaknya. Selain itu, jarak tembak cukup dekat.

‘’Iya, jadi 4 proyektil peluru bersarang di kepala atau tidak tembus. Untuk jarak ledaknya sangat dekat sekitar 20 cm sampai 45 centimeter. Semua luka tembak di kepala,” kata salah satu anggota Tim Forensik, dr Mansuri, kepada Palembang Pos usai mengkafani keempat jasad satu keluarga itu, kemarin.

Mansuri memastikan, keempat proyektil yang  bersarang dalam otak telah diangkat. “Jadi kita otopsi dengan mengangkat proyektil keluar. Jadi peluru tidak tembus dan bersarang di otak,” ungkapnya.

Mengenai senjata api, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk menegaskan merek  pabrikan Taiwan. “Untuk gagang revolver memang pabrikan Taiwan, tetapi untuk larasnya dipastikan rakitan. Laras ini tidak beralur, bila pabrikan larasnya pasti beralur. Ada pun  proyektil peluru tersebut kaliber 38 yang keluar,” tukasnya.

Terpisah, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan pihaknya sudah memeriksa 8 saksi untuk menungkap tuntas kasus yang menghebohkan ini.  Sejauh itu, kata Wahyu, pihaknya masih  menunggu hasil dari uji balistik dari forensic.

Dilanjutkan Wahyu, dari hasil olah TKP, pihaknya menyita barang bukti berupa satu unit senjata api jenis air Softgun yang sudah dimodifikasi.  Dalam senpi tersebut masih terdapat  satu peluru aktif, satu selongsong, dan di area rumah korban terdapat dua butir selongsong

“Selain itu ada 6 unit Hp milik korban, dompet berisikan uang tunai Rp 5,2 juta dan ada beberapa barang bukti lainnya kita amankan untuk  dipelajari, ” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolresta, 8 saksi yang diperiksa  hanya sebatas mengetahui kebisaan-kebiasaan korban. “Saksi-saksi yang kita periksa ini dari karyawan, dari keluraga dekatnya. Tapi hanya sebatas kegiatan keseharian korban, dan kita juga akan memanggil saksi-saksi lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut,”  terangnya.

Diakui Kapolresta,  semua  masih bersifat sementara.  Pihaknya masih dalam proses pendalaman karena  tidak akan mengetahui motifnya  sampai pelakunya tertangkap.

“Ini masih baru awal, kita belum memastikan siapa pelakunya. Namun sementara kita sudah mengarah tapi belum bisa kita sampaikan. Pastinya akan kita sampaikan dan berikan kami kesempatan untuk melakukan upaya-upaya penyelidikan,” ujarnya.

Ditanya  keterangan Asisten Rumah Tangga (ART) tidak mendengar suara tembakan, Kapolresta mengatakan memang dari hasil cek TKP  keberadaan kamar ART sedikit di belakang. “Jadi, memang dari keterangan mereka tidak mendengar,”  pungkasnya.

Sementara itu, jasad keempatnya disemayamkan di rumah duka RS RK Charitas. Berdasar keterangan pihak keluarga,  keempat jasad sekeluarga ini dikafani, dikremasi dan didoakan akan segera dimakamkan di TPU khusus umat Katolik di Gandus.

“Iya siang tadi sudah kita hubungi, disana memang ada TPU khusus. Mereka akan dimakamkan dengan bersebelahan,” ujarnya.

Diberitakan, warga Komplek Vila Kebun Sirih RT 5 RW 1 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang digegerkan dengan tewasnya satu keluarga, yang tinggal di Blok A18 dengan kondisi tertembak, Rabu (24/10).   Diduga  Fransiskus Xaverius Ong (45) menembak istrinya, Margareth Yentin Liana (43), lalu kedua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathylin Fransiskus (12). Setelah itu, Fransiskus menembak kepala sendiri. (adi/cw06)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses