Hasilkan Lulusan SMK Pariwisata Berkualitas

Hasilkan Lulusan SMK Pariwisata Berkualitas
Posted by:

PALEMBANG – Sebanyak 25 SMK jurusan Pariwisata mengikuti pelatihan, hal ini dilatari untuk mengembangkan sektor wisata diseluruh Indonesia perlu adanya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang wisata yang berkaulitas tinggi. Maka dari itu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Pariwisata melaunching program “One General Manager (GM) Hotel For One SMK Pariwisata”.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumtera Selatan (Sumsel) Drs Widodo MPd mengatakan kegiatan In-House Training One GM One SMK Pariwisata di SMKN 3 Palembang. Diharapkan mampu meningkatan kualitas lulusan SMK Pariwisata menjadi yang berkualitas tinggi. “Selama ini hotel jalan sendiri, jarang melibatkan SMK untuk mengisi SDMnya diperhotelan,” katanya.
Dikatakannya, wisata adalah penghasil terbesar, selama ini masyarakat hanya bayangkan minyak dan gas (migas) yang mempunyai penghasil terbesar. Meskipun program ini baru dimulai, namun pihaknya yakin ini belum terlambat. “Pertumbuhan hotel sangat besar, saya tidak ingin yang mengisi SDM hotel orang dari luar, seperti Jakarta dan Daerah Jawa lainnya. Jadi ada MoU antara SMK dan GM hotelnya,” jelasnya.
Tentu pada saat olahraga terbesar nanti, yakni Asian Game akan ada tamu yang besar. Dan ini sebagai pemicunya, jangan sampai anak kita hanya jadi penontonnya saja. Melainkan mereka bisa memanfaatkan momen tersebut,” ungkapnya.
Ketua umum DPP Asosiasi SMK Pariwisata seluruh Indonesia Corporate General Manager Brand Asana Aerowisata Hotels, Hadi Sutrisno menuturkan, ada 25 SMK se Sumsel yang negeri ada 13 SMK dan swasta ada 12 SMK. Dan mereka semua tergabung dalam Asosiasi SMK Pariwisata Provinsi Sumsel. “25 SMK akan dilantik menjadi DPD Asosiasi SMK Pariwisata Sumsel. Dan ini merupakan bentuk kerjasama yang mana peran aktif dari GM dan berkontribusi langsung kedunia pendidikan,” katanya.
Ada MoU antara SMK dan GM hotel, dimana pihak GM akan siap menjadi guru tamu atau dosen tamu sekolah untuk mengajar siswa secara langsung. “Terdapat 4 fokus yang pertama harus siap menajdi guru tamu atau dosen tamu sekolah yang didampingi pihak GM, kedua siap membantu dan mendampingi kurikukulum bersama sehingga ada penyelarasan sekolah dan industri, ketiga adanya bentuk CSR jadi dalam hal mengembangkan buka tanggung jawab pemerintah tapi pihak industsri, inpres 9 tahun 2009 revitalisasi SMK, terakhir mendorong dan membantu SMK jadi sehingga punya kompetensi unggulan,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses