Heboh, Warga Temukan Mayat Orok Dalam Termos Es

Heboh, Warga Temukan Mayat Orok Dalam Termos Es
Jasad orok berjenis kelamin perempuan saat ditemukan di termos es pada Selasa malam (14/6). Foto: Poetra Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Penemuan mayat orok kembali terjadi di Kota Palembang. Kali ini warga yang berada di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telaga Swidak Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II dihebohkan dengan penemuan jasad orok berjenis kelamin perempuan.
Jasad orok itu ditemukan warga pada Rabu (15/6) terkubur di samping pagar TPU Telaga Swidak.. Saat ditemukan jasad orok berada dalam termos es warna biru yang dibalut dengan kain putih dan dimasukkan ke dalam kantong plastik putih

Zuldani (51), salah seorang saksi mata mengatakan, malam sebelum penemuan orok bayi tersebut, ia sempat melihat seseorang yang tengah mencangkul tanah di kawasan kuburan tersebut. Namun, karena keadaan yang gelap, ia tak berani mendekat.

“Saya duduk di depan rumah, saya melihat ada orang, tapi saya tidak berani mendekat,” ujarnya saat dibincangi. Meski takut mendekat, ternyata Zuldani tetap menyimpan rasa penasaran, hingga pada pagi harinya, ia mengajak warga sekitar untuk melihat apa yang dilakukan pria tersebut.

Para warga kemudian kembali membuka galian yang ada di TPU tersebut, dan menemukan sebuah termos es. Betapa kagetnya para warga, saat dibuka termos es tersebut berisikan jasad orok bayi.

“Setelah mengetahui ada orok dalam termos es tersebut, kami langsung mengubungi pihak kepolisian. Kebetulan kami juga kenal pria yang mengubur orok tersebut, jadi langsung diamankan polisi,” ungkapnya.

Mendapatkan laporan dari warga, petugas Polsek SU II Palembang langsung melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi. Bahkan berdasarkan keterangan warga, petugas pun langsung memintai keterangan Feri (23) warga yang diketahui mengubur orok bayi dalam termos.

Ketika menjalani pemeriksaan petugas Polsek SU II, Feri mengakui hanya disuruh oleh orang untuk menguburkan orok bayi dengan mendapatkan upah sebesar Rp 50 ribu. Feri sempat menolak, namun terus didesak akhirnya menuruti perintah orang tersebut.

“Saya dapat upah Rp 50 ribu, saya sempat menolak untuk menguburkannya, tapi ayuk dari wanita yang hamil itu terus memaksa aku aku jugo dak kenal siapo dio, tibo-tibo ketemu kebetulan lewat, Makanya saya menguburkannya,” ujar Feri yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif polisi.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses