Hisap Lem Sambil Remas Dada

Hisap Lem Sambil Remas Dada
Bunga, siswi SMP yang melaporkan kasus asusila dialaminya ke Mapolresta Palembang. Foto Denni/Palembang Pos
Posted by:

JAKABARING – Betapa syok dan terpukulnya Bunga (14), nama disamarkan. Siswi SMP Negeri di kawasan Jakabaring ini, menjadi korban asusila oleh terlapor berinisial Ang (14), yang notabenenya bocah pemakai lem aibon.
Tak pelak orang tua korban Jamaludin (47), yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menangkap pelaku, tetapi berhasil kabur. Hanya salah satu rombongan pelaku atas nama Adi (12) ditangkap, tetapi bukan atas kasus perbuatan tak senonoh, melainkan kedapatan sebilah pisau.
Usai menangkap salah satu teman pelaku, Jamaludin kesehariannya pedagang, tinggal di Jalan Gub H Bastari, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I ini, bersama warga lainnya langsung menggiring Adi berikut barang bukti pisau yang sempat disembunyikan di balik pinggangnya, sembari melaporkan kasus asusila atau cabul dialami putri tercintanya ke Mapolresta Palembang.
Peristiwa tersebut terjadi Jumat (04/12), sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan Gub H Bastari, belakang RSUD BARI, Kecamatan SU I. Sore jelang petang itu, awalnya korban hendak menjemput ayuknya Ica A. Usai menjemput ayuknya, lantas mereka bertujuan pulang. Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba motor mereka dihadang para pelaku. Tetapi korban merasa ada pertanda tidak beres, segera berusaha menghindar. Namun para pelaku tetap berusaha menghalangi laju motor korban.
Nah saat motor tidak bisa maju lagi, dimanfaatkan kesempatan itu oleh terlapor Ang untuk melampiaskan hasrat mesumnya, yakni dengan meremas dada gadis perawan ting ting ini. Setelah itu pelaku berusaha kabur. Untungnya kejadian itu didengar orang tua korban, dan warga saat korban teriak.
Aksi kejar-kejaran pelaku sekitar 6 orang ini dengan korban sempat terjadi. Pelaku Ang berhasil kabur, dan salah satu pelaku Adi (12) berhasil diamankan. Tetapi mengejutkannya, dari anak bau kencur ini warga menemukan sebilah pisau panjang, dari balik pinggangnya. Atas tindakannya itu Adi diamankan atas kepemilikan pisau.
“Aku idak meremasnyo, Ang itu. Iyo Pak aku galak ngelem aibon, tapi dak nganggu ayuk itu. Ibu aku sudah meninggal, bapak marker. Pisau itu aku bawa untuk jago-jago, kadang sehari ngabesi setengah botol lem aibon. Tapi nian bukan aku yang meremas, ado kawan-kawan lain, mereka kabur,” ujar Adi, anak kelima dari 7 bersaudara ini juga siswa kelas 6 SD negeri ini.
Sedangkan keterangan Bunga sendiri, terlihat tampak terpukul atas kejadian itu. “Iyo Pak di mak ituke, tapi yang ini (Adi) idak Pak. Yang meremas kawan yang lain, tadi kejadiannya pas abis jemput ayuk aku yang berjualan di pasar,” ungkap Bunga, bungsu dari tiga bersaudara ini.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marulli Pardede SIk, didampingi Kepala SPKT Iptu Cek Mantri SH menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan korban atas perkara perbuatan asusila di muka umum dengan LP/B-063/I/2016/Sumsel/Resta. “Salah satu saksi dari pelaku kita amankan. Tapi satu saksi ini kedapatan membawa sajam, untuk pelaku asusila sudah kita kantongi. Tinggal kita tindak lanjuti saja,” tegasnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses