Ical Tetap Inginkan Gelar Munas

Ical Tetap Inginkan Gelar Munas
Aburizal Bakrie.
Posted by:

JAKARTA – Politikus Partai Golkar Ahmadi Noor Supit menyatakan, kepengurusan partainya hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie, sedang dalam proses mendaftarkan kepengurusan di Kementerian Hukum dan HAM. Menurutnya, kepengurusan baru Golkar itu, juga sudah mengakomodasi kubu munas Ancol pimpinan Agung Laksono.
“Sekarang katanya dalam proses mendaftarkan pengurus ke Kemenkumham yang sudah mengakomodir dari Partai Golkar Munas Ancol, dan usulan dari pemerintah. Jadi DPP Golkar hasil Munas Bali diperbaiki,” kata Ahmadi di gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (11/3).
Lantas bagaimana dengan rencana Partai Golkar menggelar munas rekonsiliasi? “Itu akan kami tunggu perkembangannya,” katanya. Hanya saja, katanya, Ical -sapaan Aburizal- memang sudah mengisyaratkan munas Golkar digelar antara Mei atau paling lambat Juli tahun ini. Sebab, munas juga tergantung pada kesiapan dalam membentuk kepanitiaan.
Meski demikian Ahmadi menegaskan bahwa Ical tetap konsisten untuk menggelar munas. “Saya dapat bocoran ketua umum ingin Munas tetap dijalankan, karena sudah terlanjur diputus dalam rapimnas,” pungkasnya.

#Ketum Golkar di Mata LIPI
Sementara pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, kondisi internal Partai Golkar satu tahun belakangan sudah di titik nadir. Untuk memulihkan kondisi tersebut menurut Siti, dibutuhkan figur ketua umum (Ketum) yang bisa berkonsentrasi mengurus partai.
“Gaduh internal Golkar ini sudah berkepanjangan. Untuk membangunnya kembali dibutuhkan figur yang betul-betul mencurahkan waktu dan seluruh kemampuannya mengurus partai. Kalau rangkap jabatan, justru Golkar ini akan semakin sulit,” kata Siti, Jumat (11/3).
Siti menyarankan, siapa pun nantinya terpilih, akan lebih baik bagi Golkar kalau yang bersangkutan mundur dari jabatan publik agar bisa bekerja 24 jam penuh untuk mengurus partai. “Ketua umum terpilih nantinya sudah ada beban yang sangat berat. Ibaratnya menegakkan benang basah. Makanya saya katakan siapapun yang muncul sebagai ketua umum harus orang yang luar biasa karena masalah internal Golkar juga luar biasa,” tegasnya
Kalau rangkap jabatan public, ujar Siti, akan sangat mudah jadi sasaran kritik. Dan kalau terus-terusan dikritik karena jabatan rangkap, kapan nantinya Ketua Umum Golkar terpilih rangkap jabatan membenahi partainya. “Malah nantinya kerjanya cuma mengurusi kritikan itu,” pungkasnya.

#Akom Ucapkan Ikrar di Jogjakarta
Terpisah, politikus Partai Golkar Ade Komarudin akan membacakan ikrar politiknya sebagai calon ketua umum partai berlambang beringin hitam itu. Lokasi yang dipilih Ade untuk mengucapkan ikrar itu adalah Alun-Alun Utara Yogyakarta, Jumat (11/3) malam.
Akom -sapaan Ade- tentu punya alasan tersendiri sehingga memilih Yogyakarta sebagai kota untuk mengucapkan ikrar politik. Politikus Golkar, M Misbakhun yang menjadi juru bicara di tim sukses Ade Komarudin mengatakan, ada beberapa alasan sehingga Yogyakarta yang menjadi pilihan.
“Pak Akom ingin menangkap spirit Jogja sebagai kota perjuangan. Ade Komarudin ingin berjuang bersama Golkar,” ujar Misbakhun dalam jumpa pers di sebuah hotel di kawasan utara Yogyakarta. Selain itu, ada faktor pendukung lainnya. Yakni adanya restu dari Sultan HB X yang juga gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kita sudah kulonuwun ke Sri Sultan. Bahkan beliau memberikan nasihat-nasihatnya ke Pak Ade. Karena itu kita makin yakin untuk memilih Jogja sebagai lokasi pengucapan ikrar politik Pak Akom,” sambung Misbakhun.
Lebih lanjut Misbakhun menambahkan, Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman, juga sudah secara lantang menyuarakan dukungan untuk Akom di bursa calon ketua umum. “Pak Gandung bahkan menyerahkan dukungan sepenuhnya ke Pak Ade. Bukan kepada yang lain,” tegasnya.
Di sisi lain, tim sukses Ade Komarudin di bursa calon ketua umum Partai Golkar, merasakan semakin kerasnya kampanye hitam yang dilontarkan kubu pesaing. Para pendukung Ade bahkan sudah mencatat serangan-serangan dan potensi yang akan mendera politikus Golkar yang lebih beken disapa dengan nama Kang Akom itu.
Salah satu penggawa di tim sukses Akom, Bambang Soesatyo mengatakan, jagonya sudah diserang sejak namanya mulai mencuat di bursa calon ketua umum Golkar. “Yang pertama soal isu rangkap jabatan antara ketua DPR dengan ketua umum Golkar,” kata Bambang dalam jumpa pers di sebuah hotel di kawasan utara Yogyakarta, Jumat (11/3).
Bamsoet -sapaan Bambang- menambahkan, serangan kedua yang mendera Akom adalah isu money politics. Sedangkan serangan ketiga adalah dugaan bahwa Akom menerima gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi.
Yang terakhir, serangan ke Akom adalah masalah laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). “Jadi ada empat kali kampanye hitam ke Akom. Alhamdulillah peluru yang dipakai masih peluru hampa, nggak ada pengaruhnya,” tegas Bamsoet.
Sedangkan potensi serangan lainnya adalah menggunakan isu surat pernyataan bahwa Akom tidak akan maju sebagai calon ketua umum Golkar. Bamsoet menjelaskan, Akom memang menandatangani surat pernyataan di depan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie alias Ical.
Hanya saja, isi surat pernyataannya bukan soal janji untuk tidak mencalonkan diri di munas Golkar. “Yang ada adalah surat pernyataan tidak akan mendorong-dorong munas ketika Akom sudah jadi ketua DPR,” ucap Bamsoet.
Lebih lanjut Bamsoet menegaskan, dirinya tahu persis soal isi surat pernyataan itu. Pasalnya, kesepakatan agar Akom tidak mendorong munas itu diambil dalam pertemuan terbatas yang dihadiri Ical. “Kesepakatan untuk tidak mendorong munas itu, karena Golkar munas Bali sedang dalam proses hukum,” katanya.
Yang jadi pertanyaan Bamsoet, justru bocornya surat pernyataan itu dalam bentuk fotokopian. Sebab, mestinya surat pernyataan itu berada dalam file pribadi Aburizal. “Itu artinya ada orang yang mencuri dokumen pribadinya ketua umum (Aburizal, red). Dan belum ada yang mengonfirmasi isi perjanjian itu,” tegasnya.
Sedangkan juru bicara tim sukses Akom lainnya M Misbakhun menyatakan, tidak mungkin jagonya di bursa ketua umum Golkar itu mengkhianati Ical. Pasalnya, ada jasa Ical untuk mengantarkan Akom menduduki posisi ketua DPR. “Beliau (Akom,red) malah menyatakan posisi ketua DPR itu merupakan jasa luar biasa Pak Aburizal Bakrie. jadi tidak mungkin Pak Akom berkhianat,” kata Misbakhun. (fas/ara/JPNN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses