IKA FKM Unsri Galang Donasi 10.000 untuk ADHA

IKA FKM Unsri Galang Donasi 10.000 untuk ADHA
Posted by:

 

PALEMBANG –

HIV Aids tidak hanya menyerang orang-orang tertentu, tetapi ibu rumah tangga bahkan anak-anak pun beresiko terkena HIV Aids karena masih kurangnya pemahaman orang tua tentang cara-cara penularan HIV Aids itu sendiri.

Oleh karena itulah, Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (IKA FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) mencetuskan program gerakan donasi 10.000 untuk Anak Dengan HIV Aids (ADHA). Berlatar belakang dari tanggung jawab moral yang mereka rasakan, IKA FKM Unsri ingin memberikan kontribusi dibidang kesehatan masyarakat meskipun mereka sudah tidak lagi berkecimpung didunia kesehatan.

Saat ditemui, kepada Palembang Pos, Fison Hepiman selaku Ketua IKA FKM Unsri mengungkapkan rasa kerinduan alumni dibidang kesehatan. “Gerakan Donasi 10.000 untuk ADHA ini lahir dari rasa kerinduan untuk berkontribusi didunia kesehatan, nah diantara banyak masalah kesehatan, kami pilihlah salah satu yang kami anggap masih butuh perhatian yaitu masalah ADHA,” ungkapnya.

Fison menambahkan jika proses menjalankan program ini juga dibantu oleh komunitas Sriwijaya Plus. “Setelah dipilih dengan berbagai pertimbangan, kami meminta pendapat, saran dan tanggapan dari Sriwijaya Plus dan syukurnya mereka menggangap bahwa masalah ini memang penting karena perhatian untuk ADHA sendiri masih sangat minim,” lanjutnya.

Dirinya mengatakan jika program yang digaungkan pemerintah, dalam skala nasional maupun internasioanl tergolong masih sangat minim. Sehingga IKA FKM Unsri memutuskan untuk melaunching program gerakan donasi 10.000 untuk ADHA. “Program ini kita launching bertepatan dengan seminar nasional dan reuni akbar IKA FKM Unsri tanggal 17 November di Hotel Wyndham Jakabaring Palembang,” tuturnya.

Dan sejak di launching, belum sampai satu bulan donasi yang terkumpul melalui Program Gerakan Donasi 10.000 untuk ADHA sudah mencapai 5juta rupiah. “Dan mudah-mudahan program ini bisa berkelanjutan dan dana yang terkumpul juga semakin banyak. Untuk penyaluran donasi ke ADHA sendiri kami akan berkoordinasi dengan pihak Sriwijaya Plus,” pungkasnya.

Untuk anak yang ada di provinsi Sumatera Selatan sendiri, Fison mengatakan jika ada sekitar 30 ADHA. “Untuk daerah hampir merata jumlah 30 itu, dan target kedepan kami akan terus sosialisasikan program ini, tidak terbatas di alumni kami tapi juga kesemua lapisan masyarakat. Kami juga akan ikut mengkampanyekan nol diskriminasi. Dan yang berhak menerima donasi ini adalah mereka benar-benar ADHA dan membutuhkan bantuan atau dari keluarga yang tidak mampu,” tegasnya.

Menanggapi masalah kurangnya perhatian dari pemerintah, Fison menjelaskan jika semua ini berawal dari kurangnya edukasi terhadap ADHA. “Kalau menurut saya, selama ini yang kita ketahui, mereka yang berkecimpung dibidang ini adalah dari kelompok mereka sendiri artinya kelompok diluar mereka masih minim perhatian. Dan salah satu misi yang kami bawa adalah mengedukasi bahwa ini loh masih ada masalah kesehatan yang butuh perhatian,” tukasnya.

Melalui program ini Fison berharap akan ada lagi Ikatan Alumni atau organisasi atau komunitas lain yang mengikuti jejak mereka untuk masalah HIV Aids. “Untuk saat ini kita belum ada target berapa nominal target dari program Gerakan Donasi 10.000 untuk ADHA,” tutupnya.(Str)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses