Ikang Novri Bendri Divonis 15 Tahun

Ikang Novri Bendri Divonis 15 Tahun
Terdakwa Ikang Novri Bendri, mendengarkan vonis yang dibacakan Majelis Hakim PN Prabumulih. Prabu/Palembang Pos
Posted by:

PRABUMULIH – Setelah menjalani persidangan cukup panjang, Ikang Novri Bendri (26), yang merupakan terdakwa kasus penganiayaan berujung tewasnya korban Ikhwan Hafiz Qodiril, pelajar Kelas 3 SD, warga Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, akhirnya divonis 15 tahun penjara.
Selain itu, terdakwa juga didenda Rp 500 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Vonis dijatuhkan Majelis Hakim PN Prabumulih diketuai Subagio SH MHum, dan hakim anggota Denddy Firdiansyah SH, dan Yudy Dharma SH MH kepada terdakwa itu, lebih berat dari tuntutan JPU Eef Rajagukguk. Dimana, JPU menuntut terdakwa pada persidangan sebelumnya, yakni penjara 14 tahun, denda Rp 500 juta, subsidair enam bulan kurungan.
Humas PN Klas IIB Prabumulih Chandra SH mengatakan, yang menjadi pertimbangan majelis hakim menjatuhi hukuman lebih berat terhadap terdakwa, yakni perbuatannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. “Perbuatan terdakwa ini terkesan sadis, karena dilakukan terhadap anak dibawah umur,” ujar Chandra kepada wartawan, usai persidangan.
Dijelaskan pria berkaca mata ini, untuk pasal pembuktian, majelis hakim sependapat dengan tuntutan JPU. “Sama dengan tuntutan jaksa, terbukti pasal 80 ayat 3 UU perlindungan anak nomor 23 tahun 2002, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 35 tahun 2014,” bebernya.
  Terkait vonis tersebut Chandra menuturkan, majelis hakim memberikan waktu kepada pihak yang tidak puas (terdakwa maupun JPU), untuk melakukan upaya hukum lewat penuntut umum. “Silakan lakukan upaya hukum sampai batas waktu yang ditetapkan,” ucapnya.
Sementara Marshal Fransturdi SH, penasehat hukum terdakwa mengatakan, pihaknya masih akan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak terkait putusan tersebut. “Masih pikir-pikir, nanti kita lihat saja,” ucapnya singkat ketika dibincangi wartawan usai mengikuti persidangan.
Pantauan dilapangan, persidangan kasus penganiayaan anak dibawah umur dengan agenda pembacaan vonis tersebut, berlangsung tanpa dihadiri keluarga korban maupun keluarga terdakwa. Meski demikian, puluhan anggota Polres Prabumulih berseragam lengkap mengawal ketat jalannya persidangan.
Menurut informasi yang didapat, ketidak hadiran keluarga korban dan terdakwa, lantaran persidangan tersebut dimajukan dari jam yang telah ditetapkan. Hal itu disengaja, untuk menghindari terjadinya kericuhan di pengadilan.
Diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan itu bermula ketika korban pulang sekolah melintasi kebun karet yang disadap oleh terdakwa. Saat melintas, korban tak sengaja menumpahkan getah karet hasil sadapan terdakwa. Melihat itu, terdakwa menjadi geram dan langsung memukul serta membanting, dan menendang kemaluan korban.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka memar di kemaluan dan terpaksa dilarikan ke RSMH Palembang, hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Kasus penganiayaan itu sendiri terjadi Rabu (7/10/2015), pukul 12.30 WIB. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses