Ikon Baru Kebanggaan Sumsel

Ikon Baru Kebanggaan Sumsel
Posted by:

*LRT Mulai Beroperasi
*Banjir Harus Jadi Perhatian

PALEMBANG – Uji coba operasional Light Rail Transit (LRT) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dari stasiun DJKA menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan sebaliknya, Senin (23/7/18) berjalan dengan lancar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar di sela-sela uji operasional LRT yang masih terbatas mengatakan, saat ini oprasional LRT ini masih terbatas, sementara untuk ASN, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya. “Operasional terbatas ini mulai tanggal 23 hingga 31 Juli mendatang. Operasional ini juga sebagai sosialisasi ke masyarakat tentang bagaimana cara proses naik LRT yang benar dan tata tertib penumpang,” ujar Nasrun, Senin (23/7/18).
Lebih lanjut ia menjelaskan, harapannya transportasi LRT ini bisa disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat umum, sehingga bisa menjadi pilihan transportasi untuk masyarakat. Seperti yang sering diungkapkan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin bahwa struktur merubah kultur.
“Struktur merubah kultur ini misalnya kalau bisanya naik transportasi umum pakai sandal dan kurang memperhatikan penampilan, maka dengan naik LRT diharapkan bisa lebih baik lagi dan tertib,” himbaunya.
Ia pun memberikan contoh, bisa dilihat dari cara naik LRT saja sudah berbeda dengan transportasi lain yaitu dengan memakai e money, dengan begitukan harus sabar antri dan menunjukan kedisiplinan. Dari cara berpakaian juga boleh bebas pantas, paling tidak rapi seperti pakaian casual dan lain-lain. “Nah yang tidak boleh naik itu yang tidak pakai tiket dan tidak mau antri. Kemudian saya menghimbau apa yang ada di dalam LRT ini dijaga jangan dirusak ataupun dicoret-coret,” himbaunya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus menambahkan, selama uji coba operasional ini gratis tidak dipungut biaya. Untuk trainset yang digunakan sementara dua trainset terlebih dahulu, nanti seiring waktu akan ditambah hingga enam trainset.
“Karena ini masih oprasional terbatas maka kecepatan yang dipakai sekitar 60 km/jam, tergantung jalurnya. Jadi dari stasiun DJKA sampai ke stasiun Bandara SMB II ditempuh dengan waktu 60 menit,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk oprasional normalnya bisa sampai 80 km/jam. Jadi dari DJKA hingga stasiun Bandara SMB II bisa ditembuh dengan waktu 45-50 menit. “Kalau untuk oprasional dengan masyarakat umum belum bisa ditentukan. Nanti setelah oprasional terbatas ini akan dievaluasi terlebih dahulu dan nantinya kemungkinan awal Agustus bisa oprasional untuk umum,” ungkapnya.
Operasional dengan penumpang ini dimulai dari DJKA sampai stasiun Bandara. Untuk masuk ke stasiun DJKA bisa melalui tangga manual baik dari kiri maupun kanan. Setelah itu masuk kedalam kalau masuk dari sebelah kanan berarti jalan ke kiri untuk menuju ke loket. setelah membeli tiket bisa melewati mesin tapping selanjutnya penumpang akan naik ke lantai dua atau peron dengan tangga manual untuk menunggu trainset datang.
Sedangkan untuk turunnya bisa menggunakan lift.
Berdasarkan pantauan dilapangan, para penumpang yang mencoba LRT terlihat senang dan menikmati perjalanan dari stasiun DJKA hingga stasiun Bandara SMB II dan sebaliknya karena LRT menyediakan berbagai fasilitas yang membuat nyaman seperti AC, Layar LED yang menyampaikan beragam informasi soal LRT. Lalu ada CCTV dan juga musik yang mengiringi Anda selama perjalana. Bahkan tak jarang mereka mengabadikannya dengan foto-foto ataupun live di media sosial masing-masing.
Namun dibalik telah beroperasionalnya LRT tersebut ternyata masih diwarnai masalah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Palembang. Bahkan semua titik banjir, hampir terjadi di semua median LRT. Dari pantauan Palembang Pos, beberapa titik banjir di median LRT, terjadi di sepanjang Jalan Kol H Burlian, Simpang Polda, Demang Lebar Daun, Jalan Angkatan 45, dan Jalan Kapten Rivai.
Semua wilayah di atas merupakan jalur dominasi LRT. Jika hujan turun sekitar seperempat jam saja, beberapa titik median LRT sudah tergenang air. Kondisi ini, tak pelak menjadi keluhan warga, terutama para pengguna jalan baik itu roda dua maupun roda empat.
Apalagi genangan air yang terkadang tingginya bisa menyampai selutut orang dewasa itu, berdampak pada kelancaran lalulintas lantaran menimbulkan macet yang panjang sehingga aktifitas warga terganggu.
“Memang sangat disayangkan, kita punya armada yang menjadi ikon baru yakni LRT namun di beberapa titik median LRT timbul masalah yakni banjir. Tentu selaku warga kita berharap ini jadi perhatian. Sebab suka atau tidak, genangan air jelas menganggu kelancaran lalulintas,” ujar Rizal, salah seorang pengguna jalan.
Pekerja swasta yang beralamat di Sukarami ini menambahkan, persoalan banjir hingga menimbulkan kemacetan lalulintas harus dicari solusinya. “Jangan sampai ikon baru armada LRT yang bakal jadi kebanggaan wong Palembang dan Sumsel malah ternodai dengan masalah banjir,” harapnya.
Senada dikatakan Didi, warga lainnya. Menurut pria yang setiap harinya melintasi jalur LRT di kawasan Demang Lebar Daun, masalah banjir jika tak teratasi tentunya akan berdampak pada pelayanan dan penyediaan transportasi. “Jika dilihat dari fasilitas, warga Palembang sudah punya Transmusi dan LRT namun kita juga masih berkutat dengan masalah banjir dan kemacetan. Jadi memang hal ini harus jadi perhatian dan benar-benar dicari solusinya. Jika masalah ini (banjir dan mecet,Red) bisa diatasi, maka pelayanan public terutama soal transportasi dapat dibanggakan dan memang menjadi solusi bagi warganya,” tukasnya.(cw05/rob)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses