Imbau Perampok Menyerahkan Diri

Imbau Perampok Menyerahkan Diri
Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk, membesuk Kapolsek Penukal Abab AKP Indrowono, yang dirawat di RS Pertamina Pendopo PALI, pasca baku tembak. Foto Friday/palembang pos
Posted by:

PRABUMULIH – Pasca diringkusnya 4 komplotan perampokan mobil travel dengan korban Supardi bin M Yusuf (24), warga Sungai Pinang, Kecamatan Bungo Dani, Kota Muara Bungo, Provinsi Jambi, Unit Reskrim Polsek Rambang Kapak Tengah, masih terus melakukan pengembangan dengan mengejar satu pelaku lainnya berinisial IK, yang berhasil kabur.
“Empat pelaku sudah diringkus dan masih ada satu yang buron, untuk itu kita terus lakukan pengejaran,” ujar Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIk MTCP, melalui Kapolsek Rambang Kapak Tengah (RKT) Iptu Untung Subagio, ketika dibincangi wartawan, kemarin (15/04).
Mantan Kasubbag Humas Polres Prabumulih ini menjelaskan, mengerahkan seluruh anggota tim buser untuk terus mengejar pelaku yang telah diketahui keberadaan dan identitasnya tersebut.  “Seluruh jajaran kita kerahkan memburu pelaku, kita minta dukungan masyarakat supaya dalam waktu dekat pelaku juga bisa segera diringkus,” ungkapnya.
Dalam memburu pelaku tersebut sambung Untung, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian terdekat. “Kita terus berkoordinasi, sehingga bisa cepat diamankan. Kepada pelaku IK kita minta segera menyerahkan diri ke kepolisian,” bebernya seraya mengatakan jika tak menyerahkan diri maka pelaku dapat diberikan tindakan tegas.

#Bukan Peluru, Tapi Pecahan Kaca
Sementara itu, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo, Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk, kemarin (15/4),  pukul 15.00 WIB, membesuk Kapolsek Penukal Abab AKP Indrowono, akibat luka setelah baku tembak  saat penangkapan.
Kapolsek Penukal Abab AKP Indrowono yang tertembak kakinya dalam penggerebekan rumah terduga pelaku bandar Narkoba, sekaligus kelompok perampok lintas provinsi Jambi-Palembang, di Desa Persiapan Simpang Babat, Kecamatan Penukal, PALI. Sore itu juga hadir Wakapolres Muara Enim Kompol Ari Mujiono, dan beberapa perwira di jajaran Polres Muara Enim, datang ke  Rumah Sakit Pertamina Pendopo.
“Kami ke sini melihat anggota kita terluka dan memberikan dukungan kepadanya. Atas kejadian kemarin, kami minta kerjasama masyarakat dalam membantu kepolisian dalam memberantas kejahatan di PALI,” kata Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto.
Menanggapi adanya salah satu anggota keluarga pelaku yang terkena peluru nyasar? Kapolres membantah akan hal itu. Luka pada anak pelaku Anton berinisial AS (15), luka bagian pinggang  kiri yang  diduga terkena peluru nyasar saat kejadian itu, ia pastikan bukan peluru melainkan pecahan kaca. “Saya pastikan luka pada anak tersebut bukan karena peluru, melainkan terkena pecahan kaca,” tegas Nuryanto.
Kembali dijelaskannya, pada kejadian kemarin, pihaknya amankan 4 pelaku dalam kasus Narkoba dan 4 lainnya diproses di Polres Prabumulih terkait kasus 365 KUHP. “Empat diamankan di Polres kasus Narkoba, lainnya di Polres Prabumulih kasus Perampokan,” ujarnya.
Bupati PALI Heri Amalindo berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di Bumi Serepat Serasan. Untuk mencegah hal-hal tersebut, ke depan pemerintah akan selalu dan terus berkoordinasi dengan pihak Polres dan jajaran.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan keamanan di wilayah kita ini,” katanya seraya mengatakan bersama Kapolres prihalnya segera mendorong untuk  usulkan terbentuknya Polres di PALI, supaya kejadian seperti ini tidak terulang dan tindak kriminalitas bisa diminimalisir.
Diberitakan sebelumnya, empat dari delapan pelaku yang berhasil diringkus jajaran Polsek Penukal Abab, berkerja sama dengan Satreskrim Polres Prabumulih, dan Polsek RKT digelandang ke Mapolsek RKT Prabumulih, pada Rabu (13/4) sekitar pukul 23.30 WIB.
Empat dari delapan pelaku diserahkan ke Satreskrim Polres Prabumulih dan Polsek RKT, lantaran merupakan gembong kawanan perampokan mobil travel Jambi yang melakukan aksi di kawasan Desa Karangan, tak jauh dari Jembatan Fly Over Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, pada Rabu (13/04), sekitar pukul 02.00 WIB.
Pelaku dimaksud, Arifin alias Ujang bin Piin (43), warga Muara Bungo Provinsi Jambi, Aditya Setyadi (25), warga Telanai Pura, Provinsi Jambi, Alpin Kayudi (34), warga Desa Jemenang, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, dan seorang penadah mobil curian Devis Rahmadi (38), warga Desa Purun 2, Kecamatan Babat, Kabupaten PALI.
Sementara satu pelaku lain yang terlibat perampokan mobil berinisial IK berhasil lolos dari gerebekan petugas, lantaran tidak berada ditempat kejadian ketika dilakukan penggerebekan oleh petugas.

#Tersangka Pembunuhan Dihadiahi Timah Panas
Terpisah, setelah buron lebih kurang tujuh bulan, Sunedi alias Sun (38), warga Talang Gas Dusun III, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, diringkus anggota Reskrim, Jumat (15/4), sekitar pukul 02.30 WIB, di desanya.
Pria beristri dua ini terpaksa dilumpuhkan anggota pimpinan Kanit Reskrim Ipda Rusli SH, tepat di betis kanan, karena berupaya melawan dan berupaya melarikan diri saat diamankan. Sun yang fotonya yang sebelumnya sudah disebar di ruang publik itu, merupakan pelaku pembunuhan dan pencurian minyak mentah milik PT Techwin Benakat.
Korbannya  Herlani alias Elan, warga Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Barat, yang kejadiannya pada 7 September 2015 lalu. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti topi warna coklat milik korban, satu butir proyektil berbentuk bulat warna putih diameter 0.5 cm terbuat dari besi begel, Visum Et Refertum (VER) dari RSUD Talang Ubi.
Saat kejadian pembunuhan tersebut, Sun bersama rekanya IP (DPO), Elan tewas setelah dada kananya tembus ditembak tersangka Sun dengan menggunakan Senpira laras panjang jenis kecepek. Sun mengakui telah melakukan pembunuhan, lantaran korban melaporkan dirinya. Telah melakukan pencurian minyak mentah kepada sekuriti. “Aku maling minyak nian,” kata Sun.
Oleh karena kesal, sambung Sun, ia dan IP menghadang
Elan yang ketika itu melintas di daerah kebun karet miliknya, dengan senjata kecepek. “Elan aku bunuh karena dia telah nuduh dan melaporkan aku ke sekuriti PT Techwin karena maling minyak. Aku ajak kawan untuk menghadang Elan, didekat kebun karet aku, lalu aku tembak dengan kecepek mengenai dada Elan,” terang  pria beristri dua ini.
 Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk, melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban, menjelaskan bahwa satu dari dua pelaku pembunuhan Sun sudah 7 bulan menjadi DPO pihaknya. “DPO sudah tujuh bulan, dan hari ini berhasil kita amankan, dan Sun mengakui telah melakukan pembunuhan,” kata Janton.
Diterangkan  Janton, bahwa hasil penyidikan, sasaran pembunuhan yang dilakukan Sun dan IP (DPO) bukanlah korban Elan, melainkan kakak kandung korban bernama Bur yang memergoki pelaku Sun dan IP sedang melakukan pencurian minyak mentah milik PT Techwin Benakat.
Sun sebelumnya  telah melakukan percobaan pembunuhan terhadap Bur, karena telah memergokinya mencuri minyak. Pada saat itu tembakan pelaku meleset mengenai sepeda motor Bur. “Keesokan harinya, Sun dan kawannya kembali mengintai Bur, namun hanya bertemu korban Elan dan terjadilah penembakan itu,” terang Janton. (abu/day)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses