Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


LSI Romi Unggul, Puskaptis Sarimuda Menang Tipis PDF Print E-mail
Sunday, 07 April 2013 15:35

PALEMBANG - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Palembang sukses digelar, kemarin (7/4). Perhitungan suara sah akan dilakukan KPU Palembang hingga pada 14 April.  Namun, release hitung cepat (quick count) dengan hasil yang berbeda telah dikeluarkan dua lembaga survey,  yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Pusat Kajian Pengembangan Strategis (Puskaptis). Hasil quick count LSI di Hotel Swarna Dwipa, mengunggulkan pasangan nomor 2, H Romi Herton dan Harnojoyo.  Pasangan incumbent ini berhasil mengumpulkan 44,1 persen suara.

Kemudian pasangan nomor urut 3 Sarimuda-Nelly Rosdiana dengan 40,98 persen dan pasangan nomor urut 1, Mularis-Husni Thamrin dengan 14,92 persen.
Perhitungan cepat ini, sejak pertama quick count berlangsung antara pasangan Romi-Harno dan Sarimuda-Nelly saling berkejaran perolehan suara. 
Hendro Prasetyo, selaku Direktur Riset LSI mengatakan, perhitungan cepat tersebut mengambil sample di 200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut, berdasarkan data statistik dengan margin error 2 persen. "Dari pengalaman yang sudah-sudah di Indonesia selisih dari perhitungan ini tidak bergeser dari angka 1 persen," kata Hendro usai perhitungan cepat,kemarin (07/04).
Meski pada perhitungan cepat yang dilakukan pihaknya suara terbanyak diperoleh pasangan nomor urut 2, namun LSI belum mengatakan pasti pemenangnya. “Tetap kita menunggu hasil perhitungan KPU, tapi berdasarkan pengalaman dari pemilukada sebelumnya tidak ada perubahan. Kalaupun ada selisih, paling Cuma 1 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Romi Herton didampingi Harnojoyo beserta rombongan yang datang ke perhitungan LSI kemarin, mengaku bersyukur dengan keunggulannya berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan LSI.  "Tapi, kami tetap menunggu hasil konkrit dari KPU. Karena itu, saya minta kita semua tetap bersabar,"ucap Romi.
Romi mengaku cukup kaget dengan perolehan suara selisih hanya 3,12 persen. “Tadinya saya kira bisa unggul selisih 10 persen. Soalnya, saya sudah bekerja selama 4 tahun lebih di Palembang bersama Pak Eddy Santana. Tapi, ya inilah namanya perjuangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Puskaptis, Husin Yazid mengatakan, untuk melakukan penghitungan cepat ini pihaknya telah mengambil sample di 220 TPS yang tersebar dari seluruh kelurahan di Palembang.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat tersebut diketahui suara terbanyak diperoleh pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana dengan 44,81 persen, disusul pasangan Romi Herton-Harnojoyo 44,64 persen; dan pasangan H Mularis Djahri-H Husni Thamrin sebesar 10,55 persen.
“Survei ini dilakukan di 220 sampel dengan margin eror 1 persen. Berdasarkan kondisi dilapangan, perolehan suara untuk pasangan Romi-Harno maupun Sarimuda-Nelly hampir merata diseluruh kecamatan di Palembang,” ujar Husin.
Dengan selisih yang hanya 0,17 persen, Husin mengaku tidak bisa menyebutkan siapa calon yang lebih unggul dalam pilkada Kota Palembang ini. Soalnya, dengan selisih yang demikian tipis, semuanya bisa terjadi termasuk perubahan perolehan suara.  Untuk itu Husin mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menunggu penghitungan resmi dari KPUD Palembang.
Selain selisih perolehan suara yang sangat tipis, Husin juga menyebutkan golput dapa pilkada Palembang ini lumayan tinggi yakni berkisar antara 30-35 persen.
Sementara hasil survey perolehan suara sementara yang dilakukan Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) di Hotel Grand Zuri Palembang, menyatakan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana unggul dengan raihan suara tertinggi 44.86 persen. Sementara pasangan Romi Herton-Harnojoyo dengan 42.53 persen suara; dan pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan 12.61 persen.
Menurut Direktur Eksekutif LKPI, Arianto M Yusuf, perolehan suara pasangan Sarimuda-Nelly unggul di Kecamatan Seberang Ulu I, Kertapati, Sukarami, Alang Alang Lebar, Ilir Timur II dan Sematang Borang. Hasil ini berdasarkan sample acak yang dilakukan pada 200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palembang dengan jumlah pemilih 82.760.
“Untuk tingkat partisipasi pemilih hanya 66,11 persen dari target 80 persen pemilih dengan margin of error 2 hingga 3 persen. Itu artinya ada sekitar 34 persen suara hilang atau Golongan Putih (Golput, red). Untuk itu, kami belum bisa mengatakan bahwa pasangan Sarimuda-Nelly menang dan pasangan Romi-Harno kalah atau sebaliknya. Inilah hasil penghitungan versi LKPI, yang jelas kita tentunya tetap mengacu pada penghitungan KPU Kota Palembang,” ungkap Arianto dalam keterangan persnya, kemarin.
Menanggapi hasil lembaga survey, pasangan Sarimuda-Nelly sangat bersyukur dengan hasil penghitungan suara sementara yang menyatakan unggul dari dua pasangan lainnya. Pasangan ini berharap, hingga penetapan KPU Kota Palembang nanti mereka tetap dinyatakan sebagai pemenangnya.
Terpisah, berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan tim dari Pemkot Palembang, Romi-Harno unggul tipis dari Sarimuda Nelly. RH berhasil meraup 43,30 persen dan Sarimuda-Nelly dengan 43,13. sedangkan Mularis dengan 13,56 persen. “Datanya saya minta di setiap kecamatan. Beda tipis, dari pengambilan sample suara di 16 kecamatan, RH mengumpulkan 316.245 suara dan Sarimuda dengan 315.017. Selisih 1.228 suara,” tukas Walikota Palembang, Eddy Santana Putra.
Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan, Eddy juga optimis pasangan yang diusung oleh parpol ini yakni Romi-Harno menjadi pemenang. “Meskipun ada lembaga survey yang menempatkan di posisi kedua, tapi kami tetap optimis,” ujarnya.

KPU Imbau Warga Tenang
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Eftiany mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang terkait perolehan quick count yang dilakukan oleh lembaga survey. Pasalnya, dari beberapa lembaga survey yang melakukan hitungan cepat diperoleh hasil yang berbeda.
Menurutnya, lembaga survey tersebut tidak bisa menggambarkan kenyataan dilapangan lantaran perbedaan sumber data, kendati demikian ia mengatakan perbedaan quick count tersebut tidaklah salah.
Ditegaskannya, perhitungan suara yang sah adalah yang dilakukan KPU Kota Palembang. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang mengikuti dan mengawal KPU selaku penyelenggara mulai proses rekapitaluasi di tingkat PPS, PPK dan KPU hingga pada 14 April saat penetapan suara.
"Perhitungan suara yang sah adalah yang dilakukan KPU Palembang. Kami berharap, masyarakat tenang mengikuti dan mengawal kami selaku penyelenggara, mulai proses rekapitukasi suara di tingkat PPS (8/4), PPK (10/4) dan KPU (12/4) Palembang dan tanggal 14 penetapan. Sehingga bisa lancar aman, damai dan kondusif," imbaunya.
Eftiyani mengakui, sempat terjadi kukurangan  surat suara di TPS. Tapi tidak menghalangi warga menyalurkan surat suara. "Kekurangan surat suara terjadi di 25 TPS dengan kekurangan mencapai 2 ribu surat suara. Kami gunakan sisa suarat suara yang disegel dan diketahui Panwaslu," katanya.
Terpisah, Ketua Panwaslu Palembang, Amrullah SSTP Msi menyikapi perkembangan pemilukada Palembang pasca penghitungan di TPS, secara umum berjalan lancar dan kondusif. "Jajaran Panwaslu, Panwascam, PPL dan tenaga relawan akan terus mengawasi rekapitulasi pemungutan suara di PPS, PPK sampai KPU," ucapnya.
Menyikapi adanya lembaga survey yang mengadakan hitungan cepat, lanjutnya, Panwaslu tidak mempermasalahkan. Tapi adanya publikasi hasil yang berbeda masyarakat diminta untuk tidak mengungkapkan euforia dahulu.
"Kami meminta pasangan calon, tim sukses dan masyarakat untuk menahan diri dan bersabar menunggu hasil resmi yang dikelurkan oleh penyelenggara pemilu," harapnya. (del/dio/ety/cr09)

 

Lembaga Survei                 Murni        RH        SM        Margin Eror

1. LSI                                 14,92        44,01        40,98        1 persen
2. Puskaptis                        10,55        44,64        44,81        1 persen
3. LKPI                               12,61        42,53        44,86        2,5 persen
4. Desk Pemkot Palembang   13,56        43,30        43,13