Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Sekolah Peraih Piala Adiwiyata 2012 (1) PDF Print E-mail
Thursday, 07 June 2012 17:04

Bentuk Tim Khusus Adiwiyata, Rutin Operasi Semut

Tahun ini Kota Palembang kembali meraih piala adipura untuk kategori kota Metropolitan terbersih. Namun, Palembang tahun ini juga berhasil meraih piala adiwiyata yakni piala untuk sekolah yang berwawasan lingkungan. Yakni SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 17 Palembang. Bagaimana sekolah ini bisa mendapat penghargaan tersebut ?

Ardhi - Palembang

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palembang yang beralamat di Jalan Demang Lebar Daun, merupakan salah satu sekolah yang menerima penghargaan piala adiwiyata.  Sekolah yang memiliki 1.622 siswa, ini memang terlihat bersih dan hijau.
Sejuknya suasana tersebut lantaran banyak tertanam rindangnya pepohonan serta  varian tanaman bunga dan halaman yang besih dan rapi. “Disini banyak berbagai tanaman mulai dari tanaman buah, tanaman obat-obatan, dan tanaman bunga serta berbagai jenis tanaman lainnya,” ujar Dra Hj Hernawati  MM, Kepala SMKN 2 Palembang, melalui Ermawati SPd Ketua Tim Adiwiyata yang juga menjabat sebagai Wakil Sarana Dan Prasarana SMKN 2 Palembang.
Penghargaan yang diraih sekolah yang sempat merakit sepeda motor ini, juga lantaran sekolah ini membentuk tim khusus adiwiyata, dengan tugas yang berbeda setiap anggota timnya.
“Ada tim  khusus biopori, ada tim khusus penanaman bibit, penghijauan dan tim sosialisasi yang bertugas mensosialisasikan program adiwiyata yang dilaksanakan. Sosialisasi juga tak hanya dilakukan  dalam lingkup sekolah bahkan hingga ke sekolah setingkat SMP yang ada di Kota Palembang.
Tanaman yang tertanam di sekolah yang memilki luas lahan hingga 4, 383 hektare itu merupakan hasil pembibitan dari warga sekolah sendiri. “Upaya kita untuk meraih piala adiwiyata ini dengan melibatkan semua warga sekolah,”ujaranya.
Kata Ermawati dan Drs Mariono Anggota Tim Adiwiyata, setiap pagi sebelum masuk sekolah pihaknya selalu menggelar operasi semut. “Jadi, operasi semut itu adalah operasi sebagai kegiatan bersih-bersih halaman sekolah. Mulai dari depan pagar sekolah hingga siswa masuk kekelas di haruskan mengambil sampah dan membuang pada tempatnya,”katanya.
Tak hanya melibatkan siswa dalam operasi rutin setiap pagi itu, bahkan para guru dan kepala sekolah pun melakukan hal yang sama. “Kepala sekolah lah yang memberi contoh sehingga warga sekolah tergerak,”imbuhnya lagi.
Sampah yang di ambil ketika operasi semut lanjutnay dipilah antara sampah oraganik dan sampah non organik. Pemilihan sampah tersebut dimaksudkan untuk melakukan proses daur ulang selanjutnya.
Sejak 2007 sekolah SMKN 2 dicangankan sebagai sekolah yang memilki hutan lingkungan sekolah, namun tahun ini baru dapat meraih piala adiwiyata tersebut.(*)