Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Minuman Sarang Burung Day Day Ilegal PDF Print E-mail
Wednesday, 15 August 2012 16:52

SEKIP - Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Wilayah Sumatera Selatan mencurigai minuman kaleng Sarang Burung Day Day ilegal. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk melihat terlebih dahulu label produk sebelum membeli. Hal itu terungkap dari razia yang digelar BBPOM di sejumlah pertokoan Jl May Salim Batubara Sekip, kemarin. Dari razia tersebut setidaknya ada ribuan minuman kaleng Sarang Burung Day Day yang disita dan diamankan oleh BBPOM yang bekerjasama dengan Polresta Palembang.
Ribuan kaleng minuman itu didapat dari empat toko di kawasan Sekip, diantaranya toko Aneka, toko Hadi, toko Utama Jaya dan toko Subur. 
     Awalnya, sempat terjadi adu mulut antara petugas dengan pemilik toko. Namun, adu mulut itu tidak berlangsung lama. Namun kemudian pemilik toko akhirnya pasrah semua produk minuman kaleng Sarang Burung Day Day diamankan oleh petugas BBPOM.
Berdasarkan hasil rasil razia,  ternyata minuman kaleng Sarang Burung Day Day mempunyai nomor register yang sama dengan salah satu produk minuman merk Uniflex. Sehingga minuman itu belum dapat dikatakan terjamin dari segi kualitas dan keamanan produk.
Kepala BBPOM Sumsel, Drs Indriati Tubagus Apt MKes mengatakan, pihaknya melakukan razia untuk produk pangan yang tidak layak edar, produk kadaluarsa dan produk yang rusak.
“Menjelang Lebaran banyak produk yang sudah kadaluarsa beredar. Semua masyarakat rata-rata membeli minuman kaleng jenis itu di toko kawasan Sekip makanya kita gelar razia di daerah ini,” ujarnya.
    Indriati menjelaskan, sebelumnya timnya telah melakukan pemeriksaan terhadap jenis minuman kaleng Sarang Burung Day Day. “Sarang Burung Day Day mempunyai nomor register yang sama dengan salah satu minuman kaleng merk Uniflex. Keduanya sama-sama produk dari Malaysia,” bebernya.
Menurutnya, Sarang Burung Day Day belum terjamin keamanannya untuk dikonsumsi karena belum dalam tahap pemeriksaan dari BBPOM.
“Minuman jenis itu banyak di beli oleh masyarakat. Setelah  mengetahui bahwa produk itu ilegal maka, saya berharap para penjual tidak boleh lagi menjual produk itu. Karena bila ada penjual yang tetap menjual, dapat dikenakan sanksi sesuai dengan UU berlaku,”  terang Indriati.
Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada konsumen sebelum membeli produk agar melihat terlebih dahulu label dari produk. Untuk produk impor kodenya ML diikuti 12 digit angka dibelakangnya, sedangkan produk luar negeri berkode MD. Selain itu, juga harus  dilihat tanggal kadaluarsanya. Jika kemasannya sudah rusak, tidak usah dibeli.
“Jika masyarakat menemukan hal yang mencurigakan terhadap produk yang ada, silahkan hubungi UPK (Unit Pelayanan Konsumen) BBPOM.  Intinya masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas,” imbuhnya.
Kepada para penjual dan produsen, Indriati berharap agar  barang yang masuk ke toko harus berasal dari sumber yang jelas. Tujuannya agar pemilik toko tidak mengalami kerugian.
Semenetara itu, salah satu pemilik toko Aneka yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, tidak mengetahui produk minuman kaleng Sarang Burung Day Day termasuk barang yang illegal. “Kami hanya menjual saja. Kita tiap tahun jelaang Lebaran saja menjual minuman itu,” katanya seraya menambahkan minuman Sarang Burung Day Day dijual seharga Rp73 ribu perdus.
Sebelum melakukan razia di pertokoan Sekip, tim BBPOM terlebih dahulu mengunjungi pabrik Diamond. Di perusahaan tersebut, tim BBPOM menemukan tiga produk yang dianggap telah kadaluarsa dan tidak mempunyai nomor register.
Produk yang kadaluarsa adalah saus kecap cap Panda dan buah kaleng impor. Sedangkan produk yang tidak punya nomor register BPPOM yakni black pepper powder merk Golden Spice.
Ketiga produk temuan tersebut, langsung dimusnahkan tim BBPOM dibantu dengan sejumlah karyawan perusahaan.
Kepala cabang PT Sukanda Djaya Diamond Palembang, Frangki  mengungkapkan, poduk-produk yang sudah kadaluarsa tersebut sudah ditempatkan pada area produk yang sudah kadaluarsa.
“Bila ditemukan produk yang kadaluarsa di gudang, kemungkinan itu kesalahan dari pegawai yang  kurang teliti,” paparnya. 
     Mengenai produk yang belum ada nomor register, Frangki  menuturkan, pihaknya akan segera mendaftarkan ke BBPOM. “Sebenarnya nomornya sudah ada, tetapi belum ditempel,”  tandasnya. (ika)