Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


2013, Syarat Naik Pangkat Dirubah PDF Print E-mail
Wednesday, 05 December 2012 16:01

Palembang, Palembang Pos.-
Terhitung Januari 2013, sistem kenaikan pangkat guru mengalami perubahan. Kalau selama ini hanya berdasarkan angka kredit, kedepannya ada beberapa perubahan yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora), H Riza Fahlevi melalui Kepala Bidang Kepegawaian, Nasikhun, dibincangi koran ini, kemarin.
“Ini masih transisi, karena ada berbagai persyaratan yang diberlakukan untuk peraturan baru tersebut yaitu penilaian kinerja guru yang memakan waktu selama 1 tahun. Untuk kenaikan pangkat ini kan dalam setahun itu ada 2 kali yaitu pada April dan Oktober, jadi jika pada April 2013 maka diproses sepenuhnya di April 2014,” terangnya.
Nasikhun menambahkan, kalau peraturan lama bisa mencapai kenaikan pangkat dalam kurun waktu 2,5 hingga 3 tahun, namun peraturan baru ini paling cepat dalam kurun waktu 4 Tahun. Peraturan baru hampir sama dengan yang lama, hanya saja unsur utamanya terdiri dari pendidikan, pembelajaran dan pengembangan profesi berkelanjutan. Sementara untuk unsur penunjang berdasarkan tugas-tugas guru.
“Pada prinsipnya sama saja, hanya lebih spesifik. Kalau peraturan lama, unsur penunjangnya maksimal 20 persen namun pada peraturan baru ini unsur penunjangnya boleh kurang dari 10 persen. Unsur penunjang itu sendiri bisa dengan menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia, pengurus organisasi profesi dan lain sebagainya. Perbedaan spesifik itu terdapat pada unsur utama, untuk kenaikan pangkat mulai golongan 3A dan 3B atau guru pertama itu dalam menghasilkan point pengembangan diri dari diklat-diklat fungsional,” imbuhnya.
Namun pada guru muda, lanjutnya, yaitu golongan 3C dan 3D, selain pengembangan diri harus memenuhi PIKI (publikasi ilmiah karya inovatif) seperti membuat artikel ke koran dan publikasi lainnya yang diwajibkan.
“PIKI itu sendiri berupa artikel ilmiah, membuat buku pelajaran dan pendidikan, karya inovatif seperti alat peraga, karya teknologi tepat gina, karya seni oleh guru apa saja yang akan mendapatkan point tersendiri. Kalau dulu, golongan 4B keatas baru diberlakukan PIKI namun sekarang mulai dari golongan 3B,” tukasnya.
Masing-masing guru harus memenuhi Angka Kredit Komulatif (AKK) yang sudah ditetapkan berdasarkan point-point penilaian dari karyanya. Untuk guru muda 100 Point yaitu penilaian makalah hasil penelitian dan 150 point untuk guru madya yang meliputi makalah hasil penelitian, artikel yang dimuat dijurnal dan di golongan 4C guru madya ditambahkan lagi untuk membuat buku pelajaran atau buku pendidikan dan presentasi ilmiah.
”Sementara untuk guru utama yaitu golongan 4D dan 4E yang meliputi makalah hasil penelitian, artikel yang dimuat dijurnal, pembuatan buku pelajaran yang harus menghasilkan 200 point dimana setiap karya sudah ada point-point tersendiri,” tutupnya.(ety)