Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Polres Selidiki Kasus KUR BNI PDF Print E-mail
Thursday, 20 December 2012 16:18

LUBUKLINGGAU - Dugaan penyelewengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI Cabang Lubuklinggau, dipastikan bakal diselidiki Polres Lubuklinggau. Hal itu ditegaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kasat Reskrim AKP Agus Apri Irawanto, dijumpai di Mapolres Lubuklinggau, Kamis (20/12). “Kita belum tahu kebenaran informasi itu, kita akan selidiki apakah memang benar ada penyelewengan atau tidak,” kata Agus. Menurut Agus, jika memang indikasi penyelewengan itu ditemui bukti dan datanya, Polres Lubuklinggau tidak akan tutup mata dan tinggal diam. Sebaliknya akan dilakukan pengusutan hingga tuntas.
“Kita akan pelajari dulu, kalau memang cukup bukti, kasus ini pasti akan sampai ke pengadilan,” tegasnya.
Disinggung soal menghilangnya Kepala Bagian (Kabag) Kredit BNI, Agus belum mau memberi keterangan panjang lebar. “Tidak ada laporan tertulis di Sentaral Pelayaan Kepolisian (SPK), keluarganya hanya datang dan melaporkan orang hilang begitu saja,” kata Agus.
Dia juga tetap tutup mulut soal upaya pencarian orang hilang (Rendi) tersebut. “Pokoknya kita selidiki dulu kebenarannya, selanjutnya baru menentukan langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Terpisah, Kajari Lubuklinggau Budi Panjaitan, melalui Kasi Pidsus Andri M, menyatakan jika memang ada kerugian negara, tentunya kejaksasan akan melakukan penyelidikan. Namun pihaknya belum mengetahui informasi itu.
“Informasi ini baru kita dengar dan belum tahu bagaimana kronologisnya. Kalau memang ada kerugian negara, artinya tindakan korupsi tentu kita akan selidiki, begitupun dengan kepolisian. Tetapi kalau kasusnya masuk pidana umum, tentunya pihak kepolisian yang akan melakukan itu,” jelas Andri.

BNI Lubuklinggau Tak Miliki KUR Rp 300 M

Terpisah, skandal dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI Konvensional membuat CEO BNI Regional Palembang Jefry AM Dendeng angkat bicara. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan, karena pihak bersangkutan juga tidak tau dimana keberadaannya. Selain itu, dia menegaskan Lubuklinggau tidak memiliki dana KUR sebesar Rp 300 miliar.
KUR yang merupakan program perbankan bersama pemerintah tersebut, dihasilkan dari dana bantuan dari pusat yang dibagikan secara global ke bank-bank yang ada. Selanjutnya, Jefry menerangkan, setiap daerah cabang dibagikan dana KUR sesuai kebutuhan dan quota dari kota atau daerah itu sendiri.
Sejauh ini, pihaknya telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp 70 juta untuk Lubuklinggau, Musi Rawas (Mura). “Rp 300 miliar itu bukan dana yang kami miliki. Se-Sumbagsel saja kami hanya memiliki dana KUR sebesar Rp 600 miliar. Makanya kasus ini masih kami selidiki,” ujar Jefry saat mengadakan pertemuan di Rumah Makan Rempah- rempah bersama wartawan dan managemen Sumatera Ekspres Grup, Kamis (20/12).
Kepala Bagian (Kabag) Kredit BNI Konvensional, Rendi, sambung Jefry, merupakan salah satu pegawai BNI yang diduga melakukan tindakan korupsi di BNI Lubuklinggau tersebut hingga hari ini belum juga ditemukan keberadannya.
“Sebelumnya, pada Selasa (18/12) beliau (Rendi,red) pamit untuk melakukan perjalanan tugas melihat jaminan nasabah. Namun hingga esok harinya belum juga pulang. Setelah itu pihak keluarga melakukan pengecekan kepada kita dan kita juga mendapatkan Rendi tidak bekerja. Hingga hari ini (Kamis, 20 Desember 2012,red) belum juga pulang. Itulah kenapa pihak keluarga melaporkan kehilangan Rendi ke kepolisian,” tuturnya.
Hanya saja, Jefry mengungkapkan, bawahannya tersbut memang terdengar memiliki bisnis diluar tugasnya sebagai karyawan BNI. Namun itu semua tidak termasuk dalam skandal BNI. “Takutnya nanti skandal politik dikeluarkan dalam kasus ini. Karena isu yang tersiar adanya keterkaitan oknum pejabat daerah tersebut, kita masih tetap mencari- cari dimana Rendi sekarang,” tegasnya.
Seperti diberitakan Palembang Pos sebelumnya, belum tuntas kasus penggelapan dana nasabah BNI Syariah Cabang  Lubuklinggau, yang belakangan berkembang menjadi kasus pencucian uang, kini giliran oknum BNI Konvensional yang dikabarkan membuat skandal dengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dana bantuan dari pusat yang diduga diselewengkan tersebut tidak tanggung-tanggung mencapai kisaran angka Rp 300 miliar. (yat/nik)

 

Caption: Jefry AM Dendeng, CEO BNI Regional Palembang. (Foto koer/Palembang Pos)