Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Membunuh Karena Kesal PDF Print E-mail
Friday, 21 December 2012 15:40

PRABUMULIH - Setelah delapan hari buron, Slamet Rianto (35), pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) pemilik RM Mie Pangsit Abeng, Herman alias Abeng (47) dan Mei Lan (45), diringkus Tim Buser Satreskrim Polres Prabumulih. Warga Jalan Gelora, Kelurahan 32 Ilir, Ilir Barat (IB) II, Kota Palembang ini, diciduk saat berada di RM Tuah Sakato,

Jalan Merdeka, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jum’at (21/12), sekitar pukul 13.00 WIB. Darinya disita barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion warna putih milik korban yang sudah diganti plat Nopol menjadi BG 3966 UH.
“Benar mas, kita telah meringkus tersangka pelaku 338 atas nama Slamet Rianto, berikut BB motor Yamaha vixion warna putih yang telah diganti nopol BG 3966 UH. Tersangka kita tangkap saat berada di rumah makan Tuah Sakato,” ujar Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Raphael Lingga ST SH, melalui pesan singkat telepon selulernya, Jum’at sore (21/12), seraya mengatakan mereka masih dalam perjalan dari Sekayu, Muba menuju Prabumulih.
Lebih lanjut Raphael menjelaskan, penangkapan tehadap tersangka pelaku pembantaian Abeng dan istrinya, serta penusukan terhadap kedua anak buah mie ayam tersebut, bermula dari informasi yang berhasil dikumpulkan anggotanya.
“Dari info sekecil apapun, mulai dari teman tersangka nomor handphonenya serta facebooknya kita kembangkan. Dari situlah, kita berhasil menemukan titik terang siapa sebenarnya tersangka. Selanjutnya, kita kembangkan lagi tentang kemungkinan dimana tersangka bersembunyi hingga akhirnya kita kembali mendapat informasi tersangka berada di Sekayu,” bebernya.
Mengenai modus pembunuhan, Kasat Reskrim menuturkan, menurut pengakuan tersangka dirinya kesal terhadap pemilik RM Mie Pangsit Abeng, lantaran bagi hasil tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Selain itu, tersangka juga iri terhadap perlakukan korban terhadap karyawan lainnya. “Pengakuan tersangka kesal dan iri masalah bagi hasil yang dilakukan korban, makanan suka disembunyikan dan pilih kasih terhadap karyawan lainnya,” sambungnya.
Ditambahkan Kasat Reskrim, pihaknya belum bisa memastikan pasal apa yang bakal dikenakan kepada tersangka, karena belum memeriksa tersangka secara intensif. “Untuk tahap awal ini kita arahkan ke Pasal 338. Tapi nanti jika dalam pemeriksaan ada bukti kuat lainnya, bukan tidak mungkin tersangka akan kita kenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” pungkasnya.
Sekedar mengingatkan, warga Kota Prabumulih, Kamis (13/12), sekitar pukul 05.30 WIB, mendadak gempar. Pasalnya pasutri pemilik Rumah Makan Abeng yakni Herman alias Abeng (47) dan Mei Lan (45), warga Jalan Jendral Sudirman, RT 01 RW 04, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, tewas dibantai di toko miliknya.         
Pengusaha mie ayam pangsit tersebut tewas di tempat, dengan kondisi setengah telungkup diatas kasur yang ada di lantai kamar, mengalami luka robek seperti digorok bawah dagu hingga ke leher, luka tusuk tiga lubang di dada, luka di wajah serta mengeluarkan darah di kedua telinganya. Sedangkan istrinya, meninggal di RS AR Bunda Prabumulih dengan kondisi mengalami luka tusuk di leher, dada, perut dan lengan kanan.
Selain pasutri tersebut, kedua karyawan korban yang juga pasutri, Taufik Yoso alias Aheng (47) dan Yeni alias Bi Chen (35), warga yang sama, juga menjadi korban amukan pelaku. Aheng mengalami luka tusuk dada kiri, bawa dada kiri, perut kiri, pangkal paha kanan serta lengan tangan kiri.
Sementara Yeni alias Bi Chen sekarat, dengan kondisi mengalami lima luka tusuk masing-masing di dada, perut tembus ke paru-paru, bawah dada, paha serta tangan. Belakangan diketahui pelakunya Slamet (35), yang tak lain karyawan korban juga. Aksi itu dilakukan didepan anak Aheng dan Bi Chen bernama Laurent yang baru berusia 4 tahun. Usai melakukan penusukan, Slamet melarikan diri, dengan membawa kabur motor Yamaha Vixion warna putih BG 2413 CC milik korban. (abu)