Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Bentuk Tim, Kantongi Identitas Pelaku PDF Print E-mail
Wednesday, 02 January 2013 16:45

KAYUAGUNG - Satreskrim Polres OKI terus mengusut kasus pembunuhan pasutri, Adi alias Poniran (27) dan Mariam (25), warga RT 06, Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Dimana, keduanya tewas mengenaskan di rumahnya, dengan kondisi leher nyaris putus digorok, Selasa (01/01), pukul 04.30 WIB. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, polisi sudah mengantongi identitas pelaku. Identitas pelaku bertambah kuat, sesuai keterangan saksi kunci, yakni anak korban bernama Putri (3). Bahkan, kasus tersebut yang sebelumnya ditangani Polsek Lempuing, kini sudah ditarik ke Polres OKI untuk pengusutannya.
Wakapolres OKI Kompol Indra Duaman SIk, yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan pihaknya akan secepatnya mengungkap kasus tersebut. ‘’Kita sudah bentuk tim gabungan dari Polres OKI dan Polsek Lempuing. Identitas pelaku sudah diketahui, namun belum diungkap di media, karena takut pelaku kabur lebih jauh lagi,” ujarnya.
Kasatreskrim AKP H Surachman SH mengatakan, dari hasil penelurusan anggotanya dari keterangan pedagang yang menjual lakban yang diduga digunakan menutup mulut korban di kampung tersebut, serta dari keterangan anak korban, hingga identitas pelaku diketahui.
‘’Sekarang anak korban masih dirawat neneknya Juai (70), ibu dari korban Mariam dan dalam perlindungan Unit PPA Satreskrim Polres OKI. Walaupun anak korban tidak bisa dijadikan saksi di Pengadilan, tapi dari keterangannya mengatakan pelaku adalah ‘Oom Jawo’, sudah menjadi bahan kita melakukan pengungkapan,” jelasnya.
Dikatakan Surachman, kasus diambil alih oleh Polres OKI, karena Polsek Lempuing terlihat kewalahan, karena keterbatasan anggota. ‘’Saat ini saksi-saksi belum ada yang diperiksa secara resmi di Polres, tetapi sudah dimintai keterangan di lapangan. Kami berjanji dalam waktu dekat, pelaku bisa kita tangkap,” katanya.
Motif pembunuhan sendiri, sambung Surachman, diduga karena dendam. Sebab, hasil olah TKP, tidak ada sedikitpun barang korban di rumah yang hilang. ‘’Kalau motif perampokan, pasti kondisi di TKP berbeda. Tetapi ternyata tidak ada barang korban yang hilang. Begitu juga pintu rumah, tidak ada yang rusak. Dugaan sementara, pelaku menyimpan dendam dengan korban,” tambahnya.
Pantauan koran ini dilokasi kejadian, Satreskrim Polres OKI bersama Tim Inafis masih melakukan olah TKP, hingga siang kemarin. Bahkan, rumah korban yang berjarak sekitar 150 meter dari Polsek Lempuing, masih dipasang police line (garis polisi,red). Anak korban Putri (3), masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan, sehingga masih harus dihibur oleh neneknya Juai.
Sekedar mengingatkan, aksi pembunuhan pasutri itu dilakukan anak korban Putri yang baru berusia 3 tahun. Sebelum digorok pelaku berjumlah empat orang, kaki-tangan korban diikat tali nilon, sementara mukanya ditutup lakban hitam. Aksi sadis pelaku baru diketahui Juai (ibu korban Mariam,red), yang bertandang ke rumah pasutri itu sekitar pukul 06.30 WIB atau dua jam setelah kejadian. (cr04)


Caption: Kasatreskrim Polres OKI AKP H Surachman SH memimpin langsung olah TKP kasus pembunuhan Pasutri di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, OKI. (Foto nurmuin/Palembang Pos)