Loading ...
Creative

Cpanel


User1


User2


Dugaan Penyelewengan Dana KUR BNI Kabur PDF Print E-mail
Tuesday, 22 January 2013 14:31

Kasus di BNI Konvensional Lubuklinggau

Lubuklinggau, Palembang Pos.-

Jika kasus dugaan money laundry (Pencucian uang,red) di BNI Syariah Cabang Lubuklinggau sudah sampai ke meja hijau, sebaliknya dugaan penyelewengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BNI Konvensional Lubuklinggau, justru kabur.
Soalnya, hingga saat ini belum diketahui dimana keberadaan Kepala Bagian (Kabag) Kredit BNI, Rendi, yang sebelumnya dikabarkan menghilang. Selain keberadaan Rendi yang tidak jelas, beberapa nasabah yang menjadi korban dalam skandal tersebut, juga mempertanyakan status Rendi sebagai karyawan BNI.
“Sekarang ini dia masih kerja atau tidak, kalau masih kerja artinya kami bisa menemui dia langsung untuk meminta pertanggungjawabannya,” kata MN, kepada Palembang Pos, Selasa (22//1).
Kepala Cabang (Kacab) BNI Lubuklinggau, Erry Asyari, ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat. Pesan singkat/Short Message Service (SMS) yang dilayangkan Palembang Pos, ke ponsel Kacab BNI Lubuklinggau itu juga tidak dibalas. Sementara ketika coba dihubungi secara langsung melalui ponselnya sempat tersambung, namun bukannya diangkat, malah buru-buru dimatikan.
Namun dari bagian umum diketahui jika sesuai aturan di BNI sudah jelas bahwa selama lima hari berturut-turut karyawan mangkir dari kerjaannya, karyawan tersebut langsung diskor. Untuk kasus Rendi sendiri, dia menolak memberi keterangan. Meski begitu, dia mengakui jika saat ini sudah ada pejabat sementara (Pjs) pengganti Rendi.
“Kalau soal Rendi, silakan konfirmasi langsung sama pimpinan, karena itu bukan kewenangan saya,” ujar Desi, Bagian Umum BNI Konvensional Lubuklinggau. Soalnya lanjut Desi, setiap keputusan tergantung pada kebijakan pimpinan. “Setiap aturan dalam pelaksanaannya tidak kaku, tetapi kembali kepada kebijakan pimpinan. Karena dalam setiap keputusan, tentu ada beberapa pertimbangan yang diambil,” jelas Desi.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Chaidir, melalui Kasat Reskrim AKP Agus Apri Irawanto, menyatakan bahwa kasus Rendi saat ini tengah diselidiki. Hanya saja, sesuai laporan kasus yang diselidiki adalah laporan penipuan, karena itu yang dilaporkan. “Kita masih memeriksa beberapa saksi,” jelas Agus. Mengenai keberadaan Rendi sendiri, dikatakan Agus, saat ini belum diketahui. “Kalau untuk itu kita belum tahu,” ujarnya singkat.
Untuk diketahui, bahwa terkuaknya dugaan penyelewengan dana KUR di BNI tersebut berawal dari menghilangnya Kabag Kredit, Rendi. Hilangnya Rendi tersebut menyebabkan timbulnya kabar simpang siur mulai dari membawa kabur uang nasabah sampai ke penyelewengan dana KUR senilai Rp 300 miliar.
Belakangan salah seorang korban dan juga nasabah BNI, berinisial MN, melalui saudaranya AI, menyatakan bahwa modus penyelewengan dana KUR tersebut dilakukan Rendi dengan cara menawarkan investasi  dengan laba yang menggiurkan kepada orang-orang disekelilingnya.
Awalnya orang-orang yang mengenal Rendi, termasuk dirinya tergiur dan mencoba menanamkan modal/investasi di beberapa sektor yang ditawarkan, mulai dari pertambangan batubara, emas, termasuk juga perkebunan sawit dan karet serta sektor perdagangan. “Awalnya kakak saya coba-coba, ternyata hasilnya memang lumayan, karena itu dia menambah investasi dengan meminjam dana KUR,” kata AI.
Sejauh ini, menurut AI, keluarganya belum melapor ke Polres, karena dijanjikan oleh keluarga Rendi, akan mengembalikan modal MN. “Keluarga kita belum melapor, karena dijanjikan minimal setengah dari nilai investasi yang ditanam akan dikembalikan,” jelasnya.
Seperti diketahui, dugaan penyelewengan dana KUR di BNI Cabang Lubuklinggau mencuat, setelah beberapa nama yang mengajukan KUR mempertanyakan alasan kredit yang mereka ajukan tidak kunjung cair. Dugaan itu menguat setelah Kepala Bagian Kredit, Rendi, menghilang dan sampai kemarin belum diketahui keberadaannya.
Ditambah lagi, Selasa (18/12), unsur pimpinan BNI mengadakan rapat dengan melibatkan orang yang diakui Pimpinan BNI Cabang Lubuklinggau, Erry Asyari, sebagai nasabah lama BNI. Akibat dugaan penyelewengan KUR BNI ini, negara diduga dirugikan mencapai Rp 300 miliar. (yat)