Ingin Sehat Tapi Malah Sakit

Ingin Sehat Tapi Malah Sakit
Puskesmas Dempo Palembang
Posted by:
SEORANG ibu muda yang tengah hamil 4 bulan mengalami pusing-pusing kepala, setelah diberikan obat oleh petugas Puskesmas Dempo Palembang. Setelah dilihat, ternyata obat tersebut sudah kedaluwarsa.

Akibat kejadian ini, ibu yang bernama Septarina Amalia (23) tersebut mengadukan kejadiaan yang dialaminya dan minta pertanggung-jawaban pihak Puskesmas Dempo Palembang.

Suhardi, suami korban mengungkapkan peristiwa yang dialami istrinya itu bermula ketika kontrol kesehatan di Puskesmas Dempo. “Pada 2 Agustus lalu, saya bawa istri kontrol karena untuk diperiksa rutin saja untuk melihat kesehatan ibunya dan anak saya. Setelah itu ia diberi obat-obatan yang ia dapat secara gratis,” jelasnya.

Namun tanpa disadari, katanya, salah satu obat tersebut ternyata sudah kadaluarsa 2 bulan, dan baru disadari pada 6 Agustus 2018. “Padahal obat itu sudah diminum, istri saya 4 kapsul selama 4 hari ini dadanyo sakit terus, ” ujar Suhardi.

Suhardi mengatakan obat yang dikonsumsi isterinya itu berupa kapsul Clindamycin HCI 300 mg yang diberikan dari puskesmas tersebut sudah kadaluarsa. Hal itu diketahui setelah memeriksa bungkus atau kemasan kapsul tersebut.

Suhardi pun mendatangi Puskesmas Dempo untuk meminta pertanggug jawaban. Setelah melakukan pengaduan di Puskesmas Dempo, Selasa, 7 Agustus 2018 siang,  petugas puskesmas setempat, menurut penjelasan Suhardi, mengakui telah terjadi kelalalaian dan telah salah memberi obat.

Namun ketika Suhardi menanyakan bagaimana efek obat kadaluarsa telah dikonsumsi istrinya tersebut, pihak petugas Puskesmas Dempo   mengatakan bahwa obat tersebut masih aman dikonsumsi.

“Kata petugasnya masih aman karena dalam 1×24 jam obat sudah dibuang melalui BAB. Tapi saya masih khawatir karena ini obat sudah kedaluwarsa yang minum ibu hamil,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinkes Kota Palembang, dr Alfarobi mengatakan, pihaknya akan menanyakan hal ini kepada Puskesmas Dempo. “Kami baru dengar kabar ini, nanti akan kita cross check ke Puskesmas Dempo,” ujarnya.

Alfarobi mengungkapkan, selama ini Dinkes Palembang sudah mengimbau pihak puskesmas untuk teliti sebelum memberikan obat. Jika ada obat yang tiga bulan lagi akan kedaluwarsa harus segera ditarik dari apotek puskesmas dan dikembalikan ke gudang obat Dinkes Palembang.

“Nanti kami juga akan cek gudang obat, jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya.

Mengenai kedaluwarsa obat, menurut Alfarobi, itu berarti keefektifan obat tersebut sudah tidak 100 persen lagi. “Setahu saya tidak ada efek sampingnya, hanya saja keefektifan obat itu tidak sampai 100 persen lagi,” tukasnya. (tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses