Terkait Polemik Biro Humpro Menolak Audensi SPPS, Ini Penjelasan Ketua SPPS Sumsel

Terkait Polemik Biro Humpro Menolak Audensi SPPS, Ini Penjelasan Ketua SPPS Sumsel
Posted by:
PALEMBANG – Tak mau polemik terkait pemberitaan sejumlah media online yang menyebut Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel menolak audiensi Serikat Pemimpin Redaksi dan Penerbit Sumsel (SPPS) dengan Gubernur Sumsel Herman Deru meluas, Ketua SPPS Sumsel yang resmi Helmi Apri akhirnya memberikan klarifikasi, Senin (24/12).

Menurut Pemred Majalah Rotasi tersebut, statment dan pemberitaan di sejumlah media online yang dikeluarkan oleh Ferry adalah kekeliruan. Ferry menurutnya bukan merupakan anggota SPPS apalagi koordinator SPPS seperti yang diberitakan.

Selaku Ketua SPPS yang resmi, Helmi mengaku perlu menjelaskan dan memberikam informasi yang jelas kepada masyarakat dan anggota SPPS
tentang adanya simpang siur pemberitaan di sejumlah media online menyangkut surat permohonan audiensi SPPS dengan Gubernur Sumsel Herman Deru.

” Mengenai adanya pemberitaan di sejumlah media online terkait belum terealisasinya audiensi SPPS dengan Gubernur Sumsel adalah di luar pengetahuan SPPS. Apa yang di sampaikan Saudara Ferry yang mengklaim sebagai koordinator SPPS adalah kekeliruan. Dimana sebenarnya SPPS tidak pernah menunjuk Ferry sebagai koordinator SPPS apalagi yang bersangkutan bukan salah satu Pemred atau direktur Perusahaan Pers yang tergabung di SPPS” tegasnya.

Dikatakan Helmi memang benar sejak diajukan bulan Oktober lalu hingga minggu pertama Desember 2018 surat permohonan audiensi dengan Gubernur Sumsel belum ada titik terangnya. Namun pihaknya memilih menunggu karena beberapa kali pihak Humas dan Protokol Provinsi Sumsel mengatakan sudah diagendakan dan akan direalisasikam dalam waktu dekat.

“Selama menunggu realisasi audiensi dimaksud SPPS tidak pernah melakukan klaim atau statment apapun secara resmi,” jelasnya.

Lebih jauh Helmi menjelaskan saat ini SPPS hanya beranggotakan 14 orang yang resmi. Mereka ini terdiri dari Pemred dan Direktur Perusahaan Pers masing-masing yakni 1. Pemred Majalah Gradasi H.Syahril Fauzi, 2.Pemred Majalah Rotasi DR.Hc Helmi Apri HZ, 3.Pemred Suratkabar Detektif Swasta Pahotan Siagian, 4. Pemred Majalah Arung Icuk M.Sakir S.Sos. MSi, 5. Pemred Majalah AKSI Hasbi Yahya, 6. Pemred Majalah AGRI BISNIS Ir.Pudiyka MSc, 7. Pemred Majalah SNIPER Hj Helma Haris SKM, 8. Pemred Majalah NEWS HUNTER Zainal Filiang, 9. Pemred Suratkabar AGUNG POST H.M.Syarifuddin Basri S.I.Kom, 10. Pemred Majalah HITAM PUTIH A Mughnii Deheza ST, 11. Pimred Majalah DIMENSI Ahmad Subari SH, 12. Pemred Majalah ANUGERAH Herlina AMd, 13. Pemred majalah GENTA Edra Daza,SE dan 14.Pemred Majalah MEDIUM Dessy AMd.

Demikian halnya soal statment Ferry yang menyebut bahwa Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Media tidak profesional dikatakam Helmi SPPS adalah tidak benar. Mereka sama sekali tidak pernah mengomentari atau menyudutkan staf khusus gubernur bidang media. Menurutnya komentar Ferry bersifat pribadi dan tidak ada kaitan dengan SPPS sehingga segala resikonya adalah resiko Ferry.

” Untuk itu agar tidak terpancing hal-hal yang dapat memecah belah SPPS. Segala kebijakan SPPS sepeeti biasa diambil atas muasyawarah seluruh anggota,” jelasnya.

Lebih jauh Helmi mengatakan sangat bersyukur karena kini sudah mendapatkan koordinasi dari Biro Humas dan Protokol bahwa pada Rabu 26 Desember nanti, pada pukul 14.00 WIB Gubernur Sumsel Herman Deru berkenan menerima audiensi SPPS.

Dikonfirmasi terpisah Pemerhati Politik Bagindo Togar mengatakan dengan tegas tidak bermaksud menyudutkan siapapun terkait statmentnya dalam berita tersebut, apalagi kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurut Bagindo saat di wawancarai wartawan online Jurnal Sumatera dia hanya menjawab secara normatif mengenai pelayanan birokrasi.

Mengenai adanya masalah di internal atau duplikasi atau oknum tidak benar dalam organisasi SPPS itu menurut Bagindo dirinya tidak tahu sama sekali. Kalaupun memang ada yang tidak benar dalam pemberitaan itu harusnya media itulah yang harus memberikan klarifikasi.

“Ini tentu akan jadi pelajaran bagi saya. Ada yang tidak benar dengan Eka ini kenapa dia menyoroti organisasi itu dan saya sudah peringati dia langsung. Saya cuma kenal Eka ini kalau yang lain tidak. Saya telpon dia, saya tanya kamu kenal gak dengan organisasi itu? Eka bilang biar saja bang biar itu urusan saya,” ujarnya menirukan ucapan Eka. (rel)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses