Ishak Mekki Janji Kembalikan TPP dan BOP

Ishak Mekki Janji Kembalikan TPP dan BOP

PALEMBANG – Kandidat Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki, menyatakan akan memperhatikan kesejahteraan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan para Penyuluh Pertanian se Sumsel. Bentuk perhatian atas kesejahteraan tersebut yakni dengan mengembalikan lagi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) yang hampir setahun ini tak lagi diterima para pegawai.

Ishak Mekki yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel tersebut menyatakan hal ini, Selasa (1/8) kepada wartawan selepas paparan visi misinya di Partai Hanura. Pertanyaan awak media itu meluncur terkait keluhan para PNS di lingkungan Pemprov Sumsel atas hilangnya TPP dan keluhan para Penyuluh Pertanian yang tidak lagi menrima BOP dari Pemprov.

Menjawab pertanyaan tersebut, mantan Bupati OKI dua periode ini dengan tegas dia akan mengembalikan lagi TPP dan BOP bagi para Penyuluh Pertanian. Menurutnya memang banyak faktor yang menyebabkan lenyapnya TPP dan BOP itu, di antaranya karena anggaran Pemprov terkuras karena membayaran hutang ke Pemkab dan Pemkot.
“Memang, sejak keluarnya moratorium tentang penerimaan PNS, maka hingga kini kita tidak lagi melakukan rekrutmen PNS. Tentu saja keberadaan PNS yang ada saat inilah yang harus kita optimalkan kinerjanya,” kata Ishak.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini menambahkan, optimalisasi terhadap kinerja PNS yang ada tersebut, tentu harus diimbangi dengan tambahan kesejahteraan. Di antara sumber bagi peningkatan kesejahteraan pegawai tadi adalah TPP bagi PNS dan BOP bagi Penyuluh.

“Insya Allah, saya jamin ke depan jika saya diberi amanat oleh masyarakat TPP PNS dan BOP Penyuluh Pertanian akan menjadi prioritas perhatian untuk dianggarkan oleh Pemprov,” tambah suami Hj. Tartila ini serius.

Menurutnya, di sejumlah daerah yang dikunjunginya, dia selalu bertemu dengan para Penyuluh Pertanian. Tak ada lain yang mereka sampaikan kepadanya adalah soal BOP – Biaya Operasional Penyuluh – tersebut.

Mereka, kata Ishak, sangat berharap BOP dari Pemprov yang selama ini ada, lalu menghilang, agar dianggarkan kembali. “Kepada mereka saya janjikan untuk dianggarkan kembali agar para penyuluh menerima lagi BOP yang nilainya berkisar Rp.250 ribu hingga Rp.300 ribu tersebut,” pungkas Ishak memberi keyakinan.(del/rel)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply