Islam Santun Sampaikan Dakwah

Islam Santun Sampaikan Dakwah
Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin, memberikan cenderamata kepada Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman, saat acara Pembukaan Musda IX MUI Sumsel di Grand Duta Hotel Palembang, Rabu (25/5). Foto : Humas Pemprov Sumsel
Posted by:

PALEMBANG – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin mengungkapkan, salah satu program ulama Indonesia saat ini adalah melakukan penguatan Islam di Indonesia maupun di dunia untuk keadilan dan keadaban.

“Yakni Islam yang santun, tidak galak, santun dalam menyampaikan dakwahnya,” terang Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sumsel di Grand Duta Hotel Palembang, Rabu (25/5).

Ditambahkan dia, bahwa Musda ini peranannya sangat penting untuk melakukan evaluasi kinerja, membangun kembali organisasi, menyegarkan penerusnya, mengaktifkan kerja semua jajaran majelis ulama baik dari atas sampai ke bawah agar jangan sampai ada suatu kelembagaan baik dari daerah sampai seluruh Sumsel yang tidak bekerja dengan baik.

“Itu pentingnya menyusun program-program baru, lebih tepat sasaran, terutama dalam menghadapi masalah. Inilah yang kita garis bawahi pada Musda kali ini,” terang Ma’ruf.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman, meminta kepada MUI Sumsel untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Sumsel menjadi lebih baik. Menurut dia, Pemprov Sumsel juga telah memberikan perhatiannya kepada MUI Sumsel, dengan memberikan sejumlah bantuan.

“Salah satunya lewat anggaran yang diberikan. Setiap pesantren yang terakreditasi dibantu sebesar Rp 5 juta, tiap-tiap masjid Rp 10 juta dan langgar atau musalla sebesar Rp 5 juta. Bantuan ini diberikan agar kegiatan operasional mereka berjalan baik, bahkan Pemprov bersama ulama sedang membangun Masjid Raya Sriwijaya di Jakabaring. Di bidang kelembagaan pendidikan, Pemprov Sumsel juga membantu lahan seluas 35 hektare untuk pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang,” paparnya.

Ditambahkan Mukti, hal tersebut merupakan wujud perhatian Pemprov Sumsel. Tanpa pesantren, masjid, musalla, maupun pembangunan agama lainnya, pembinaan umat itu berat. Pemprov juga tidak bisa apa-apa, MUI juga bersama Pemprov bersinergi dalam melakukan pembinaan umat.
“Kalau tidak ada kerjasama dengan organisasi keagamaan, ini tentu saja pergerakan membangun karakter umat menjadi lambat,” tuturnya.

Terlebih lagi Indonesia sedang mendapatkan trend buruk menyerang masyarakat Indonesia melalui narkoba. Dan semakin maraknya masalah premanisme, diakui Mukti, kalau tidak ada kerjasama dengan organisasi keagamaan, ini tentu saja tak bisa ditanggulangi.
“Maka untuk mencegah demikian tentu melalui ceramah dan acara keagamaan,” kata Mukti.

Terpisah, Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun mengatakan, Musda ini akan mengusung dan mengedepankan program-program yang berhubungan dengan kaderisasi ulama-ulama Indonesia. Tujuannya untuk menjadikan program unggulan berbasis pendidikan kader ulama, melakukan pemberdayaan ekonomi syariah, dan melakukan pelatihan monitoring sertifikasi halal kepada angggotanya agar berdampak bagi masyarakat.

“Disini kita menyampaikan pemikiran mengusung Islam yang modern, pemikiran Islam nusantara, masalah perbaikan akhlak mental masyarakat. Ini tugas kita bersama, kami segera membentuk gerakan anti nasional anti narkoba, memang  narkoba ini sangatlah darurat,” ucapnya.(ety)


Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses