Jadi Mucikari, Dua Oknum Mahasiswa Dibekuk

Jadi Mucikari, Dua Oknum Mahasiswa Dibekuk
BD dan DE, pelaku mucikari saat dibekuk Satuan Unit PPA Polresta Palembang, Minggu (2/5). foto Poetra Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Geliat prostitusi online tampaknya kembali memanas dan terus terjadi di kota Palembang. Setelah sebelumnya anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Palembang berhasil mengamankan BD (18), dan DE (22), yang diketahui sebagai mucikari.Kali ini, setelah melakukan pengembangan polisi berhasil mengamankan DK (20), yang mana namanya sering disebut BD selaku pemasok gadis-gadis cantik. Tak hanya mengamankan DK, saat melakukan operasi undercover di sebuah hotel yang berada di Jalan Kartini.

Selain itu polisi turut memeriksa SN (20), selaku korban DK, Senin dinihari (2/5). Namun, saat diamankan di Polresta Palembang, DK membantah jika ia merupakan jaringan dan menjadi bos dari kedua temannya yang terlebih dahulu sudah diamankan tersebut. Menurut DK, hubungan mereka hanyalah sebatas teman.”Kami tidak ada kaitan apapun, hanya sekedar teman,” ujar DK, saat diamankan di Polresta Palembang. Meski membantah, jika ia merupakan bos dari kedua temannya tersebut, namun DK tak membantah jika ia sudah sebulan terakhir ini menjual gadis-gadis cantik tersebut kepada pria hidung belang.

Pelanggannyapun dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, karyawan, maupun pengusaha. Untuk tarif, DK mematok harga antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta untuk transaksi shorttime. Transaksinyapun tak secara terang-terangan. Ia menggunakan kecanggihan teknologi, untuk memuluskan bisnis prostitusinya tersebut.”Kalau transaksi hanya via BBM (BlackBerry Masenger) pak. Itu menyebarnya dari teman ke teman saja, tidak dipublikasikan, atau dibroadcast.‎ Jujur pak, baru sebulan terakhir ini saya melakukan hal ini,” ujarnya.

Ditambahkan pelaku, dirinya baru tiga kali juga saya menawarkan perempuan itu ke pelanggan. “Untuk sekali transaksi saya mendapatkan untung Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung pelanggan membayar perempuannya itu,” terang pria yang mengaku masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu Universitas swasta di Palembang.
DK menceritakan, gaya hiduplah yang membuatnya nekad melakukan praktek haram ini. Kegemarannya untuk berkaraoke, dan nongkrong bersama teman-teman di cafe-cafe mahal membuatnya tak perduli jika harus menjualkan anak gadis orang.

“Awalnya ada teman yang minta carikan perempuan, tapi saat itu ia hanya omong kosong saja, sampai akhirnya memang ada yang benar-benar minta carikan perempuan itu, dari sana saya mulai berani, karena gampang dapat uangnya. Tapi uangnya habis gitu-gitu saja, buat nongkrong bareng teman-teman,” ujar pria yang mengaku tinggal di Jalan Angkatan 66 Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning.

Menurutnya, sebulan terakhir menjalankan praktek ini, setidaknya ia sudah memiliki enam orang wanita penjajah seks yang siap sedia bagi para lelaki hidung belang. bahkan wanita tersebut merupakan teman-temannya, yang beberapa diantaranya ia kenal dari DN.”Beberapa teman saya, ada juga kenalan DN, rata -rata sih mahasiswi,” katanya.
Sementara Kapolresta Palembang melalui Kasatreskrim, Kompol Maruly Pardede, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga mengamankan korban SN, yang diketahui berstatus mahasiswi di universitas yang ada di Palembang. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses