Jaksa Hadirkan Saksi yang Beratkan Jessica

Jaksa Hadirkan Saksi yang Beratkan Jessica
Jessica Kumala Wongso.
Posted by:

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang ketujuh kasus dugaan pembunuhan berencana Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, Kamis (21/7). Sidang kali ini ialah agenda saksi yang memberatkan Jessica.

Jaksa penuntut umum Ardito Mawardi mengatakan, kali ini pihaknya akan menghadirkan saksi yang bekerja di Kafe Olivier. “Iya kita hadirkan empat saksi dari pihak Olivier termasuk barista,” kata Ardito di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mereka adalah Jukiah, Yohannes Irga Bima, Devi serta Rangga. Keempatnya akan bersaksi mengenai rentetan kejadian sehingga Wayan Mirna Salihin tewas karena meminum es kopi Vietnamese diduga bercampur racun sianida.

Sementara itu, ayah mendiang Mirna, Darmawan Salihin menambahkan, keterangan saksi yang kali ini akan dihadirkan jaksa sangat penting untuk mengungkap keterlibatan Jessica dalam kasus pembunuhan anaknya. “Iya saksi yang dihadirkan hari ini penting, ada Rangga, barista Olivier dan Devi selaku asisten Manajer,” tambah Darmawan.

Meski begitu, Darmawan enggan membeberkan seberapa penting keterangan dari saksi-saksi yang nantinya akan dihadirkan di persidangan ketujuh itu. “Nanti saja lihat jalannya persidangan,” tandas Darmawan.

Sementara saksi dalam sidang kematian Wayan Mirna Salihin sekaligus peracik kopi di Kafe Olivier Mall Grand Indonesia, Rangga Dwi Saputra mengatakan, hanya dirinya, pengantar kopi, dan terdakwa Jessica Kumala Wongo yang menyentuh es kopi Vietnamese.

Di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rangga bersaksi bahwa ia mendapatkan pesanan dari meja 54, lokasi tempat kejadian perkara (TKP). “Pesanan datang pukul 16.00 lewat. Saya membuat kopinya sesuai standar, sesuai resep. Kopi robusta seberat 20 gram, susu 50 miligram, es batu, dan air panas,” ujar Rangga di PN Jakarta Pusat, Kamis (21/7).

Majelis Hakim lantas menanyakan, apakah dirinya menaruh campuran lain dalam es kopi Vietnamese. Rangga mengaku tidak memasukkan sesuatu selain campuran biasa es kopi Vietnam. Saat meracik kopi itu, dia membeberkan bahwa saat meracik diperhatikan oleh barista kafe Olivier, Tegar.

Kemudian, Rangga pun menaruh es kopi Vietnam yang sudah diracik ke meja pelayan. Saat ada di meja pelayan, Rangga menegaskan, tidak ada orang yang boleh memegang pesanan kecuali oleh pegawai Kafe Olivier.

“Setelah itu saya kasih ke meja pelayan. Tidak ada bisa megang kecuali pengantar,” jelas dia. Rangga melanjutkan, usai es kopi Vietnamese diracik, pengantar Agus Triyono kemudian membawanya ke meja 54, di mana Jessica berada.

#Kopi Pembanding Tak Ada, Kubu Jessica Kecewa

Sementara itu, nada kecewa muncul dari kubu terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna, Jessica Kumala Wongso. Ketua Tim Penasihat Hukum Jessica, Otto Hasibuan mengungkap, ada cacat prosedur atas pembuktian yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kemarin (20/7).

Hal itu diketahui ketika JPU diminta menghadirkan kopi pembanding tanpa sianida dalam persidangan kemarin, tapi jaksa tidak mampu menunjukkannya. Padahal barang itu dianggapnya sangat penting untuk membuktikan kopi yang diminum Mirna mengandung sianida atau tidak.

“Kami kecewa dengan penuntut umum, berita acaranya kan ada bahwa ada kopi gelas pembanding dan itu disita,” beber dia saat dihubungi, Kamis (21/7). Otto menambahkan, waktu dari berkas polisi diserahkan ke jaksa, harusnya berkas itu ada dan barang buktinya ada. Namun, saat perisdangan jaksa malah tidak bisa menunjukan itu semua.

“Dan terus terang, bagaimana persidangan ini mau menegakkan keadilan. Berarti ada kecacatan ini, ada kesalahan prosedur di sini,” sambung dia. Diketahui, hari ini (kemarin) berlangsung sidang ketujuh masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (elf/jpg/mg4/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses