Jalan Pulau Semambu Ogan Ilir Rusak (Karena Drainane Tak Berfungsi)

Jalan Pulau Semambu Ogan Ilir Rusak  (Karena Drainane Tak Berfungsi)
Kondisi Jalan Pulau Semambu Ogan Ilir yang berlubang lantaran belum pernah tersentuh perbaikan, Rabu (19/4). Foto usuludin Palembang Pos
Posted by:

INDERALAYA – Diperkirakan sudah belasan tahun jalan poros Dusun 3 Desa Pulau Semambu Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), belum pernah tersentuh perbaikan. Akibatnya arus transportasi yang biasa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian wargamengalami rusak parah.Pantauan di lokasi, Rabu (19/4), lubang-lubang jalan nampak menganga dan menghiasi sepanjang lebih kurang tiga kilometer dari mulai masuk pintu gerbang Dusun 3 Desa Pulau Semambu sampai menembus ke arah menuju kawasan KTM Rambutan.

Kondisi tersebut diperparah akibat hujan yang mengguyur kawasan Inderalaya dan sekitarnya akhir-akhir ini, dan mengakibatkan kendaraan yang biasa lalulalang mengangkut hasil pertanian berupa sayur-sayuran nampak ekstra berhati-hati.“Setahu saya, sejak Kabupaten Ogan Ilir masih bergabung dengan OKI sampai sekarang.“Belum ada perbaikan jalan. Jalan tersebut terkesan dibiarkan rusak tanpa ada upaya perbaikan oleh pihak-pihak terkait,” ucap Herman (39), warga Desa Pulau Semambu, Rabu (19/4). Ia menambahkan, proposal permohonan perbaikan jalan telah diajukan pada tahun 2015 lalu.

Namun lanjutnya, sampai sekarang tak kunjung ada upaya perbaikan. “Apabila jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Tentu saja, kasihan bagi warga yang biasa lalu lalang menggunakan jalan sebagai sarana transportasi untuk menggangkut hasil pertanian seperti sayur-sayuran dan komoditi karet,” ujarnya, seraya berharap kepada pihak terkait untuk segera melakukan upaya perbaikan jalan poros di Dusun 3 Desa Pulau Semambu tersebut.Tidak sampai disitu saja, Dusun 3 Desa Pulau Semambu yang pernah dikunjungi tahun lalu oleh mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Marwan Djakfar beserta rombongan itu, kondisi saluran airnya tak berfungsi dengan baik.
Akibatnya, genangan air tertumpuk di salah satu lahan milik warga. Padahal, dahulunya lokasi lahan warga yang tergenang air tersebut, sama sekali rata dengan tanah alias tidak ada genangan air.

“Entah mengapa, kini, air mulai menggenangi lahan saya. Tentu saja, kondisi ini sangat merugikan bagi saya, khususnya saya sebagai pemilik lahan. Apalagi, rencananya, tanah yang baru saya timbun ini, akan dibuat bangunan tempat tinggal. Apabila, tidak ada solusi dari pemerintah setempat untuk mengatasi genangan air ini, tentu saja akan membahayakan penghuni rumah nantinya,” sesal Bascik (55) pemilik lahan yang tergenang air.

Padahal, dahulunya sejak tahun 90-an ia membeli lahan ukuran 17 x70 meter tersebut, sama sekali tidak ada airnya, dan nyaris rata dengan tanah. Tanpa pengawasan, dan tidak ada izin dari pihaknya, ia tak menyangkal, bila, lokasi tanah di depan lahannya itu, sengaja dikeruk oleh oknum-oknum nakal yang tak bertangung jawab yang menjadikan lokasi tanahnya itu sebagai bagian dari tempat penampungan air. “Tentu aku merasa sangat dirugikan pak. Karena, aku tahu betul dan paham mengenai lokasi tanah yang saya beli ini. Nyaris. Tidak ada genangan air,” cetusnya.

Dijelaskannya, bila lokasi Dusun 3 Desa Pulau Semambu yang dahulunya bernama Desa Tanjung Seteko Kabupaten OKI hanya memiliki lima rumah dan kini, telah ratusan Kepala Keluarga berdomisili di Dusun tersebut.Ia meminta kepada Dinas terkait agar mencarikan solusi, minimal dibangun saluran drainase agar air tidak menggenangi lahan miliknya itu. Menanggapi hal tesebut, Pemerintah Kabupaten OI melalui Dinas PU Perumahan Rakyat Ir H Muhsin Abdullah MT, menyarankan agar warga mengajukan proposal untuk perbaikan jalan dan pembangunan saluran air atau Drainase. (din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses