Jalur Ditutup, Pendakian Tetap Marak

Jalur Ditutup, Pendakian Tetap Marak
Posted by:

*Status Gunung Dempo Level Waspada

PAGARALAM – Meningkatnya status Gunung Api Dempo (GAD) menjadi level II atau waspada, berpotensi membahayakan. Dua pintu masuk jalur pendakian ke GAD ditutup dan tetap dilakukan pengawasan. Meski demikian, aktivitas pendakian ilegal tepantau tetap marak dilakukan. Demikian diungkapkan Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Dempo Kota Pagaralam, Mulyadi, ditemui, Senin (25/6/18).
Ditutupnya dua pintu masuk jalur pendakian kata Mulyadi, baik itu di Kampung 4 dan Puncak Rimau, masih saja terdapat ada pendaki ilegal berusaha masuk ke puncak dempo. “Kami menerima informasi masih maraknya aktivitas pendakian ke puncak Dempo. Masih adanya aktivitas pendakian ilegal, tentunya sangat disayangkan dan bisa membahayakan. Pasalnya GAD masih berpotensi mengancam keselamatan. Harusnya pihak terkait bisa melarang, tapi kami Pos Pemantau hanya bisa mengimbau jangan sampai mendekati kawah,” ujarnya.
Apalagi musim liburan pasca lebaran dan sekolah yang saat ini berlangsung, pihaknya berharap dua pintu masuk pendakian dapat dijaga ketat pihak terkait untuk melakukan pengawasan. Memastikan jangan sampai ada pendaki naik ke puncak. “Jika masih ada pendaki ilegal naik ke puncak dempo, tentunya jika terjadi hal yang tidak diinginkan, tidak bertanggungjawab. Fenomena alam tidak menentu dan Gunung Api Dempo masih terjadi fluktuatif kegempaan,” terangnya.
Lebih jauh kata Mulyadi, sejak sepekan lalu, mulai 19 Juni hingga 23 Juni 2018 aktivitas kegempaan tercatat telah terjadi 8 kali embusan, 3 kali tektonik jauh, 1 kali vulkanik dalam, sedangkan hingga kini status Gunung Api Dempo masih berada di Level II Waspada.
Sementara itu Kepala BPBD Pagaralam, Herawadi SSos mengungkapkan, mengantisipasi hal tidak diinginkan, diimbau kepada camat dan lurah hingga RT dan RW daerahnya yang terdampak erupsi Gunung Dempo untuk meningkatkan kewaspadaan. “Diharapkan perangkat Camat, Kelurahan hingga RT/RW untuk memberikan sosialiasi kepada warganya untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak, karena kondisi meningkatnya status gunung serta dampaknya sekaligus hal apa saja yang harus diantisipasi,” pungkasnya. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses