Jambret Pembunuh Diganjar 13 Tahun

Jambret Pembunuh Diganjar 13 Tahun
Terdakwa Ari saat menjalani persidangan, di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Senin (2/5). Foto:Poetra/Palembang Pos
Posted by:

RIVAI – Penjagaan ketat dilakukan pihak pengamanan Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang. Itu dilakukan selama persidangan terdakwa Septian Arisandi, terdakwa kasus jambret yang membuat korban tewas.
Korban sendiri merupakan Dosen MDP. Sebelumnya, keluarga korban sempat mengamuk di ruang sidang dengan mengejar terdakwa hingga petugas pengawalan kejaksaan dan polisi harus bekerja ekstra dalam perkara ini.
Berdasarkan fakta persidangan, Mion Ginting mengatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal  365 ayat 1, ayat 2 ke 2 KUHP. “Untuk itu menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan,” ujarnya.
Atas putusan tersebut, terdakwa diberikan hak menerima ataupun menolak putusan hakim dengan mengajukan upaya hukum banding. “Atau fikir fikir selama tujuh hari untuk menentukan sikap,” bebernya.
Terdakwa yang semakin tidak tenang tersebut langsung berkoordiansi dengan penasehat hukumnya, Eka Sulastri dan langsung menyatakan banding. “Saya Banding” tegas terdakwa.
Usai persidangan, terdakwa langsung dikawal keluar ruang sidang untuk menghindari amukan dari keluarga korban. Namun terdakwa mengoceh seakan tidak menerima putusan tersebut.
“Tunggulah kau eeh, jingoklah kau dipenjaro kagek,” ungkap terdakwa. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Septian Arisandi alias Ari dituntut dengan pidana penjara 15 tahun dengan jeratan pasal 365 ayat 1 ke 1  ayat 2 dan ayat 3 KUHP.
Dalam kasus tersebut Unit Intelkam Polresta Palembang juga meringkus rekan terdakwa Dipo alias Aan (berkas terpisah) kediamannya masing-masing, Minggu 8 November 2015 sekitar pukul 16.30 wib.
Namun untuk terdakwa Dipo alias Aan, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan satu kali tembakan pada bagian kaki karena hendak melarikan diri saat di bawa ke kantor polisi.
Dari hasil penyidikan petugas, kedua tersangka Dipo alias Aan dan Ari, merupakan pelaku penjambretan terhadap korban Leni (29), dosen STMIK MDP Palembang di Jalan Bay Salim kawasan Rambang Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang Kamis 8 Oktober 2015 sekitar pukul 17.00 WIB.
Akibatnya korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya sehingga harus dirawat di rumah sakit. Namun setelah mendapatkan perawatan dengan kondisi luka pecah pembuluh darah, akhirnya korban meninggal dunia pada 12 November 2015 di RS Charitas Palembang.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses