Jangan Biarkan Kawasan BKB Semrawut

Jangan Biarkan Kawasan BKB Semrawut
Salah satu titik kesemrawutan di BKB yakni parkir sembarangan
Posted by:

Tolak Tarif Parkir tak Wajar

KAWASAN Benteng Kuto Besak (BKB) merupakan salah satu ikon Kota Palembang. Kawasan ini yang dulu semrawut sudah disulap menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga yang mengunjungi kota empek-empek.

Sebagai warga Palembang, tentu harus bangga memiliki BKB. Selain sarat akan sejarah, juga menjadi salah satu tempat rekreasi keluarga. Di sini selain sudah dibangun berbagai restoran, juga berdiri Tugu Belido yang merupakan Merlion-nya Palembang.

Namun, kini kondisi BKB mulai semrawut dan terkesan tidak dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Salah satu sumber kesemrawutan tersebut, yakni soal pengelolaan areal parkir. Baik dari tata letak parkir sampai retribusi yang harus dikeluarkan pengunjung.

Mengapa BKB harus tertib? Dikarenakan kawasan ini merupakan salah satu ikon Kota Palembang, yang kerap dikunjungi bukan hanya warga lokal.   Wisatawan asing dan domestik tidak jarang berkunjung ke sini.

Kesemrawutan parkir di BKB ini bukan hanya dari tata letak kendaraan yang parkir. Melainkan, banyak ditemukan juru parkir (jukir) liar. Akibatnya, tarif parkir tidak seragam. Pengunjung kerap diminta tarif parkir Rp5 ribu untuk motor, dan Rp10 ribu untuk mobil.

Pj Walikota Palembang, Akhmad Najib mengimbau kepada masyarakat yang diminta tarif parkir tidak wajar di  BKB agar melapor atau menolak permintaan juru parkir. Pernyataan tersebut disampaikan Pj Walikota karena banyak keluhan masyarakat yang berkunjung ke BKB diminta biaya parkir tidak wajar.

“Saya sudah mengumpulkan Tim Satgas, untuk menertibkan juru parkir yang tidak bertanggung jawab,” tegas Najib.

Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak sungkan untuk menolak tarif parkir yang tidak wajar oleh juru parkir. “Titik parkir yang cukup ramai dan banyak dikeluhkan masyarakat yakni di Benteng Kuto Besak,” ujarnya.

Lanjut dia, memang tim satgas yang terdiri dari Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan sudah berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri, tetapi masih ada oknum yang tidak bertanggungjawab yang masih melanggar.

“Saya minta pada tim, jika masih menemukan pemungut parkir yang melebihi ketentuan, jangan segan-segan untuk ditindak tegas,” terangnya.

Lanjut Najib, sebagai contoh ada yang memungut parkir sepeda motor Rp5 ribu, segara laporkan ke posko-posko yang sudah disiapkan. “Terkadang mereka tidak berani saja, seharusnya masyarakat jangan segan-segan untuk menolak,” tambahnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses