Jangan Terganggu Aktifitas

Jangan Terganggu Aktifitas
Posted by:

 

 

PALEMBANG  – Pelaksaan simulasi buka tutup arus kendaraan dari dan menuju Jembatan Ampera oleh Satlantas Polresta Palembang dan Dishub Kota Palembang, membuat warga yang berada di seberang ulu dan sebaliknya menjadi cemas.

Warga yang takut akan terjadinya pengalihan bahkan penutupan lebih memilih untuk pergi pagi untuk menghindari pengalihan tersebut. Baik untuk berangkat kerja ataupun mengantar anaknya pergi sekolah.

Yusilah (55), salah satu warga Plaju Palembang, mengaku lebih memilih untuk berangkat pagi untuk berangkat pergi bekerja. “Saya lebih baik pergi pagi, daripada harus terjebak macet akibat pengalihan arus ini,” ungkapnya kepada Palembang Pos. Senin (13/8/18) pagi.

Senada disampaikan Andra (38) pengguna sepeda motor warga Kertapati Palembang, yang juga memilih untuk berangkat pagi untuk sampai ditempatnya bekerja yang berada di kawasan Tanjung api-api. “Lebih baik saya berangkat pagi dari pada harus melintas melalui musi 2,” ungkapnya.

Dalam pengalihan yang dilakukan Satlantas Polresta Palembang dan Dishub Kota Palembang tidak ditemukan kendala yang berarti. Dimana arus kendaraan terlihat masih bergerak meski lamban.

Pantauan Palembang Pos dipangkal Jembatan Ampera 7 Ulu seperti yang diprediksi sebelumnya sempat terjadi penumpukan dari arah Seberang Ulu dan arah Fly Over Jakabaring. Sebaliknya, kendaraan dari arah Bundaran Air Mancur (BAM) dan jalan jenderal Sudirman menuju Seberang Ulu dan Jakabaring terpantau lancar.

Sedangkan Kasat Lantas Polresta Palembang mengatakan masih banyak masyarakat yang belum mengerti dengan adanya pengalihan tersebut. Tak hanya itu, banyak juga beberapa masyarakat yang mengatakan belum ada sosialisasi dan padahal pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelum pihaknya melakukan pengalihan arus.

“Untuk hasil tadi pagi, beberapa ruas jalan kita lakukan pengalihan  arus, kemudian masih ada masyarakat yang belum mengerti dengan adanya pengalihan arus tersebut,” singkatnya. Sementara itu, anggota DPRD Palembang asal Partai Golkar Lailata Ridha mengatakan, simulasi penutupan jalan yang akan dimantapkan saat even Asian Games 2018 memang bertujuan untuk memperlancar lalulintas.

“Namun hendaknya juda dicari jalur alternative yang tidak menganggu aktifitas warga sehari-hari. Artinya jangan sampai menganggu aktifitas warga misalnya yang akan pergi ke kantor, anak yang akan pergi ke sekolah dan lain-lain,” ujar Lailata.

Dengan dicari alternative jalur yang pas lanjut Lailata maka,  tidak hanya memperlancar layanan transportasi selama even Asian Games 2018, namun juga tidak menganggu aktifitas masyarakat. Senada dilontarkan Syarifuddin, anggota DPRD Palembang lainnya. Politisi asal NasDem ini mengatakan, dirinya mendukung apapun upaya untuk menertibkan lalulintas. “Namun hendaknya dievaluasi secara menyeluruh dan matang sehingga semua pihak tidak merasa dirugikan. (cw06/rob)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses