Janji Persingkat Birokrasi

Janji Persingkat Birokrasi
Calon Bupati Dodi Reza saat berkunjung ke desa di Kecamatan Sungai Keruh Kemarin. foto romi.
Posted by:

Dodi Belum Tertarik Maju Pilgub

Sekayu,- Dinilai lebih tepat sasaran, Calon Bupati Muba, Dodi Reza Alex lebih memilih kampanye secara dialogis. Kali ini, putra Gubernur Sumsel H Alex Noerddin itu memilih Desa Kertayu, Sungai Keruh, sebagai lokasi kampanye untuk hari Senin (19/12). Disini, anggota DPR RI itu mengatakan kalau dirinya tidak hanya akan menjadikan Desa Kertayu, Sungai Keruh sebagai desa percontohan, akan tetapi dirinya juga akan mempersingkat birokrasi, sehingga semua urusan bisa cepat diselesaikan.

“Di Sungai Keruh ini, saya seperti pulang ke rumah sendiri. Pertama merasa nyaman kedua memang silaturahmi terus terjalin, “Kata Dodi saat kampanye dialogis kemarin di Desa Kertayu.

Didepan warga, Dodi menegaskan kalau dirinya sangat dekat dengan desa ini. “Bak angkatku wong Sungai Keruh. Jadi aku kesini nak ndengo mano yang nak dimajuke. Jadi aku la ngraso tadi jalan ke sini jalan memang agak bergoyang. Agek mulus, bagus. Sungai Keruh rumah aku harus diprioritaskan. Tahun pertama jika aku terpilih kito benahi lebih bagus. Ini bukan janji tapi niat baik ku yang tetap aku lajuke saat bupati Muba nanti. Deso aku, Sungai Keruh ini harus jadi contoh. “Ungkapnya

Untuk memudahkan jalannya pembangunan Dodi bahkan akan mempersingkat birokrasi. “Aku tempatke staf khusus untuk Sungai Keruh, biar langsung ke bupati. Kito pendekke birokrasi. Kampanye nak sejuk, teduh, jangan sling sakiti. Kita jadi ke birokrasi lebih singkat lebih efisien. Aku dak galak dusun aku dewek kalah atau lebih jelek dari dusun wong. Tahun pertama pembangunan dan perbaikan jalan jadi prioritasku. Ini infrastruktur adalah nomor satu, prioritasku nomor satu. Nah makmano aku nak langsung nyalon gubernur kalau aku masih nak bangun Sungai Keruh dulu. Kito langsung berlari. Berlari membangun bukan lari nak kemano,” jelasnya.

Kampanye kedua Jembatan Gantung. Dodi meyakinkan warga jika dirinya terpilih Jirak akan dimekarkan jadi kecamatan baru sesuai aturan. “Agek aku ado paling depan buat mewujudkan kecamatan Jirak. Tujuannya apo? Mendekatkan pelayanan untuk masyarakat melayani warga lebih mudah. Nanti insya allah kalau aku jadi bupatinyo aku meresmikannyo.Sehingga warga mudah meraih pendidikan yang baik, pengobatan lebih baik. Muba bukan saja maju kembali tapi maju untuk berjaya kembali.”Imbuhnya

Sementara itu Siswanto, wakil warga Talang Simpang dan Rukun Rahayu ingin pemekaran kecamatan Jirak terwujud. Kami bukan takut minyak naik tapi kami takut portal. Satu portal lima ribu padahal dari Rukun Rahayu melewati 9 jembatan yang ada portalnya dan setiap pengendara dipungut biaya sukarela. Jadi kasarnya sekali jalan ke habis enam puluh ribu rupiah sedangkan harga karet hanya Rp 6 ribu perkilogram. (Omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses