Jokowi Sebut Kapan Reshuffle Kabinet

Jokowi Sebut Kapan Reshuffle Kabinet
Joko Widodo, Presiden RI.
Posted by:

JAKARTA – Presiden Joko Widodo sudah berulang kali menegaskan belum berencana melakukan perombakan Kabinet Kerja. Namun, banyak pihak tetap mempertanyakan hal tersebut. Ketika ditanya lagi pertanyaan terkait kapan reshuffle, pria yang akrab disapa Jokowi itu hanya tersenyum.
“Bisa bulan satu, bulan dua, bulan tiga, bulan empat. Terus,” katanya penuh canda, di Istana Negara, Jumat (8/1). Jokowi kemudian berkelit, memilih tidak menjawab pertanyaan awak media massa terkait hal tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan rumor reshuffle itu tidak benar. Dia memastikan, rumor itu tidak penting sehingga tidak ditanggapi Istana. “Biasanya yang sebar rumor itu ingin jadi menteri. Tapi yang kepengin begitu pasti enggak kesampaian (jadi menteri). Dijamin itu,” kata Pramono.
Terpisah, presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan para relawan pendukungnya Kamis (7/1) di Istana Negara. Dalam pertemuan sembari makan siang itu, ada 30 relawan dari 15 elemen organisasi yang hadir untuk berbincang-bincang dengan presiden yang kondang disapa dengan nama Jokowi itu.
Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Osmar Tanjung yang ikut hadir pada pertemuan itu menuturkan, presiden yang juga politikus PDI Perjuangan itu sempat menyinggung kinerja para menteri di Kabinet Kerja. Keluhan Jokowi adalah masih adanya menteri yang belum sepenuhnya menjalankan program sesuai Nawacita, bahkan ada yang sudah 1 tahun 3 bulan bekerja tapi belum menunjukkan hasil.
Osmar menjelaskan, dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Alimisbat, Projo, Pospera, dan sejumlah elemen lainnya itu, Jokowi meminta organisasi relawan memantau kinerja para menteri. “Banyak menteri yang takut mengambil tindakan di kementriannya walau pemerintahan sudah berjalan setahun lebih. Jadi, mana yang sesuai Nawacita dan mana yang tidak sesuai, silakan monitoring dan berikan laporan ke presiden,” kata Osmar melalui layanan pesan singkat, Jumat (8/1).
Osmar yang juga pengurus Komite Penyelamat Nawacita (KPN) itu menambahkan, monitoring atas para menteri itu penting demi perbaikan kinerja pemerintahan. “Bahkan menteri yang tidak berprestasi, yang nyaris tanpa progres, kurang berani melawan pemburu rente, akan dipertimbangkan untuk diganti,” sambung Osmar.
Lebih lanjut Osmar menirukan pesan Jokowi tentang perlunya memantau program-progam dan proyek-proyek di kementerian saat ini. Selain untuk memastikan program dan proyek kementerian agar sejalan dengan Nawacita, pemantauan itu juga untuk memacu kinerja. “Setahun kok masih CNN (cuma nengok-nengok, red) tanpa berani ambil tindakan dan keputusan, pecat saja menterinya,” kata Osmar.
Meski demikian Jokowi juga menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan kewenangannya sepenuhnya. Menurut Osmar, bekas gubernur DKI Jakarta itu tak mau didikte dalam merombak kabinet.
“Dengan tegas Pak Jokowi menyatakan bahwa reshuffle urusan saya, itu prinsip! Presiden tidak mau didikte oleh siapa saja karena reshuffle hak prerogatif presiden. Silakan yang lain minggir dulu,” kata Osmar menirukan Jokowi.
Selain membahas tentang kinerja menteri, pertemuan itu juga menyinggung pemerintahan saat ini dalam membangun infratsruktur dan persiapan menghadapi pasar bebas. Untuk pembangunan listrik, jalan dan perumahan, kata Osmar, pemerintah akan berupaya mewujudkan visi Nawacita.
Sedangkan untuk persiapan pasar bebas, Jokowi justru menyemangati para relawan agar tidak pesimistis dalam menghadapinya. “Ini jaman kompetisi, kita harus menghadapinya dan untuk itu jangan takut. Presiden sangat memahami karakter masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi yakin kita sebagai bangsa yang biasa berjuang bisa menghadapi tantangan pasar bebas,” pungkasnya.

#JK Makan Siang Bareng Megawati
Di sisi lain, presiden Joko Widodo Jumat (8/1) ditinggal sendirian. Saat memimpin rapat terbatas terkait Pola Operasi Bandara Enclave Sipil di kantor kepresidenan, presiden yang senang dipanggil Jokowi ini hanya sendiri, tak terlihat Wakil Presiden Jusuf Kalla yang biasa mendampinginya.
Kursi JK, sapaan wapres, di sebelah Jokowi terlihat kosong. JK ternyata tidak ikut ratas karena bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Pak JK lagi makan siang bersama Ibu Megawati,” ujar Seskab Pramono Anung di kantor kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/1).
Pramono mengaku, tidak mengetahui tempat kedua tokoh itu bertemu dengan dan makan siang bersama. “Apa yang keduanya bahas, saya enggak tahu. Hanya keduanya yang tahu,” imbuh pria yang akrab disapa Mas Pram itu. Pramono mengatakan, Jokowi memang tidak makan bersama keduanya karena harus memimpin rapat terbatas yang sudah terjadwal.

#Johan Budi Sudah Siap
Sementara itu, siapa yang bakal jadi Juru Bicara Kepresidenan masih belum jelas. Bahkan, apakah posisi itu dibutuhkan Presiden Joko Widodo atau tidak pun, tak ada yang tahu.
Namun bola sudah terlanjur bergulir. Beberapa hari terakhir, nama Johan Budi Sapto Prabowo santer disebut-sebut akan dipinang Istana, menjadi jubir kepresidenan setelah tak aktif lagi di KPK. Pada dasarnya, Johan Budi mengaku siap!.
Namun, dia mau melihat dulu apa sebenarnya tugas seorang jubir kepresidenan itu. “Kalau saya tentu siap membantu Pak Presiden Jokowi kalau diminta jadi jubir. Tapi kan saya harus tahu dulu tugas jubir seperti apa,” kata Johan di sela-sela memenuhi undangan induksi dengan pimpinan baru KPK, di kantor KPK, Jumat (8/1) malam.
Dia mengatakan memang ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. “Jubir KPK mungkin sangat beda dengan jubir presiden,” tuturnya. Sejauh ini, kata Johan belum ada permintaan dari presiden secara resmi. Dia pun belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi membicarakan persoalan itu. “Waktu melayat ke tempat Pak Pram (Seskab Pramono Anung) cuma sempat lihat Pak Presiden,” kilah Johan. (flo/boy/ara/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses