Jual BBM Pakai Jeriken, Sehari Bisa Dua Kali Angkut

Jual BBM Pakai Jeriken, Sehari Bisa Dua Kali Angkut
SPBU Coco Pertamina mengawasi ketat penjualan BBM, dan tidak mengizinkan penjualan dengan jeriken. Foto : Koer/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Aturan Pertamina kepada sejumlah SPBU di Indonesia yang melarang menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar kepada konsumen dengan menggunakan jeriken dan drum, nampaknya masih kerap dilanggar oleh beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Di Kota Palembang misalnya, meskipun mereka sudah mengetahui adanya larangan resmi tersebut, tak membuat para SPBU ini takut untuk melayani pembelian dengan jeriken. “Mereka kan belinya sama saja, harganya dengan pengendara lain. Kita serba salah mau tidak dilayani mereka memaksa dilayani kita melanggar aturan,” terang Agung, salah satu petugas SPBU di kawasan pinggiran kota.

Menurut Agung, penjualan menggunakan dirigen banyak dilakukan di SPBU tempatnya bekerja. Biasanya pembeli yang menggunakan jeriken mengangkutnya dengan mobil minibus agar tak terlalu mencolok pengendara lain.

“Bahkan pembelian menggunakan jeriken ini selalu melakukan transaksi menjelang fajar, sekitar pukul 02.00 WIB hingga 04.00 WIB,” beber Agung blak-blakan.

Agung mengaku, jika konsumen yang membeli menggunakan jeriken tersebut kebanyakan warga luar daerah, dan daerah pinggiran. “Kebanyakan mereka beli ngaku buat dijual lagi didaerahnya masing-masing dengan harga yang lebih tinggi perliternya,” ungkap Agung.

Sementara Dunia (44) salah satu pembeli BBM dengan jeriken mengaku, mampu meraup untung ratusan ribu perhari dari BBM dagangannya, baik solar maupun bensin. Sedangkan mengenai peraturan Pertamina tentang larangan itu ia mengaku tak mau tahu.

“Saya tahu ada peraturan yang melarang kita membeli BBM dengan jeriken, tapi alasannya apa. Sebab kita membeli ke SPBU dengan harga normal, sama dengan harga pengendara lainnya, dan itu menurut saya tindakan normal dan tak merugikan siapapun,” terang Dunia.

Selain membeli di kawasan SPBU Musi II, Dunia mengaku, juga kerap membeli BBM di SPBU lain di tengah kota. Meskipun di tengah kota, SPBU ini terbilang sangat aman, sebab yang membeli disana sering menggunakan jeriken yang diangkut dengan mobil minibus. Dunia tak pernah tertangkap atau mendapatkan tindakan oleh aparat terkait.

”Selama ini aman-aman saja, tak ada petugas yang menindak. Bahkan saya bisa membeli dua kali dengan muatan yang sama dalam sehari untuk dijual lagi,” tukasnya. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses