Junjung Solidaritas, Tetap Cinta Power Metal

Junjung Solidaritas, Tetap Cinta Power Metal
PMFC Palembang saat kopdar di Om Ndut Cafe. Foto: Poetra/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Pecinta musik rock mana yang tak kenal  dengan group band rock Indonesia ini. Eksis mengusung Heavy Metal hingga kini, membuat Power Metal tetap dicintai ribuan penggemarnya.
Di Palembang misalnya, para penggemar Power Metal, menamakan diri Power Metal Fans Club (PMFC) Palembang. Komunitas ini mengaku sebagai pecinta berat band rock cadas tersebut.
”Kami sangat mencintai Power Metal. Meskipun banyak band rock lainnya, power metal bagi kami sangat spesial dan mempunyai arti lebih terutama dalam setiap syair lagunya,”jelas Archi (25) salah satu anggota komunitas metal ini.
Menurut Archi, dirinya sudah menggilai Power Metal sejak duduk dibangku SMP. ”Power Metal bukan band baru, mereka salah satu grup musik rock yang melegenda, bisa juga dibilang legenda hidup speed metal indonesia,” terang Archi.
Sekarang, lanjut Archi, ada sekitar 30 orang anggota komunitas yang aktif, dan diketuai oleh Rendizzy  yang saat ini bermarkas atau ber bascamp di Om Ndut Cafe Di Jl Basuki Rahmat, yang merupakan salah satu cafe yang juga menjadi barometer musik di kota Palembang.
Selain Archi, ada juga Martha. Karyawan swasta ini juga sangat menggilai Power Metal sejak lama. ”Bagi saya power metal itu band yang dapat menjadi panutan kita sebagai anak muda, terutama kekompakan dan solidaritas mereka serta selalu rendah diri pada penggemarnya,” terang Martha yang mengaku pernah bertemu langsung dengan group band kesayangnya itu.
Sementara itu, Dadi power metal (Pomet) selaku jajaran dari managemen Power Metal pusat, saat berkunjung ke Om Ndut Cafe mengaku, sangat senang dengan antusias anak muda penggemar power metal. Bahkan dirinya berharap akan ada kesempatan dimana power metal yang beranggotakan Arul Efansyah vocal, Ipung gitar, Baba bass, Eko drum, dapat tampil kembali di kota Palembang, guna menyapa dan mengobati rasa rindu para penggemarnya.
”Palembang bagi Power Metal seperti kampung sendiri, mereka pernah menyampaikan ke saya kalau ingin sekali manggung di Palembang karena sudah berpuluh-puluh tahun, kalau tidak salah tahun 90 an saat tour Raksasa Goodblass mereka disini,”jelas Dadi.
 Sedikit membocorkan, lanjut Dadi dalam waktu dekat Power Metal akan meluncurkan album terbaru yang bertajuk album Power Gold Album atau Power X (sepuluh, red).
”90 persen tetap mengusung speed metal, pokoknya album kali ini benar benar sudah di persiapkan untuk mewngobati kerinduan penggekar akan power metal,” tukas Dadi.
Untuk diketahui, Power Metal adalah band beraliran Heavy Metal yang berasal dari Indonesia. Power Metal pertama kali dibentuk dengan nama Power Band dengan formasi awal Totty M (vokal), Ipunk (gitar), Pras Hadi (bass), Raymond (keyboard), dan Mugix (drum).
Namun formasi tersebut berubah dengan digantikannya posisi vokal oleh Pungky Deaz dan bass oleh Hendix Sanada dan selain itu nama bandnya pun berubah menjadi Power Metal.
Sebelum menjelajahi dunia rekaman, dalam aksi panggungnya grup ini sering membawakan lagu-lagu Metallica, Anthrax, Helloween, Loudness atau Yngwie Malmsteen. Belum genap setahun dibentuk, grup band ini sudah menunjukan prestasi cukup membanggakan, antara lain dengan keherhasilannya menyabet juara pertama Festival Rock Remaja se-Jawa Timur di Lumajang (1987).
Disusul tahun berikutnya meningkat jadi juara pertama Festival Rock se-Jawa di Kediri (1988). Prestasi ini dianggap belum cukup, masih ada satu event festival yang jadi targetnya, yaitu Festival Rock se-Indonesia-nya Log Zhelebour, obsesi Power Metal terbesar saat itu.
Menjadi juara di ajang Festival Rock se-Indonesia Log Zhelebour adalah salah satu obsesi tertinggi Power Metal. Alhasil, dalam Festival Rock se-Indonesia V (1989), Power Metal menjadi juara. Selain itu Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist.
Waktu itu Power Metal sama sekali tidak menyangka bisa jadi juara. Grup band yang dianggap rival terberatnya saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses