Juwandi, Tewas Setelah Ditembak Kaki

Juwandi, Tewas Setelah Ditembak Kaki
Posted by:

##Pihak Keluarga Lapor Propam

PALEMBANG – Juwandi (32), warga Jalan KH Azhari Lorong Keramat Kelurahan 5 Ulu Palembang menghembuskan nafas terakhir, setelah diterjang sebutir timah panas Tim Buser Polsekta Seberang Ulu (SU) I Palembang.
Sebelumnya, Juwandi menjadi bulan-bulanan massa setelah tepergok hendak mencuri sepeda motor di Pasar 10 Ulu, Minggu (29/04/18), sekitar pukul 09.10 WIB.
Juwandi menghembuskan nafas terakhir setelah sebutir timah panas polisi bersarang di kaki kanannya. Tersangka ditembak karena berusaha kabur saat petugas berupaya melakukan pengembangan kasusnya, guna mecari rekan tersangka yang berinisial AG yang berhasil meloloskan diri saat melakukan aksinya.
Dugaan lain tewasnya tersangka karena penyakit asmanya kambuh sehingga saat itu tersangka anfal dan nyawanya tak dapat lagi diselamatkan. Video aksi saat tersangka menjadi bulan-bulanan warga pun sempat beredar di media sosial, sebelum akhirnya diamankan petugas dari Posek SU I Palembang.
Dalam aksi percobaan pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh tersangka Juwandi dan rekannya AG yang masih dalam kejaran petugas dilakukan ketika kondisi Pasar 10 Ulu dalam keadaan ramai. Saat itu, tersangka mengincar sebuah sepeda motor yang sedang terparkir di depan pasar.
Namun nahas yang dialami oleh tersangka, saat akan melakukan aksi pencurian sepeda motor dengan menggunakan kunci T, aksinya diketahui oleh salah seorang warga yang kebetulan tengah melintas di lokasi. Tak ayal, tersangka menjadi bulan-bulanan warga yang berang dengan ulahnya.
Pukulan, tendangan, bahkan benda-benda tumpul pun menghujami tubuh tersangka sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan Pasar 10 Ulu di dalam pos sembari menunggu kedatangan petugas Polsek SU I.
Tak lama kemudian personel dari Polsek SU I tiba di lokasi dan mengevakuasi tersangka dari dalam pos keamanan pasar 10 Ulu, di mana saat itu kondisi tersangka sudah dalam keadaan lemah serta mengeluarkan darah dari tubuhnya akibat di massa.
Saat itu juga tersangka langsung digiring petugas menuju Polsek SU I. Sebelum sempat diminta keterangan perihal barang bukti kunci T dan rekannya AG, menurut polisi, tersangka berupaya kabur. Dengan terpaksa polisi memberikan tindakan tegas dan terukur dengan mengarahkan tembakan ke kaki kanan hingga membuat tersangka jatuh tersungkur ke tanah.
Sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel nyawa tersangka yang pada saat itu asmanya kambuh tak dapat diselamatkan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Namun, kematian tersangka dianggap oleh pihak keluarga ada kejanggalan. Diungkapkan oleh kakak kandung tersangka, Dedi, saat ditemui di rumah duka, kemarin.
Menurut Dedi, pihak keluarga baru mendapatkan kabar dari pihak kepolisian Polsek SU I sekitar pukul 16.00 WIB, setelah tersangka sudah tewas dan jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara.
“Kami kaget karena katanya sebelum diamankan di Polsek SUI kondisinya sudah dalam keadaan lemas karena diamuk massa,” ujarnya.
Diakui Dedi, kalau adiknya memiliki riwayat penyakit asma. “Dia (Juwandi) memang ada riwayat penyakit asma Pak, akan tetapi kami tetap tidak puas dan mempertanyakan kenapa sampai dia bisa meninggal,” tanya Dedi
Sedangkan Nilawati (43) salah satu keluarga korban bersama dengan keluarga lainnya mendatangi Propam Polresta Palembang guna untuk membuat laporan perihal meninggalnya tersangka.
“Kami meminta keadilan karena dia pada saat kejadian sudah diamuk masa. Polisi seharusnya menyelamatkannya bukan untuk ditembak,” katanya saat ditemui di depam ruang Propam Polresta Palembang, kemarin.
Sambungnya, pada saat kejadian tersangka sudah dimassa, seharusnya polisi jangan langsung menembaknya, sehingga tak terjadi hal seperti ini. “Saat hendak membuat laporan, kami diminta untuk melengkapi berkas dahulu seperti foto bekas luka tembak, luka memar dan kami berharap dengan adanya laporan kami nanti dapat ditindak lanjuti,” harapnya.
Sementara, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat dikonfirmasi awak media, mengaku belum mengetahui secara pasti perihal penyebab kematian dari tersangka ini.
“Memang bakal kita release segera, laporannya banyak masih disusun sampai saat ini,” singkatnya. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses