Kaca Mobil Retak, Cabup Lapor Polisi

Kaca Mobil Retak, Cabup Lapor Polisi
Posted by:

LAHAT – Iring-iringan mobil yang ditumpangi Cabup Lahat Cik Ujang SH, usai menggelar kampanye dialogis di Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Barat, Minggu (18/3/18), sekitar pukul 15.00 WIB, mendadak berhenti di wilayah Desa Saung Naga, Kikim Barat.
Pasalnya, sopir dan penumpang, termasuk Cik Ujang, yang berada dalam mobil Mitsubishi Pajero Sport warna putih, mendengar letusan kecil, seperti korek api meledak. Isi mobil tersebut langsung keluar untuk memastikan apa yang terjadi. Setelah dicari, ternyata kaca depan sebelah kiri retak. Belum diketahui dengan jelas penyebab retak itu, meski ada dugaan akibat tembakan.
“Posisi mobil ada pada iringan kedua. Total mobil kompoi ada lima, paling depan mobil duble kabin,” kata Toto Pranoto, sopir mobil milik Cik Ujang, dengan nopol Bg 486 EB itu.
Bentuk retak terdapat lingkaran bulat. Lokasi kejadian merupakan perkebunan kelapa sawit. Sehingga tidak ada saksi mata yang melihat dari luar mobil. Namun, lantaran merasa ada yang tidak beres, kejadian itu dilaporkan ke Polres Lahat. “Kami nginap disana (Sidomakmur), Sabtu sore berangkat dari Lahat, waktu kejadian rencana hendak pulang,” kata Toto.
Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasatrekrim, AKP Ginanjar SIK mengatakan, sudah melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, kesimpulan sementara, retak pada kaca mobil Cabup Lahat yang berpasangan dengan H Haryanto SE MM itu, disebabkan batu. “Bila disebabkan peluru, sudah pasti tembus,” jelas Ginanjar.
Ginanjar menjelaskan, hasil olah TKP juga, bila itu ditembak, peluru dipastikan tembus. Apalagi di depan mobil tersebut terdapat mobil lain, yang bisa menyebabkan kerikil atau batu terlempar. “Namun kami terus menyelidiki,” kata Ginanjar.
Ketua Panwaslu Lahat, Sepsata Adrian mengatakan, Cik Ujang melalui kuasa hukum berkoordinasi kepada Panwaslu Lahat. Namun dari hasil kajian bahwa tidak ada unsur pelanggaran pilkada. “Karena unsurnya harus ada pelapor dan terlapor. Ini terlapornya kita tidak tahu sehingga sulit membuktika apakah itu pelanggaran pemilu atau bukan,” ujar Sepsata.
Pihaknya menganggap bahwa hal tersebut ialah kejadian biasa bukan pelanggaran pemilu. “Apalagi materi seperti pelarangan kamapanye, dan yang lainnya belum bisa dibuktikan jadi kita serahkan ke polisi,” tambahnya.
Sementara H Haryanto menyatakan, meski berbagai dugaan muncul atas kejadian itu, tidak mengurangi aktivitas kampanye dialogis pasangan nomor urut tiga itu. “Saat kejadian kebetulan saya rida ikut. Untuk menemui masyarakat, justru kami makin semangat pasca kejadian,” ujar mantan Sekda Lahat ini. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses