Kadir Tewas di Belakang Trans Mart

Kadir Tewas di Belakang Trans Mart
Jenazah korban saat berada di Masjid Jamiul Khoirot
Posted by:

PALEMBANG – Aksi pengeroyokan dilakukan empat orang lebih, berujung maut dialami Abdul Kadir Zailani (37). Warga Jalan Cempako Dalam, Lorong Masjid Ikmal, Kecamatan Ilir Barat I, tewas dengan 7 liang tusukan disertai luka sayatan, mulai belakang wajah kiri, pinggang belakang kanan dan kiri, di leher, telinga dan bahunya.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi Minggu (22/10) sekitar pukul 13.30 WIB, di Jalan A Rivai, Lorong Nilam, disamping Kantor Pos, yang berada di belakang pusat perbelanjaan baru Trans Mart, di Kecamatan Ilir Barat I.

Siang itu, awalnya Kadir keseharianya sebagai juru parkir di sekitar pusat perbelanjaan terbilang baru itu.
Kadir yang sedang mangatur keluar masuk kendaraan, tidak menyangka akan diserang para pelaku yang datang dengan mengendarai sepeda motor. Para pelaku tanpa banyak cincong lagi langsung mengeroyok, dengan dua diantaranya menghujani korban dari belakang dengan tikaman pisau secara membabi buta.

“Habis nusuk itu langsung kabur tancap gas pak. Jadi korban (Kadir) lagi ngatur parkir terus dikeroyok tidak banyak omongan pelaku itu,”ujar salah seorang pedagang kaki lima disana. Tidak lama berlalu, Akhirul (43) kakak korban yang mendengar ada keributan itu lekas datang, melihat sang adik sudah terkapar dengan cepat menyelamatkannya menggunakan motor menuju RS AK Gani Palembang.

Namun karena luka dideritanya terlampau parah hingga banyak mengeluarkan darah, korban Kadir pun meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Di jalan tempat banyak darah, tapi tidak ada yang bantu. Waktu datang, sempat berpapasan dengan pelaku dengan ada bercak darah di kepalanya,” ujar Akhirul.

Terkait penyebab kematian sang adik, Akhirul mengatakan sudah ada firasat tidak beras sebelumnya terhadap sang adik.
Karena adiknya sempat ribut dahulu dengan orang berinisial M, setelah ribut lalu pergi. Setelah keributan itu, kini adiknya jadi sasaran pengeroyokan yang berujung penganiayaan berat.

Kahirul (43) mengatakan pula, kejadian itu diketahuinya waktu lagi jalan saja dekat di lokasi, terlihat ada keributan di lahan parkir poisisnya di luar mall Trans Mart. Sebelumnya kejadian, dikatakannya ia sempat cekcok dengan salah seorang yang ingin jaga parkir dilokasi itu.

“Aku pernah cekcok dengan seseorang yang datang mau jaga parkir disana. Nah sekarang adek aku yang diserang, aku yakin karena kejadian itulah masalahnya,” timpalnya.

Keterangan adik bungsu korban Linda (48) saat berada di RS AK Gani mengatakan, kakaknya bekerja sebagai juru parkir. “Sebelumnya memang jaga parkir di Lumban, nah sejak Trans Mart buka, kakak pindah jaga parkir disana, karena pulang di dekat jaga parkir yang sekarang,” ujarnya.

Dari keterangan warga sekitar, kadir dan kakaknya, diketahui memang penjaga parkir, biasa jaga di kawasan Lumban Tirta dan sekitar Jalan Radial. Kadir dan keluarganya yang tinggal di Jalan Radial sudah lama melakoni profesi itu. “Kakak baradik banyak jaga parkir dek, bisa saja ada yang tidak senang dapat lahan disana. Yang kami dengar mereka itu kebal, tapi namanya manusia kita tidak tahu,” ungkapnya.

Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Handoko Sanjaya SIK didampingi Kanit Reskrim Ipda Ihsan SH menegaskan adanya insiden penusukan penjaga parkir di belakang Trans Mart, di Jalan Radial, pihaknya telah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti.
“Secepatnya kita ungkap kasus ini. Saat ini kita kumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses