Kalapas Diduga Cabuli Istri Napi

Kalapas Diduga Cabuli Istri Napi
Posted by:

Didalam Mobil Dinas

Kayuagung, Palembang Pos.-
Kalapas Klas IIIA Kayuagung Ronald (43), tampaknya bakal tersandung kasus hukum. Ia dilaporkan ke SPK Polres OKI, karena diduga mencabuli istri salah satu narapidana (Napi) Lapas Kayuagung, Rabu (29/01). Adapun pelapor atau korban berinisial EY (26), warga Lorong Gotong Royong IV, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang.
Menurut pelapor dalam laporannya dengan nomor polisi: LP/B 26/I/2014/Sumsel/Res OKI, tertanggal 29 Januari 2014, bahwa terlapor Ronald diduga mencabulinya dengan cara mencium dan memegang tubuhnya ketika berada dalam mobil dinas terlapor. Dugaan pencabulan itu terjadi, taggal 22 Januari 2014, sekitar pukul 13.30 WIB, di Jalan Sepucuk, Kayuagung.
Dikatakan pelapor, suaminya salah seorang napi Lapas Kayuagug, baru dua bulan dipindahkan dari Lapas Tanjung Raja, karena kasus narkoba dengan hukuman 6 tahun penjara. Seperti biasa, pelapor setiap hari membesuk suaminya di Lapas, sekadar bertemu dan membawa makanan. Saat kejadian, pelapor baru pulang besuk suaminya.
Diluar Lapas sembari menunggu jemputan keluarganya, pelapor didatangi terlapor, mengajak pulang bersama dengan menaiki mobil dinas terlapor. Pelapor tak curiga, hingga mau naik mobil terlapor. Dipersimpangan depan Lapas, terlapor bukannya mengarahkan mobil ke Kota Kayuagung, melainkan mengarah ke Jalan Sepucuk, Kayuagung.
Pelapor sempat bertanya mengapa dibawa ke tempat itu, dan meminta diantar pulang. Namun, terlapor mengatakan, jika ingin diantar pulang, maka terlapor diduga minta dicium terlebih dahulu oleh pelapor. “Saya takut Pak, lokasinya sepi dan saya tidak tahu itu dimana. Karena dia (terlapor,red) tidak mau memutar mobilnya, kalau tidak dicium. Akhirnya saya menuruti saja, dia kemudian mencium pipi saya,” jelas pelapor.
Setelah itu, terlapor juga diduga sempat memegang bagian sensitif tubuh korban, meski pelapor sempat menolak. “Saya menolaknya, setelah itu saya diantar dan diturunkan ditengah jalan. Kemudian saya naik ojek pulang ke rumah,” ungkap pelapor.
Beberapa hari kemudian, terlapor berulangkali menelepon pelapor dengan nada pembicaraan tak senonoh dan tidak patas. Makanya, setelah berembug dengan keluarga, pelapor melaporkan kasusnya ke Mapolres OKI. “Saya ada rekamannya, saya minta keadilan dan proses hukum terhadap Kalapas,” katanya.
Diceritakannya, sejak awal memang Kalapas sudah memiliki gelagat tidak baik, dan beberapa kali berusaha meminta nomor Hp pelapor, dengan alasan untuk mempermudah koordinasi, jika suaminya didalam sel memerlukan sesuatu. “Memang saya sebelumnya sempat meminta agar dapat diberikan fasilitas lebih baik kepada suami saya, seperti saat berada di Lapas Tanjung Raja, seperti kipas angin,” urainya.
Karena pelapor menolak memberikan nomor Hp, akhirnya Kalapas memperlakukannya tidak adil dengan cara mengurangi jam besuk, meskipun masih dalam waktu kunjungan, sehingga komunikasi dengan suaminya menjadi terbatas. “Kalapas itu memberikan nomornya kepada saya agar ditelepon, hingga sering kali saya ditelepon dengan ucapan tak senonoh,” tuturnya.
Menanggapi laporan itu, Kalapas Kayuagung Ronald, membantah jika dirinya mencabuli salah seorang istri napi yang dibinanya. Meskipun demikian, Ronald mengaku kenal dan tahu pelapor, karena sering membesuk suaminya bernama Candra itu. “Saya tidak pernah melakukannya, dan itu tidak benar. Suaminya bernama Candra baru dua bulan dipindahkan ke Lapas Kayuagung, karena kasus narkoba,” tegasnya.
Menurut Ronald, Pelapor sering kali meminta agar diberikan fasilitas lebih kepada suaminya didalam sel. Sementara pihak Lapas tidak bisa, karena akan memunculkan kecemburuan sosial terhadap napi lainnya, disamping memang tidak diperkenankan. “Sudah berulang kali meminta fasilitas lebih seperti kipas angin, tv, minta disediakan bilik asmara, saya ditelepon terus dan saya jadi pusing,” terangnya.
Mengenai laporan terhadap dirinya, Ronald mengatakan silakan saja, sebab siapa saja bisa dilaporkan. Namun demikian, tentu saja hal tersebut harus dibuktikan. “Siapapun bisa dilaporkan, tetapi tentu itu harus dibukikan,” tambahnya.
Sedangkan Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk, didampingi Kasat Reskrim AKP H Surachman SH, membenarkan laporan warga mengaku telah dilecehkan oleh Kalapas Kayuagung. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan, untuk proses lebih lanjut. “Laporannya sudah kita terima dan sedang kita lakukan pemeriksaan,” tegasnya. (cr04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses