Kandi : Saya Terpaksa Bunuh Bastari

Kandi : Saya Terpaksa Bunuh Bastari
Kandi menjalani pemeriksaan penyidik Pidum Polresta Palembang, Senin (16/10)
Posted by:

PALEMBANG – Hanya hitungan jam, Satreskrim Polresta Palembang berhasil menangkap Kandi (39) warga Jalan Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, pelaku penusukan yang mengakibatkan Bastari (30) keponakannya tewas dengan luka tusuk tembus kebagian dada sebelah kanan.

Kandi (pelaku, red) ditangkap saat berada di rumah kakak kandungnya tak jauh dari lokasi kejadian, tiga jam setelah aksi penusukan yang dilakukannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas mengelandangnya ke Mapolresta Palembang.

Saat ditemui di ruang piket Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, Kandi mengaku, dirinya terpaksa membunuh keponakannya karena membela diri. “Saya tak berniat membunuh dia (Bastari) karena istrinya itu keponakan saya,” ujar Kandi.

Kandi menjelaskan, sebelum terjadi peristiwa berdarah tersebut, Bastari (korban, red) mendatangi kediamannya ingin minta gaji usai bekerja sebagai penjaga malam di proyek jembatan di Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) selama 20 hari.

“Dia datang ke rumah menagih gajinya Rp 1,5 juta. Padahal dia baru bekerja selama 20 hari.” jelasnya.
Sambungnya, saat dirinya baru tiba di rumahnya. Korban datang langsung memukulnya dengan menggunakan balok. “Saya baru pulang ke rumah Pak, dia langsung memukul saya dengan balok diatas motor,” ungkapnya.

Diakuinya, saat itu dirinya mencoba menghindar dan mengelak dari pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan korban. Namun merasa terdesak dan nyawanya terancam dia pun melakukan perlawanan tanpa sengaja menemukan pisau diteras rumahnya dan langsung menusuk pisau tersebut kearah korban.

Masih dikatakannya, dirinya dan korban terlibat perkelahian sengit hingga membuat keduanya masuk ke got.
Melihat korban bersimbah darah, pelaku langsung meninggalkan korban. Namun, sebelum pergi dia sempat minta tolong kepada warga sekitar agar membawa korban ke rumah sakit terdekat.

“Saya meminta tolong kepada warga agar dia dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, saya pergi ke rumah kakak saya, tak tahu kalau dia sudah meninggal,” ujarnya, sambil menunjukan luka dijari dan telinganya akibat dipukul korban.

Di rumah kakaknya, lanjutnya, lantas menumpang mandi membersihkan diri‎ setelah terlibat perkelahian dengan keponakannya. Saat itu, ia masih berpikir untuk mengobati keponakannya. Ternyata, malam itu datang polisi dan langsung mengamankannya.

“Saya tidak kabur hanya menumpang membersihkan diri. Saya menyesal pak, tidak berniat untuk membunuh keponakan saya itu,” sesalnya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian tersebut.

“Peristiwa tersebut terjadi karena korban menagih upah usai bekerja sebagai penjaga malam. Kita jerat pasal 351 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegasnya. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses