Kantor KPU Diancam Bom

Kantor KPU Diancam Bom
Posted by:

## Simulasi Pengamanan Pilkada 2018
PALEMBANG – Suasana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang terasa mencekam. Pasalnya, ditemukan sosok benda mencurigakan yang diduga bom. Situasi semakin mencekam, karena bersamaan di Kantor KPU Kota Palembang sedang dilakukan tahapan perhitungan suara Pilkada Palembang.
Petugas KPU yang mengetahui adanya benda yang dicurigai sebagai bom langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas langsung menghubungi Satrimbob Polda Sumsel untuk memberitahu benda yang mencurigakan diduga bom tersebut.
Satbrimob pun langsung mendatangi Tempat Kejdaian Perkara (TKP) dan menurunkan tim penjinak bom (jibom). Tim jibom Satbrimobda Polda Sumsel yang dilengkapi dengan robot jibom bergerak, tak butuh lama Tim Jibom Satrimob pun berhasil meledakkan benda yang diketahui ternyata memang bom. Tak mau ambil resiko, Tim Jibom pun langsung meledakkan bom tersebut, yang mengeluarkan suara ledakan yang sangat keras.
Disisi lain, pasangan kepala daerah yang hendak menuju kediamannya usai mencoblos, pasangan calon kepala daerah ini dicegat oleh orang yang tidak dikenal. Mereka langsung mengeluarkan senjata api.
Tak ayal, aksi tembakan-tembakan pun terjadi antara pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut. Dengan pengamanan yang dilakukan oleh Polresta Palembang. Dan atas kesigapan anggota Polresta akhirnya tiga pelaku berhasil dilumpuhkan meskipun awalnya sempat terjadi kejar-kejaran.
Di gedung KPU sendiri sudah ramai massa yang menuntut untuk dilakukan pencoblosan ulangan. Sempat diadakan negosiasi antara perwakilan massa dengan pihak kepolisian, namun tidak menemuin titik terang. Massa yang kesal pun berusah masuk kedalam kantor KPU kota Palembang, namun dihalangi petugas yang sudah berjaga.
Akhirnya kericuhan pun terjadi, massa yang semakin anarkis pun langsung membakar ban didepan kantor KPU dan melempari petugas, petugas pun membalas aksi massa dengan water canon meminta massa untuk mundur dan pergi meninggalkan kantor KPU.
Kegiatan ini merupakan bagian dari giat simulasi pengamanan kota sebagai bagian dari kesiapan jelang pelaksaan Pilkada serentak yang dipusatkan di Kompleks Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Rabu (7/2/18) pagi.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Abdi Negara mengatakan, kalau pihaknya sudah siap untuk mengamankan Pilakda 2018 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
“Di Sumsel kita ketahui baik provinsi, 4 kota dan 5 kabupaten akan mengelar Pilkada. Hari ini (kemarin, red) kita lakukan simulasi sebagai bentuk sinergitas polisi dan TNI dalam rangka kesiapan menjelang Pilkada,” katanya.
Zulkarnain menjelaskan, bagaimana dalam simulasi yang dilakukan pihaknya dan TNI yang melakukan tahapan-tahapan dalam mengamankan Pilkada dalam bentuk ancaman. “Bentuk ancaman seperti ada ganguan di TPS, unjuk rasa ketidak puasan massa dari salah satu pasangan, unjuk rasa yang berujung kerusuhan dan penjarahan ini adalah bentuk kesiapan kami dalam menjelang Pilkada,” ujarnya.
Sementara, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono sebagai pihak yang ditugasi menggelar simulasi mengatakan, simulasi yang dilakukan oleh pihaknya sebagai gambaran menyeluruh terhadap upaya PAM Pilkada Kota Palembang dan Pilgub Sumsel Juni mendatang.
“Ada 1.851 personel yang dilibatkan dalam simulasi ini, baik dari Polresta Palembang, Polda Sumsel TNI, di tiga angkatan dan termasuk personel dari Sat Pol PP Kota Palembang,”ujar Wahyu. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses