Kapolda : Sampai Liang Kubur pun Kami Cari

Kapolda :  Sampai Liang Kubur pun Kami  Cari
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain menjumpai keluarga korban di RS Bhayangkara
Posted by:
PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan ketiga pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online Grab, Sofyan (43), untuk menyerahkan diri. Jajaran Polda Sumsel tidak main-main dalam mengungkap kasus ini.

Secara tegas Kapolda mengatakan pihak keluarga atau warga mengetahui pelaku untuk segera menginformasikan kepada jajaran Polda Sumsel.

“Ya, tentu saya akan berikan respek kepada tersangka atau keluarganya untuk menyerahkan diri. Kalau tidak, tahu sendiri saya akan cari sampai ke liang kubur. Cepat atau lambat pasti dapat. Saya sudah instruksikan kepada anggota di lapangan, bila pelaku melawan atau coba kabur untuk ditindak tegas terukur,” tegasnya.

Untuk diketahui, jasad Sofyan ditemukan di Desa Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Mura, Rabu (12/11) siang. Saat ditemukan, jasad sudah tulang belulang dan tak utuh lagi.

Kini, tim medis Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, melakukan pemeriksaan potongan tubuh korban yang terpisah tidak utuh lagi tersebut. Selain memastikan jasad Sofyan melalui ciri pakaian dan sabuk yang dikenakan saat hilang. Tim dokter forensik dipimpian dr Mansuri, juga melakukan pemeriksaan sampel darah, dengan mengambil darah Rafli (15),  putra sulung korban dan Fitriani (39),   istri korban.

Dikatakan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara SIk, proses pemeriksaan DNA dalam sepekan hingga hasilnya dapat diketahui.

“Jasad korban Sofyan ini dikenali lewat data sekunder, yakni istrinya Fitriani mengenali ciri pakaian yang dikenakan Soyfan serta sabuk atau ikat pinggang yang dikenakan. Nah sedangkan data primernya itu, dari tes DNA ini, sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan secara scientific,” bebernya kepada Palembang Pos.

Saat ditemukan, jasad korban memang sudah berupa kerangka yang beberapa tulang bagian tubuhnya sudah tidak lengkap. Dari hasil forensik saat ini, kedua bagian tulang tangan dan lengan serta bagian betis kiri hingga ke paha dan telapak kaki tidak ditemukan, sehingga masih dicari oleh petugas di lapangan.

“Jasad ini sudah selama 2 minggu atau 15 harian baru diketemukan. Kenapa terpisah ini bisa kerana pembusukan dan dimakan binatang seperti biawak misalnya. Saat ditemukan pertama itu tengkorak kepala, rahang, tulang rusuk. Paha kanan betis kanan dan telapak kaki kanan masih ada. Rambut dan tulang belakang masih ada,” jelasnya.

Sedangkan terkait salah satu pelaku yang diamankan yakni Ridwan alias Rido (45), kini tinggal Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya.

“Iya, satu tersangka sudah diamankan, tiga pelaku lagi sedang dicari oleh anggota kita di lapangan. Pelaku RD ini masih dibawa  keliling, supaya dapat pencerahan, dan terbukalah tempat persembuyian tiga pelaku lain,” terangnya.

Sementara, Edi Medan,  Ketum Komunitas Taksi Online (PDOS), mengatakan sudah ada empat korban driver yang tewas dirampok.

“Kita minta saat pemesan agar melakukan verifikasi, didaftarkan dengan nomor NIK atau Nomor Induk Kependudukan agar lebih terdata dengan baik. Ke depannya dari perusahaan agar lebih mawas, untuk korban driver online yang dibunuh empat orang sudah terungkap. Satu driver juga sempat ditelanjangi tetapi karena pelaku tidak bisa mengemudi jadi tidak dibunuh, itu kejadian di kuburan Cina Sukarame,” tanggapnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses