Kasus Perampokan Taksol Direka Ulang, Korban Dibunuh dengan Sadis

Kasus Perampokan Taksol Direka Ulang, Korban Dibunuh dengan Sadis
Adegan pelaku membuang jasad korban setelah dibunuh dengan cara dicekik dan diinjak-injak.
Posted by:
PALEMBANG – Kasus perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online (taksol) yang menggemparkan Kota Palembang direka ulang jajaran Polda Sumsel, kemarin. Reka ulang tersebut untuk  melengkapi berkas pemeriksaan ketiga tersangka.

Untuk diketahui, ketiga tersangka yang diamankan aparat Polda Sumsel, Ridwan alias Rido (42), Franata Ariwibowo alias Frans (16) dan Acundra alias Acun (21). Satu tersangka lagi yang merupakan otak pelaku yakni Akbar, masih dalam pengejaran polisi.

Ketiganya diamankan karena melakukan perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan  Sofyan (43),  warga Jalan Sukawintan, Lorong Asoka, Kecamatan Sukarame Palembang. Sofyan dibunuh kawanan ini saat mengemudikan  mobil Daihatsu Sigra nopol BG 1274 UN,  Senin (29/10) yang lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.

Tersangka Frans dan Acunda dihadirkan dalam reka ulang perampokan berakir pembunuhan keji terhadap Sofyan. Satu tersangka Ridwan alias Rido, belum dihadirkan karena masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Sumsel. Ridwan diwakili anggota Jatanras Polda Sumsel.

Reka ulang digelar  18 adegan, dengan adegan pembuka keempat tersangka dengan diotaki Akbar (DPO) dan Ridwan mengajak  Frans dan Acunda melakukan perampokan. Adegan kedua, keempatnya berkumpul di sebuah rumah makan, kemudian memesan Grab menggunakan akun seorang perempuan  berinisil S, yang hari itu baru saja mengikuti tes pegawai negeri di Palembang.

Adegan ketujuh, keempat bandit kejam ini lalu naik mobil mobil Daihatsu Sigra nopol BG 1274 UN di Km 5, dengaan tujuan KFC Simpang Bandara, Sukarame. Dengan posisi,  tersangka Ridwan, Acundra dan Frans duduk di bangku tengah, sedang Akbar  di samping Sofyan.

Adegan ke-10, saat kendaraan melintas di Simpang Bandara, Sukarame, para pelaku langsung mengeksekusi korban, dari kursi tengah belakang, tersangka Acun mencekik leher Sofyan. Tak ayal korban meronta sejadi-jadinya, sembari berusaha melepaskan diri.

Tetapi ketiga tersangka Akbar, Ridwan, dan Frans langsung menahan korban, dengan cara menahan tangan dan kaki korban agar tak berkutik dan teriak.

Adegan 12, dalam posisi lemas korban ditarik ke bangku tengah. Dengan cepat tersangka Akbar mengambil kendali kemudi mobil korban. Saat itu korban Sofyan juga berteriak meminta ampun agar tidak dihabisi para pelaku. Tetapi para pelaku sudah kalap ini,  terus menginjak kepala dan leher korban, semula pingsan hingga  meninggal.

Adegan terakhir, para pelaku kemudian membawa jasad korban, lalu membuangnya kawasan sepi semak belukar di Desa Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas. Hingga akhirnya jasad korban Sofyan ditemukan, Selasa (13/11) siang, dengan kondisi terpisah, tinggal tulang belulah, bahkan kaki dan tangan kirinya hilang.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara SIk didampingi Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi, menegaskan menggelar reka ulang perampokan yang berujung pembunuhan keji terhadap Sofyan seorang driver Grab.

“Benar jadi reka ulang ini dilakukan para tersangka saat korban berada di dalam mobilnya, tepatnya saat melintas di KFC Simpang Bandara Sukarame. Korban (pengemudi taksi online) dicekik kemudian tangan kakinya ditahan keempat tersangka,” ungkapnya.

Dari reka ulang terlihat jelas peran para tersangka dalam eksekusi perampokan ini. “Setelah dicekik Acundra dalam belakang, korban sempat pingsan. Saat itulah kepala dan leher korban  diinjak-injak  di kursi tengah mobil, yang paling banyak dilakukan tersangka Ridwan yang sudah kita amankan, untuk dipastikan meninggal,” ungkapnya.

Atas kejahatan tersangka ini, polisi menjerat ketiganya dengan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP hingga 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang ancamannya seumur hidup hingga pidana mati. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses