Kata Komite Sudah Disepakati Bersama

Kata Komite Sudah Disepakati Bersama
SMPN 9 Palembang
Posted by:
KETUA Komite SMP Negeri 9 Palembang melalui Wakil Ketua Komite Ir Elfrizal membantah soal adanya pungutan yang terjadi di sekolah ini.
Elfrizal menambahkan, tidak ada paksaan dari pihaknya kepada wali murid untuk membayar Infaq Dukungan Kegiatan Pendidikan (IDKP) tersebut.

Dirinya menjelaskan jika dana tersebut sudah sesuai kesepakatan antara pihak komite dengan  wali murid melalui rapat. “Komite bertanggung jawab untuk membantu segala aktivitas sekolah agar semuanya berjalan dengan baik, terutama bagaimana siswa ini bisa mempertahankan prestasi mereka dan mempertahankan prestasi ini bukan perkara yang mudah,” ungkapnya kepada Palembang Pos, saat dikonfirmasi.

Elfrizal juga mengungkapkan, dalam rapat tersebut sudah diputuskan angkanya berapa, dan perkiraan dana yang harus dikeluarkan berapa, sehingga tidak terjadi ketimpangan pada saat memberikan infaq tersebut.

“Karena kita sekolah yang berstandar Internasional, maka ada 20 guru honorer yang memang tidak bisa digaji hanya dengan mengandalkan bantuan dari dana BOS saja,” lanjutnya.

Lanjutnya, dari awal sekali mereka sudah menjelaskan kepada wali murid jika keadaan tersebut bukan berada dalam posisi pungutan, karena tidak ada ancaman bagi wali yang tidak bisa menyumbang atau keberatan dengan dana infaq tersebut.

“Sama sekali tidak ada ancaman, jika mereka tidak mampu membayar maka tidak usah bayar. Kemudian juga ini semata-mata hanya untuk menunjang aktivitas belajar siswa, ada program dari sekolah mengkhatamkan 30 juz siswanya, setiap tahun 10 juz alqur’an. Nah ini kan gurunya harus diberikan insentif agar guru juga bersemangat dalam mengajar mengaji anak-anak ini. Program seperti ini jika tidak kita tunjang dengan dana otomatis tidak bisa berjalan,” tambahnya.

Kemudian sambungnya,  SMP Negeri 9 Palembang  juga tengah mengikuti kompetisi sekolah sehat tingkat nasional, setelah sebelumnya sekolah tersebut meraih sekolah sehat se-Sumsel dengan dibantu oleh dana dari wali murid.

Dirinya juga mengatakan, untuk kompetisi tersebut, pihak sekolah membutuhkan dana yang luar biasa. “Kita menghubungi wali murid, adakah dari mereka yang bisa membantu, karena ini juga untuik sekolah anak-anak mereka. Karena pemerintah tidak bisa membantu, harus cari sendiri dananya,” tandasnya.

Lebih jauh lagi, Elfrizal mengungkapkan keinginan Ketua Komite untuk kembali menjadikan SMPN 9 menjadi sekolah Internasional, karena sekolah tersebut masuk daftar 100 SMP terbaik se-Indonesia.

“Dari awal juga kita sudah mengimbau wali siswa, bahwa mereka menitipkan anaknya ke sekolah ini, berarti sudah siap dengan segala konsekuensinya, kita bukan mengejar tapi untuk mempertahankannya saja itu susah. Jika input yang diberikan guru-guru sudah bagus, kemudian anak-anak di sekolah itu juga otaknya sudah bagus, tetapi kalau disekolahnya gak diolah dengan bagus itu juga akan jadi amburadul, artinya disitulah peran kita sebagai salah satu unsur dari sekolah tersebut dibutuhkan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Amrullah selaku pengurus Komite SMPN 9 juga menegaskan, surat yang beredar tersebut merupakan hasil rapat antara pihak komite dengan wali murid.

“Surat itu merupakan hasil rapat wali murid. Kita gak mungkin mengedarkannya kalau wali murid tidak menyetujuinya dan berapapun biaya yang terkumpul, itulah yang akan kita belanjakan barang. Jadi kita tidak membebankan kepada wali siswa, kalau memang tahun ini tidak ada dana yah tidak apa-apa asalkan terbuka. Dalam arti, jangan tidak menyumbang tapi rumahnya gedongan, itu kan tidak adil namanya,” katanya.

Dirinya juga mengatakan jika sebenarnya infaq yang dimksudkan ada dua jenis. Yaitu infaq yang berbentuk fisik dan juga non fisik. “Ada wali yang menyumbang komputer, toilet duduk untuk sekolah, itu kan infaq yang berbentuk fisik. Nah jika memang wali tidak bisa menyumbang fisik makan uang itu menjadi sumbangan yang non fisiknya,” pungkasnya.

Infaq tersebut lanjutnya,  merupakan implementasi dari program yang ditawarkan oleh sekolah tersebut karena komite menilai bahwa program tersebut adalah program yang baik.

“SMPN 9 ini adalah sekolah yang baik, jadi intinya kita mensupport program yang diajukan oleh sekolah dan support itu ditunjang oleh keinginan wali siswa yang ingin membantu, agar tidak terjadi ketimpangan antara guru, siswa dan juga fasilitas sekolah,” tegasnya. (tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses