Kejahatan Luar Biasa

Kejahatan Luar Biasa
Ilustrasi. (Dok Palembang Pos)
Posted by:

KASUS kejahatan seksual ini yang terjadi belakangan ini dapat dikatakan mengejutkan dan membuat kita prihatin. Terlepas dari kasus kejahatan seksual yang memang marak di Sumsel, kasus kejahatan seksual di daerah lain membuat kita merinding.
Masih segar dalam ingatan kita kasus pemerkosaan terhadap Yuyun yang terjadi 2 April 2016. Siswi SMP, warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tak hanya diperkosa oleh 14 pria yang terdiri dari remaja dan pemuda putus, namun juga dibunuh dan jasadnya ditinggal begitu saja.
Tak lama berselang, juga terjadi kasus pemerkosaan yang dilakukan 19 pria terhadap terhadap korbannya berinisial F (19) yang terjadi Gorontalo Manado. Belum lagi sejumlah kasus kejahatan seksual yang terjadi di Sumsel. Ini semua memprihatinkan kita. Presiden RI, Jokowi telah menetapkan kejahatan seksual termasuk kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime.
Artinya kejahatan seksual saat ini sudah masuk dalam tahap menakutkan. Karena kejahatan seksual meninggalkan trauma yang sangat mendalam bagi si korban. Jadi pelakunya pun harus dihukum berat. Kriminolog asal Palembang, Hj Sri Sulastri SH MH menyebutkan sejumlah kasus pemerkosaan yang terjadi umumnya melibatkan orang-orang terdekat.
Setidaknya, hampir 80 persen kasus pemerkosaan mendapati keterlibatan anggota keluarga atau kerabat sebagai pelaku utama, seperti orang tua, kakak maupaun pacar. Mereka ini justru merupakan orang-orang yang dipercaya.
“Ini salah satu penyebab kasus pemerkosaan sulit diungkap,” katanya. Dia menambahkan, kondisi korban yang sulit  berterus terang telah menjadi korban pemerkosaan karena terhalang rasa malu dan kondisi psikologis.
Menurut Sri, faktor ini juga yang mengakibatkan korban harus merasakan penderitaan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Baru setelah muncul ke permukaan dan disorot media, korban berani bicara dan melapor. “Maka tidak heran bila kasus perkosaan sedikit yang dilaporkan ke polisi,” ujar sri.
Tak jarang polisi pun menemui jalan buntu untuk mengungkap kasus pemerkosaan lantaran sudah berlangsung dan terjadi dalam waktu yang lama. “Polisi harus punya bukti kuat dan harus bisa dibuktikan. Kalau menduga saja bakal sulit,” kata pengajar di Universitas muhamadiyah ini.
Kapolda Sumsel melalui Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Faisol menjelaskan, menambahkan faktor lingkungan membuat para pelaku juga tergoda. Seperti adanya ajakan teman, atau saat mengkonsumsi miras, timbul niat untuk melakukan perkosaan kejahatan seksual.
Kemudian, sambung dia, faktor era modren seperti saat ini membuat para pelaku juga tergoda. Seperti dunia internet yang bisa diakses
oleh siapapun tanpa terkecuali termasuk anak-anak.
Terkait penanganan kasus sendiri, dikatakan Faisol, selama 2016, masing-masing kasus persetubuhan jumlah 2 kasus, selesai 1 kasus (P21) dan 1 kasus tertunggak masih dalam proses. Selanjutnya kasus perkosaan sebanyak 2 kasus. “Satu kasus selesai alias sudah P21 dan 1 kasus lainnya masih dalam proses.
“Selanjunya kasus perzinahan 3 kasus, selesai (P21) 1 kasus, 2 masih dalam proses penyelidikan. Kemudian pencabulan 3 kasus. Yang selesai (P21) 2 kasus dan 1 kasus masih dalam proses,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengimbau agar adanya kerjasama seluruh pihak, baik dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Seluruh lembaga dan elemen
masyarakat harus terlibat guna menanggulangi dan melakukan pengawasan terhadap masalah ini,” tutupnya
Ketua Women Crisis Center (WCC) Sumsel, Yeni Izzi, mengatakan, perilaku menyimpang terhadap seksual dikarenakan banyak faktor pemicu. Ada banyak tahapan untuk menekan peningkatan kasus ini, salah satunya memberikan edukasi terhadap sex sejak dini.
Edukasi sex ini kata Yeni, sulit untuk dilakukan karena adanya kesan tabu terhadap perkataan ataupun penjelasan terhadap sex. “Sebenarnya, edukasi sex terhadap anak itu akan membantu dengan syarat memang jelas dan adanya penyelesaian diakhir penjelasan,” pungkasnya. (cw02/nik/vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses