Kejahatan Meningkat 2 Persen

Kejahatan Meningkat 2 Persen
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 9.120 botol minuman keras (miras) dari berbagai jenis dan merk, serta 50 ribu petasan yang berhasil diamankan dalam operasi cipta kondisi (cipkon) 2015, Rabu (30/12), dimusnakan. Pemusnahan Barang Bukti (BB) miras dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat. Sedangkan petasan di rendam  ke dalam air.
Pemusnahan BB yang dilaksanakan di halaman Mapolres Lubuklinggau tersebut, dilakukan Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo, bersama-sama dengan Dandim 0406/Mura-Linggau-Muratara Letkol Arm Wiwin Sugiono, Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, dan Ketua DPRD Lubuklinggau Rodi Wijaya.
Dalam kesempataan itu, Ari Wahyu Widodo mengungkapkan, kasus kejahatan di Lubuklinggau mengalami peningkatan 2 persen, dibandingkan tahun sebelumnya (2014). Dimana pada 2014 terjadi 314 kasus, sedangkan di 2015 kejahatan menjadi 323 kasus. Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat) meningkat 76 persen, sedangkan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) turun 10 persen. “Ini perlu kita sikapi. Untuk 2016 kita akan lebih giat lagi 2 kali lipat dari 2015,” ujar Ari.
Karena menurut Ari,  kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian sepeda motor (curanmor) atau lebih dikenal 3C, merupakan target Polres Lubuklinggau. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kodim, Pol PP, Dinas perhubungan, Camat, dan Lurah, guna melakukan razia dan cek tempat kos-kosan, sebagai langkah antisipasi terjadinya 3C.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan razia di jalan.
“Senin-Kamis, razia di jalan, baik siang maupun malam, Jumat cek kos-kosan, Sabtu-Minggu pengamanan jangan sampai ada balapan liar, karena kejahatan bisa bermuara dari sini,” jelas Ari.
Semua itu dilakukan untuk mendukung Visit Lubuklinggau, terlebih 2018 Indonesia khususnya Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games. Sehingga polisi harus menjamin keamanan, jangan sampai tamu atau orang luar yang akan datang ke Lubuklinggau tidak terjamin keamanannya. “Harapan kita 2016 Lubuklinggau aman,” ujarnya.
Lebih lanjut Ari menjelaskan, tak jauh berbeda dalam kasus penyalahgunaan narkoba yang meningkat 5 persen. Di 2014 terdapat 59 kasus dan 59 tersangka, sementara 2015 terdapat 62 kasus dan 65 tersangka. “Siapapun pengguna, kurir maupun bandar akan ditindak tegas, tidak ada ampun,” tegasnya.
Untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, di 2016, tambah Ari, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama memerangi narkoba. Karena pemberantasn narkoba tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian atau BNN.
Bukan hanya itu, kata Ari, pihaknya juga melakukan pengawasan kepada seluruh jajaran anggotanya, dan minta kerjasama masyarakat agar memberikan informasi jika ada keterlibatan oknum anggota di dalam penyalahgunaan narkoba. “Bila terbukti ada kerjasama/keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkoba, kita akan melakukan tindakan tegas. Pada 2015 ada satu oknum yang dipecat, namun saat ini sedang dilakukan proses banding,” pungkas Ari.
Sementara itu Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe (Nanan), memberikan apresiasi atas ungkap kasus yang telah dilakukan jajaran Polres Lubuklinggau di 2015.  Dia juga berharap agar sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang belum selesai akan dituntaskan pada 2016.
Selain itu, lanjut Nanan, tantangan di 2016 untuk menjaga keamanan di Lubuklinggau, dipastikan akan lebih berat lagi. Karena itu dibutuhkan kesinergian antara kepolisian dengan pemerintah setempat, dan instansi terkait lainnya. Selain itu masyarakat juga diminta untuk ikut berpartisipasi bahu membahu meningkatkan kepedulian untuk mengamankan lingkungannya masing-masing.
Untuk meningkatkan profesionalisme, serta menunjang sarana dan prasaran kepolisian, pada 2016 Pemkot Lubuklinggau akan menghibahkan 100 unit CCTV ke Polres Lubuklinggau. “Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan jajaran Polres dalam rangka membantu pengintaian, pencegahan ataupun penindakan ataupun pengungkapan kasus-kasus yang terjadi,” pungkas Nanan.
#Kasus Perampokan
Masih Mendominasi
Sementara itu, selama tahun 2015, tren kejahatan menonjol, curas, curat, dan curanmor, terjadi sebanyak 553 kasus di wilayah hukum Polres Ogan Komering ilir (OKI). Dari jumlah itu, baru terungkap sebanyak 175 kasus. Sementara masih ada 378 kasus yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Polres OKI di tahun 2016 untuk diungkap.
Demikian ditegaskan Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain, saat press Release akhir tahun 2015 di halaman Mapolres OKI, Rabu (30/12). Secara rinci Zulkarnain menerangkan, kasus Curat selama 2015, sebanyak 280 dan terungkap 103 kasus. Kemudian Curanmor sebanyak 49 kasus dan terungkap 11 kasus. Terakhir Curas terjadi 224 dan hanya terungkap 61 kasus.
Menurut Kapolres, dari jumlah tindak pidana kasus menonjol tersebut, dibandingkan tahun 2014 lalu, ada yang mengalami penurunan. Seperti kasus Curat ditahun 2014 jumlah  tindak pidana sebanyak 292 kasus, sementara di tahun 2015 menurun menjadi 280 kasus, Kemudian kasus Curanmor dari 50 kasus ditahun lalu, tahun ini terjadi 49 kasus.
“Berbeda dengan kasus Curas, tahun lalu terjadi 205 kasus, tahun ini naik menjadi 224 kasus, atau meningkat menjadi 27%. Ini menjadi tugas kita, dan PR kita masih banyak,” terang Kapolres. Dijelaskan kapolres bahwa dari tiga kasus penonjol di OKI, kasus curas atau perampokan masih mendominasi di OKI.
”Upaya yang kita lakukan untuk menekan aksi perampokan tersebut dengan mendirikan dua Pospol di wilayah rawan, seperti di Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, dan wilayah Mesuji Makmur, tepatnya di Perbatasan OKU Timur. Selain itu juga memaksimalkan kinerja jajaran Polres OKI,” jelasnya.
Ditambahkan Kasat Reskrim Polres OKI AKP Dikri Olfandi, pihaknya akan memaksimalkan kinerja anggota Opsnal untuk mengungkap dan menekan angka kejahatan seperti Curas, Curat dan Curanmor. ”Tiga kasus ini tentu menjadi prioritas jajaran Reskrim untuk mengungkapnya. Tidak ketinggalan, kasus korupsi juga menjadi prioritas kita,” tambahnya.
Sementara itu Kabag Ops Polres OKI Kompol I Ketut Suarnaya menambahkan, selain kejahatan menonjol di OKI yang menjadi perhatian Polres OKI, kasus narkoba dan lakalantas juga menjadi perhatian. Kasus Narkoba selama 2015 pengungkapannya mengalami peningkatan. Tahun 2014 kita ungkap sbenayak 61 kasus, dan di tahun 2015 terungkap 89 kasus, dengan barang-bukti sabu 11.984,229 gram, Ekstasi 8.183,347 gram, dan ganja 4.210,334 gram. Kemudian lakalantas mengalami penurunan dari 97 kasus menjadi 92 kasus.
“Selain itu juga kita telah memusnahkan BB 8 Pucuk senjata api laras panjang, dan 21 senpi laras pendek. Kemudian Minuman keras hasil operasi cipta kondisi sebanyak 1.482 botol,  dan kita musnahkan hari ini (kemarin),” tegasnya.

#Pembunuhan Meningkat
Terpisah, angka kasus pembunuhan yang terjadi sepanjang tahun 2015 di wilayah hukum Polres Musi Rawas (Mura) meningkat. Berdasarkan catatan Polres Mura, terdapat 20 kasus pembunuhan yang terjadi di tahun 2015. Padahal pada 2014 jumlah kasus pembunuhan hanya mencapai 19 kasus. Begitupun dengan kasus penganiayaan berat (anirat) dari 69 kasus pada 2014 menjadi 75 kasus di 2015.
“Dibandingkan 2014 kasus pembunuhan meningkat dari 19 kasus menjadi 20 kasus. Namun peningkatan kasus tersebut juga diikuti dengan peningkatan penyelesaian kasusnya yang mencapai 43 persen dibandingkan 2014,” demikian diungkapkan Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi, didampingi Wakapolres Kompol Yoga Baskara, beserta jajarannya, di Mapolres Mura, Rabu (30/12).
Faktor penyebab peningkatan terjadinya pembunuhan tersebut, dijelaskan kapolres, karena karakteristik  masyarakat memiliki temperamen tinggi, sehingga begitu ada ketersingungan bisa terjadi pembunuhan. “Penyebabnya karakter masyarakat suka membawa senjata tajam (sajam), ditambah temperamen yang tinggi, sehingga begitu ada ketersinggungan bisa terjadi pembunuhan,” kata Herwansyah.
Karena itu, sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengadakan pesta Organ Tunggal (OT) di malam hari. Dengan karakteristik masyarakat seperti itu (temperamental), hanya karena saling pandang dan saling senggol, bisa memicu perkelahian dan pembunuhan.
Kendati pembunuhan di wilayah hukum Polres Mura meningkat, namun sejumlah kasus menonjol lainnya  seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor (curas, curat dan curanmor) alias 3C, berhasil ditekan. Terbukti, total kasus 3C yang terjadi pada 2015 turun drastis dibandingkan pada 2014.
“Untuk curas yang terjadi pada 2015 dibandingkan 2014 turun dari 273 kasus menjadi 159 kasus, dengan peningkatan penyelesaian kasus hingga 18 persen atau dari 52,01 persen menjadi 70,41 persen,” terang Herwansyah.
Begitupun dengan kasus curat, tambahnya, pada 2014 terjadi 317 kasus, di 2015 turun menjadi 229 kasus. Sedangkan curanmor pada 2014 terjadi 34 kasus di 2015 berhasil ditekan menjadi 30 kasus.
“Untuk curanmor rencananya kita akan melakukan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin, lalu dipublikasikan melalui media agar korbannya mengetahui kendaraan mereka yang dicuri ada di Polres,” katanya.
Untuk kejahatan transnasional yakni penyalahgunaan narkoba, meski angka kasus dan penyelesaiannya pada 2015 sama dengan 2014 yakni 54 kasus, namun terjadi peningkatan pengamanan/penyitaan Barang Bukti (BB). “Jenis narkotika tanaman (ganja) pada 2014 BB yang disita 3.302,6 gram, pada 2015 4.008,42 gram dari ladang ganja seluas 5 hektar beberapa waktu lalu,” kata Herwansyah.
Sedangkan untuk narkotika bukan tanaman, lanjutnya, pada 2014 disita BB 400.506 gram sabu-sabu, pada 2015 terjadi penurunan BB yang sita yakni 153.855 gram sabu-sabu. “Tetapi jenis ekstasi meningkat dari 157,05 butir pada 2014, meningkat menjadi 203 butir di 2015,” pungkasnya.

#Sebelumnya Minim Ungkap Kasus Korupsi
Sedangkan Polres Musi Banyuasin (Muba), sepanjang tahun 2015, telah banyak menangangi kasus-kasus, baik itu pidana umum ataupun pidana khusus. Dan kasus pidana umum paling mendominasi, yaitu 3C (Curat, Curanmor dan Curas). Sedang  untuk pidana khusus yaitu pidana korupsi ada peningkatan yang mana diketahui sebelumnya Polres Muba minim mengungkap kasus korupsi.
Kapolres Muba AKBP M Ridwan SIk, melalui Kasat Reskrim AKP N Edyanto SIk mengatakan, untuk 2015, kasus yang paling banyak adalah pencurian dengan pemberatan (curat). Yang mana ada 144 kasus yang terdata, dan untuk yang sudah terselesaikan ada 67 kasus.
“Untuk yang kedua yaitu Curanmor ada 107 kasus, yang sudah terselesaikan ada 34 kasus. Ketiga Curas ada 76 kasus dan sudah selesai ada 34 kasus. Selain 3C tersebut untuk pidana umum ada kasus penipuan sebanyak 55 kasus sudah selesai 12 kasus, dan perjudian ada 22 kasus sudah selesai 22 kasus juga,” ungkap Edy.
Sementara itu di tindak pidana khusus, lanjut Edy kasus korupsi ada 3 kasus yang sedang ditangani, dan baru  1 kasus yang selesai. “Kita juga menangani kasus illegal logging atau perambahan hutan ada 4 kasus, dan sudah terselesaikan 4 kasus. Selanjutnya kasus illegal fishing ada 1 kasus sudah selesai 1 kasus. Lalu kebakaran lahan ada 4 kasus yang selesai 3 kasus. Penyalahgunaan BBM subsidi ada 1 kasus dan 1 kasus terselesaikan, dan untuk penggelapan beras subsidi nihil,” paparnya.
Masih menurutnya, dengan didominasinya Curat, curanmor dan curas ini, diharapkan bagi masyarakat Muba agar tetap waspada jangan berlebihan, serta selalu menjaga keamanan kendaraan agar tidak mengundang kejahatan.
“Untuk kasus 3C ini, kita telah berupaya maksimal, dan akan ditingkatkan kembali. Kendalanya adalah minimnya orang yang menjadi saksi, serta banyak warga yang tidak melapor kalau ada kejadian. Namun kita tetap mengejar pelaku-pelaku kejahatan tersebut, dan akan dilakukan tindakan tegas. Kita berharap agar masyarakat tetap melakukan kamtibmas. Karena bukan hanya polisi yang menjaganya, tetapi kita bersama,” tegasnya.
Ia pun mengungkapkan, untuk kasus korupsi ada peningkatan, dengan adanya 3 kasus, dan baru terselesaikan 1 kasus. “Ada 2 kasus lagi yang sedang kita tangani, dan kita masih menunggu hasil audit BPKP. Dan inilah kendala kita, menunggu lama hasil audit tersebut,” pungkasnya. (yat/jem/omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses