Kemarau, Pedagang Hewan Kurban Menjerit

Kemarau, Pedagang Hewan Kurban Menjerit
Salah satu pedagang hewan kurban di Kota Prabumulih, Rabu (9/8). Foto Prabu Palembang Pos
Posted by:

PRABUMULIH – Pedagang hewan kurban yang tersebar di Kota Prabumulih, menjerit alias mengeluh lantaran menjelang Hari Raya Idul Adha atau lebaran haji 1438 H tahun ini (2017) penjualannya masih sepi dan jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperparah, dengan sulitnya pedagang hewan kurban untuk mendapatkan pakan (makanan/rumput) bagi hewan ternaknya lantaran musim kemarau.

Para pedagang hewan kurban tersebut, terpaksa mencari rumput hingga ke lokasi-lokasi yang jauh. Tak hanya itu saja mereka juga terpaksa, mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar tenaga kerja yang mencari pakan bagi hewan kurban yang dijualnya.“Tahun ini bukan Cuma sepi pembeli saja, kami juga sulit mendapatkan rumput untuk kambing samo sapi yang nak kami jual. Penyebabnya yo sudah biso ditebak, sekarangkan musim kemarau dimano-mano rumput kering,” ujar Mamat, salah seorang pedagang hewan kurban.

Kondisi serupa juga dialami oleh Tobek, pedagang hewan kurban dikawasan Kelurahan Cambai. Menurut Tobek, dirinya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan rumput. “Yo kami nyari sampai ke Gelumbang, jadi terpaksa mengeluarkan uang untuk beli bensin mobil dan terkadang harus membayar kepada pemilik lahan yang rumputnya kami ambil,” bebernya.

Sementara mengenai sepinya pembeli, Tobek menuturkan, hal tersebut terjadi lantaran rendahnya harga jual getah karet ditingkat petani. “Sekarang inikan harga getah murah, jelas berpengaruh dengan penjualan hewan kurban. Karena mayoritas penduduk prabumulih ini petani karet,” tandasnya.Lantaran sulitnya mendapatkan pakan tersebut serta rendahnya daya beli masyarakat sambung Tobek, pihaknya tidak berani menyetok hewan kurban dalam jumlah banyak. “Dak berani stok banyak, takut dak laku belum lagi susah nyari pakannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian kota Prabumulih, Drs Syamsurizal SP MSi melalui Kabid Peternakan dan Perikanan, drh Nora Gustina menjelaskan kesulitan petani dalam mencari rumput bisa disiasati dengan membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan limbah pengolahan kedelai.“Bisa juga dari gedebok pisang ditambah bekatul atau dedak, bahan-bahan itu dicampur lalu difermentasi. Pakan jenis ini memberikan karbohidrat dan protein yang lebih banyak sehingga perkembangan hewan ternak bisa tumbuh lebih baik,” bebernya.(abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses