Kemarau, Warga Keluhkan Debu

Kemarau, Warga Keluhkan Debu
Posted by:

BANYUASIN – Memasuki musim kemarau, beberapa desa di Bumi Sedulang Setudung dilanda masalah. Akibanya, warga dibeberapa desa tersebut, mengeluhkan banyaknya debu yang berterbangan hingga masuk ke kediaman mereka.
Banyaknya debu yang berterbangan tersebut, karena rusaknya akses jalan yang tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Dampaknya masyarakat hanya bisa pasrah dan rela menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh debu.
Beberapa desa yang selalu menghirup debu tersebut yakni Desa Tanjung Beringin, Desa Tanjung Menang, Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III Desa Sedang, Rimba Terap Kecamatan Suak Tapeh dan Dusun Lubuk Keranji Kelurahan Seterio Kecamatan Banyuasin III, Jalan arah Pulau Rimau dan masih banyak lagi lainnya.
Sejengkal demi sejengkal jalan bila dilalui kendaraan jenis truk selalu mengeluarkan semburan debu pekat. “Kami sudah terbiasa dek menghurup debu, akibat akses jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah. Beginilah kondisinya kalau musim panas sedikit berdebu dan kalau diguyur hujan jalan menjadi becek seperti bubur,” kata Iin, warga Tanjung Beringin, Minggu (15/7/18).
Menurutnya tak hanya debu, rusaknya jalan membuat sakit perut. Bahkan jantungpun seakan runtuh ketika melintas di jalan tersebut. “Kalau pakai kendaraan “borok” pacak lepas jantung terkena kuncangan akibat banyaknya koral bermunculan keluar,” kata dia.
Pertanyaannya, kapan jalan yang rusak mendapat perhatian dari pemerintah. Kalau janji hanyalah tinggal janji. Dari tahun ketahun berharap perbaikan hingga kini tak kunjung ada realisasinya. “Kalau kami yang sering melintas di jalan ini mungkin sudah kebal dari penyakit. Sebab ya sudah bosan kami ini sakit akibat debu. Entah kapan kami bisa menikmati jalan mulus, seperti janji penguasa waktu kampaye dulu,” rintih dia.
Pihaknya berharap setidaknya pemerintah perduli terhadap masyarakat disini. Paling tidak suruh perusahaan disini menyiram jalan ini dengan air supaya debu dapat berkurang. “Kami minta perbaikilah, bosan kami berharap tapi tidak ada realisasinya,” kata dia.
Begitupun diungkapkan Yani, warga lainnya. Kata dia, warga takut terserang Inspa lantaran debu sangat tebal. “Kalau truk yang melintas jalan tidak kelihatan, baju berubah jadi coklat, kami takut terserang penyakit Pak,” keluh dia.
Sementara itu, Kadinkes Banyuasin dr Hakim MKes menyarankan agar pengendara roda dua memakai maskes saat meintas di jalan yang berdebu. “Banyak minum air putih dan konsumsi buah dan sayur agar tidak terserang penyakit ISPA,” saran dia. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses