Kesal tak Dibayar, Pria Homo Dipelor

Kesal tak Dibayar,  Pria Homo Dipelor
Tersangka terduduk lesu dengan kedua kaki ditembak, (f ;candra)
Posted by:

PALEMBANG – Mengakau kesal karena tidak dibayar, seorang pria homo melarikan motor ‘’pelanggannya’’.  Tak terima, korban berinisial RZ (18), warga Gandus Palembang melaporkan penggelapan motor tersebut ke Polresta Palembang.

Atas laporan RZ, polisi memburu tersangka berinisial Is (35), yang merupakan warga  7 Ulu Palembang. Berkat informasi masyarakat, Tim Hunter Polresta Palembang berhasil membekuk Is, Selasa (30/10) malam.

Dia ditangkap saat hendak pulang ke rumahnya.  Namun, saat diamankan tersangka berusaha kabur dan melawan polisi. Tak pelak, polisi langsung bertindak tegas.  Dua butir timah panas menembus kedua kaki  tersangka.

Menurut pihak kepolisian, aksi pengelapan motor yang dilakukan tersangka berawal saat dia berkenalan dengan korban di kawasan Monpera Palembang. Setelah berkenalan keduanya saling bertukar nomor telepon.

Kemudian, tersangka menawarkan korban untuk berhubungan intim.  Korban pun tertarik untuk  merasakan sensasi berhubungan sesama jenis. Korban mengimingi akan memberikan uang Rp 1 juta kepada tersangka.

Setelah itu, keduanya bertemu kembali, Sabtu (20/10) malam  di Benteng Kuto Besak (BKB). Ketika bertemu, keduanya  mencari tempat yang aman. Alhasil,  keduanya melakukan hubungan sejenis di bawah jembatan Ampera sebanyak 1 kali.

Namun, janji tinggal janji. Uang yang dijanjikan RZ kepada tersangka  tak terealisasi.  Tersangka  nekat melakukan aksi penggelapan sepeda motor  korban.

“Dia (RZ) pakai saya, Pak sekali, dan berjanji akan memebrikan unag Rp 1 juta. Namun uang yang dijanjikannya tidak diberikan kepada saya. Besok (Minggu) pagi, motornya  saya rampas untuk jaminan,” katanya yang berprofesi sebagai tukang parkir di stasiun LRT Pasar 16 Ilir, Rabu (31/10).

Diakui Is, ia tak menyangka korban akan melaporkan ke pihak berwajib karena membawa sepeda motor miliknya. “Saya tak menyangka saja Pak, dia melaporkan saya. Sepeda motor itu saya pakai sendiri. Lagian memang dia salah tidak membayar saya,” ungkapnya.

Sedangkan, korban RZ membantah atas pengakuan Is  yang mengatakan kalau dirinya yang mau ‘’memakainya’’. “Dia Pak, yang menawari saya untuk gituan, tapi kami tidak jadi melakukan hal itu. Dan dia juga bilang saya yang mau dipakainya, bukan saya yang mau pakai dia,” singkatnya.

Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku atas laporan perampasan sepeda motor milik  RZ.

“Tersangka  terpaksa kita berikan tindakan tegas karena berusaha kabur dan melawan petugas saat akan kita amankan,” ujarnya.

Saat ini, tersangka sedang dalam pemeriksaan petugas. Atas ulahnya tersangka akan  dijerat  pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman di atas 5 tahun pidana. (cw06)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses